Status Gunung Agung Bali dinyatakan masih ada pada level III (siaga). Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Rabu (4/7/2018) hingga pukul 12.20 WITA, zona bahaya diperkirakan berada dalam radius 4 kilometer dari puncak gunung.

“Kalau dilihat erupsi strombolian pada 2 Juli lalu, lontaran lava pijar masih kisaran dua kilometer,” jelas Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah PVMBG Devy Kamil Syahbana di Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, seperti dilansir dari Antaranews.com.

Lebih lanjut, Devy menjelaskan bahwa aktivitas Gunung Agung kini belum stabil. Meski diwarnai gempa vulkanik, namun belum ada perubahan yang signifikan. Meski begitu, Devy menghimbangu masyarakat yang berada di luar zona perkiraan bahaya untuk tetap tenang dan menunggu informasi lebih lanjut.

“Tetapi meski begitu bukan berarti sudah selesai, dia (Gunung Agung) masih dalam kondisi berkembang,” jelasnya.