Pesawat Tertua Milik Qantas Akhirnya Pensiun

245

Akhirnya setelah terbang dari tahun 1989, pesawat tertua milik Qantas, Australia 747-400 City of Canberra untuk terakhir  kalinya mendarat di Bandara Illawara, Wollongong (New South Wales).

Pesawat jumbo The City of Canberra ini dipensiunkan setelah terbang selama 25 tahun dan sekarang akan  pesawat 747 pertama di dunia yang dipamerkan untuk umum berbasis di Bandara Regional Illawarra.

Ribuan orang berkumpul hari Minggu (9/3/2015) di bandara tersebut guna menyaksikan mendaratnya City of Canberra.

Massa bertepuk tangan meriah ketika pesawat Boeing 747-400 ini mendarat di landasan pacu yang lebih pendek, sekitar 1800 meter lebih pendek dari landasan di bandara Sydney.

Lebar landasan pacu Illlawarra ini juga hanya 30 meter, sementara panjang sayap pesawat ini adalah 64 meter.

Pesawat Qantas ini meninggalkan Sydney dengan ketinggian terbang hanya 4 ribu kaki dan kecepatan lebih rendah dari biasanya, dimana perjalanan dari Sydney ke Wollongong dicapai dalam waktu 15 menit.

Pesawat Boeing 747-400 City of Canberra ini adalah pesawat tertua yang pernah dimiliki oleh Qantas, dan memegang rekor sebagai pesawat komersial yang terbang non stop dalam perjalanana dari London ke Sydney di tahun 1989.
Kapten Rob Greenop adalah salah satu dari empat pilot yang terbang di tahun 1989 tersebut dan mengatakan senang bahwa City of Canberra tidak dikirim ke “kuburan pesawat” di Amerika Serikat, seperti banyak pesawat lain ketika sudah tidak digunakan lagi.
Pesawat ini sudah pernah terbang sejauh 85 juta kilometer, setara dengan 110 perjalanan pulang pergi dari bumi ke bulan.
Penerbangan komersial terakhir City of Canberra ini adalah dari Johannesburg (Afrika Selatan) ke Sydney bulan Januari lalu. Awak terakhir membubuhkan nama mereka di dinding dalam pesawat tersebut.
Boeing 747 ini yang lebih dikenal dengan nama jumbo, pertama kali diperkenalkan di tahun 1970-an.
Karena mampu membawa penumpang dalam jumlah besar, dan terbang lebih jauh, dengan cepat pesawat ini menjadi populer khususnya bagi warga Australia untuk terbang ke tempat lebih jauh seperti Amerika Serikat dan Eropa.
Baca juga:  Pipa Air Bandara Cengkareng Pecah dan Tiang Panggung Jokowi
Previous articlePesawat Tenaga Surya Telah Mendarat di Oman
Next article10 Pulau Mempesona Bak Surga di Dunia