Home Blog Page 281

Terlanjur Jet Lag pada anak? Coba Ini!

  • Setibanya di tempat tujuan, segera sesuaikan jam biologis, seperti jam makan dan tidur, dengan waktu setempat. Ini membantu tubuhnya beradaptasi dengan perubahan waktu.
  • Sering-seringlah membawa si kecil keluar ruangan atau hotel. Hal ini akan membantu tubuhnya melakukan penyesuaian dengan zona waktu dan suhu secara lebih cepat.
  • Ajak si kecil berjemur. Terpaan sinar matahari merangsang sel tubuh beradaptasi dengan lingkungan baru. Jam biologis tubuh pun cepat beradaptasi.
  • Lakukan istirahat sebelum beraktivitas atau berjalan-jalan. Waktu jeda membuat tubuh cepat beradaptasi.
  • Usahakan agar anak aktif bergerak untuk merangsang kekebalan tubuhnya, agar tidak sakit.(f)

Sumber: http://www.femina.co.id/diet/nutrisi/terlanjur.jet.lag.coba.ini/003/001/209

Jet Lag Bisa Dicegah

Sebelum berangkat, pastikan Anda telah mengantisipasi efek penerbangan panjang pada anak-anak yang sering membuat orang dewasa jet lag. Termasuk menjaga agar buah hati Anda tetap fit selama liburan dengan vitamin dan nutrisi yang tepat. Seperti apa persiapan dan antisipasinya? Simak saran dari ahli gizi klinik Juniarta Alidjaja berikut ini.

Traveling ke kota atau negara yang memiliki perbedaan waktu mencolok  bisa memengaruhi kondisi tubuh anak. Perbedaan satu jam, Jakarta – Singapura misalnya, tidak besar efeknya. Tapi, bila lebih dari 3 jam, seperti Jakarta – Melbourne, apalagi sampai lebih dari 10 jam (Jakarta – New York) jelas berpengaruh pada jam biologis anak, yang menyebabkan jet lag.

Jet lag merupakan sekumpulan gejala negatif, seperti mengantuk, lesu, mual, sakit kepala, pola tidur tidak teratur, dehidrasi, hilang nafsu makan  dan otot-otot tubuh kaku, yang memengaruhi orang-orang yang baru saja menempuh perjalanan jarak jauh yang melewati zona waktu berbeda.

Jet lag juga sering kali bertambah buruk oleh aspek imobilitas jangka panjang, yaitu duduk terlalu lama di pesawat, dehidrasi, masalah pencernaan, waktu tidur, dan waktu makan yang tidak teratur. Akibatnya, anak bisa rewel dan tentunya ia (dan Anda) tidak bisa menikmati liburan, ‘kan? Berikut  ini 3 cara mencegah jet lag:

1. Sesuaikan Jadwal Tidur

Pastikan anak cukup tidur pada malam hari sebelum berangkat. Buatlah si kecil tidur 20 menit lebih awal sebelum melakukan perjalanan. Tujuannya untuk perlahan-lahan menyesuaikan jadwal tidurnya ke zona waktu baru.

Bukan hanya tidur pada malam hari, sesuaikan juga jadwal tidur siang berdasarkan lokasi zona waktu yang baru. Pertahankan ritme tidur yang biasanya dijalani anak di rumah. Jika ia terbangun di malam hari, jaga ruangan tetap gelap dan buatlah ia merasa tenang, misalnya dengan mengusap punggungnya.

2. Sesuaikan Jadwal Makan

Jadwal makan juga perlu disesuaikan dengan zona waktu baru, karena berpengaruh pada metabolisme anak. Apabila Anda dan keluarga hendak berlibur ke Eropa, artinya  jadwal makannya 6 jam lebih lambat. Ketika di Indonesia kita makan siang, maka di Eropa makan pagi. Perbedaan waktu Indonesia dan Amerika sekitar 11 jam.  Ketika di Indonesia makan malam, di Amerika makan pagi.

Penyesuaian jam makan dengan negara tujuan ini bisa Anda lakukan dengan memundurkan waktu makan di rumah secara perlahan, yaitu 15 menit di hari pertama, 30 menit di hari kedua, dan seterusnya sampai pada waktu yang diinginkan.

Contohnya, waktu Jakarta lebih cepat sekitar 4 jam dari waktu Melbourne, Australia. Bila Anda tiba di Melbourne pukul 1:00 siang, berarti di Jakarta pukul 5:00 malam. Bila si kecil terbiasa makan malam pukul 19.00, Anda bisa mengajaknya makan sekitar pukul 14.45 waktu Melbourne atau pukul 18.45 waktu Jakarta. Penyesuaian pola makan ini disarankan mulai diberlakukan sejak tiga hari sebelum keberangkatan. Bila anak terlihat menolak makan, jangan dipaksa. Berikan dalam porsi kecil tetapi sering. Sebaiknya anak juga cukup minum air putih agar tidak dehidrasi.

3. Tetap aktif
Ajak anak menggerakkan tubuh dengan senam atau jalan-jalan di kabin agar kakinya tidak bengkak akibat terlalu lama duduk.

Sumber: http://www.femina.co.id/diet/nutrisi/jet.lag.bisa.dicegah/003/001/220

Aturan Traveling Bersama Kekasih

Bepergian ke sebuah tempat yang baru bersama pasangan yang belum menikah konon diyakini sebagai cara ampuh untuk saling mengenal karakter asli. Siapa yang tak ingin menikmati sensasi seru jalan-jalan di tempat yang indah dan romantis serta mencoba hal-hal seru bersama?

Namun, menghabiskan waktu dengan pasangan lebih dari 24 jam, sekaligus menyesuaikan diri dalam lingkungan asing, ternyata tak mudah. Jika tak pandai-pandai berkompromi, liburan yang awalnya menyenangkan bisa berubah jadi mengerikan. Jangan sampai niat pergi berlibur dan bersenang-senang berduaan, malah membuat hubungan jadi runyam.

Agar liburan Anda bersama kekasih lancar dan menyenangkan, ikuti beberapa tip berikut ini:

Jangan bilang, “Terserah kamu, deh!”
Pria umumnya lebih suka jika pasangannya memiliki sikap, apalagi ketika sedang berlibur bersama. Kedua belah pihak harus sama-sama senang.

Jangan memaksa traveling bersama kekasih, kalau belum terlalu yakin.
Jika usia hubungan Anda masih seumur jagung, lebih baik tidak memaksakan untuk pergi ke tempat yang terlalu jauh selama berhari-hari. Kenali dulu kepribadiannya luar dan dalam, serta sifat dan kebiasaannya.

Usahakan mengatur uang yang dititipkan pasangan dengan baik.
Ini adalah salah satu usahanya untuk menguji apakah Anda pintar mengelola keuangan atau tidak.

Sebisa mungkin tidak membawa laptop dan pekerjaan.
Kekasih pasti tak akan mau   kalau Anda tetap sibuk di depan laptop. Kalau tak bisa karena mendadak mendapat pekerjaan tambahan sebelum cuti, komunikasikan dulu sebelum pergi kepada pasangan.

Cari daerah wisata dan hiburan yang bisa dinikmati berdua.
Hal ini untuk menghindari ada salah satu pihak yang merasa bosan atau tidak nyaman.

Masing-masing harus membawa barang bawaan sendiri.
Pria terkadang pusing melihat wanita yang menghambat pergerakannya dengan membawa terlalu banyak barang yang pada akhirnya tidak terlalu dibutuhkan.

Ngambek itu tabu!
Rugi besar jika berada di tempat yang menyenangkan, tapi tak bisa menikmatinya gara-gara ada salah satu pihak yang tak bisa menahan emosi. (f)

Sumber: http://www.femina.co.id/isu.wanita/anda.pria/aturan.traveling.bersama.kekasih/005/003/40

Bandara Hasannuddin Makassar Kembangkan Proyek Airport City

bandara terbanyak

MAKASSAR – Bandara Internasional Hasanuddin Makassar akan melakukan pembangunan mega proyek Airport City atau kota mandiri di dalam bandara. Proyek tersebut akan memasuki masa konstruksi tahun ini dan diproyeksikan menyerap investasi hingga Rp 10 triliun.

Airport City menempati area seluas 2.000 hektar dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti rumah sakit, perumahan, thema Park, hotel, entertainment, sport center, sekolah hingga mal. Di Indonesia Bandara dengan konsep ini baru dikembangkan di Bali, Jogja dan Makassar.

Untuk pengembangannya Angkasa Pura I melibatkan sejumlah anak usahanya seperti Angkasa Pura hotel, Angkasa Pura properti, Angkasa Pura support dan Angkasa Pura Logistik.

General Manager Angkasa Pura I, Rahman Syafri mengatakan, pengembangan bandara Internasional Hasanuddin merupakan bagian dari peningkatan pelayanan jasa transportasi bagi kenyamanan masyarakat. Angkasa Pura I mencatat traffik pertumbuhan penumpang di tahun 2013 mencapai 9,7 juta.

“2014 ini kami proyeksi pertumbuhan penumpang bisa mencapai 11 ribu atau naik sekitar 13 persen,” jelas Syafri disela media Gathering, Rabu (5/2/2014) kemarin.

Saat ini yang telah dilakukan pembebasan lahan seluas 20 hektar senilai Rp 43 miliar dan akan menyusul lagi 60 hektar dengan nilai Rp 436 miliar.

Selain Airport city, Angkasa Pura I juga telah menganggarkan perluasan terminal senilai Rp 2 triliun di atas lahan seluas 208 ribu meter.

Perluasan terminal ini diharapkan rampung hingga 2017 ke depan sehingga mampu menampung penumpang hingga 50 juta orang.

Menurut Syafri, bandara Internasional Hasanuddin Makassar sudah masuk dalam kategori padat atau lampu merah. Kepadatan tersebut berdasarkan lalu lintas ke luar masuk pesawat dan pertumbuhan penumpang yang terus meningkat. Oleh karena itu pihaknya terus melakukan pengembangan dari sisi penambahan fasilitas dan perluasan demi menambah kenyamanan penumpang dan maskapai.

Sumber:http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/02/06/bandara-hasannuddin-makassar-kembangkan-proyek-airport-city

Tips Jitu Menabung untuk Travelling

“Darimana uangnya?”, “Enggak punya uang ah”. Jawaban-jawaban seperti itulah yang kurang lebih muncul saat ada ajakan untuk mempersiapkan diri melancong ke luar negeri.

Memang, selain ketersediaan waktu, uang adalah faktor yang paling menentukan dalam mewujudkan mimpin melakukan perjalanan wisata.

Nah, Sama dengan impian atau cita–cita lainnya, melancong juga harus diusahakan dan membutuhkan perjuangan yang tidak ringan. Salah satu perjuangan yang harus dipersiapkan adalah: menabung.

Tidak memerlukan pemikiran yang rumit untuk menabung demi melancong atau jalan–jalan. Tapi, darimana uangnya? Ya, tentu dari penghasilan kita sendiri.

Menabung mata uang asing
Karena mata uang yang paling “laku” di dunia ini adalah dollar Amerika Serikat, maka cara menyimpan uang yang paling efektif untuk melancong adalah dalam mata uang tersebut.

Tiap negara memang memiliki aturan sendiri tentang Dollar AS. Di Indonesia termasuk yang paling rewel, tidak boleh lecek, rusak, noda, dan makin besar pecahannya akan semakin berharga.

Tidak di negara lain, bahkan di negara-negara Asia. Mereka tetap mau menerima pecahan dollar berapapun, dan kondisi apapun, kecuali sobek parah tentunya. Nilai tukarnya sama, tak beda antara uang mulus dan uang kusam.

Uang dollar yang kita miliki tak harus kita simpan di bank. Kita bisa menukar sisa atau tabungan rupiah yang kita miliki tiap minggu atau tiap bulannya ke dalam pecahan dollar dengan jumlah dan pecahan berapa pun.

Kadang kita mengecilkan uang yang kita miliki, padahal dengan uang yang sedikit itu, kita sudah bisa melihat keindahan dunia. Coba bayangkan, apa arti Rp 100 ribu untuk sehari–hari. Apalagi di kota besar macam Jakarta. Uang sebesar itu hanya habis untuk sekali dua kali makan dan minum di mal.

Sesungguhnya, Rp 100 ribu senilai dengan sekitar 10 dollar AS sama dengan harga tiket bus dari Ho Chi Minh, Vietnam ke Pnompenh, Kamboja. Artinya, uang yang kita anggap nilainya biasa saja ternyata bisa membawa kita ke dua negara, Vietnam dan Kamboja.

Selain dollar AS, Euro dan Poundsterling juga merupakan mata uang yang seksi untuk disimpan, karena laku di banyak negara. Kecuali, jika sudah tahu negara atau tempat tujuan, kita bisa langsung membeli mata uang negara yang dituju.

Menabung tidak harus uang
Menabung untuk melancong atau traveling tidak harus uang. Kita bisa menyimpang kebutuhan saat di perjalanan dengan cara mencicil. Misalnya, bulan pertama mengeluarkan uang untuk beli tiket perjalanan, bulan kedua untuk  booking hotel/guesthouse, ketiga untuk beli perlengkapan perjalanan, bulan–bulan selanjutnya bisa menabung uang tunai sebagai biaya selama perjalanan.

Menabung juga terkait dengan waktu. Semakin banyak tenggang waktu semakin besar jumlah uang yang bisa ditabung. Banyaknya waktu yang tersisa juga membuka kesempatan lebih besar mendapatkan promo atau diskon yang ditawarkan perusahaan penerbangan dan hotel.

Setidaknya, enam bulan adalah waktu yang lebih dari cukup untuk mendapatkan tiket promo penerbangan dan penginapan. Bisa juga sambil mencari tawaran promo atau diskon tempat wisata macam wahana bermain, tempat belanja, dan lokasi sejenisnya.

Rekening tabungan terpisah
Namanya uang, kalau ada di depan mata pasti panas untuk digunakan. Penyelesaiannya adalah dengan membuka rekening tabungan terpisah dari rekening tabungan untuk kebutuhan sehari–hari.

Selain untuk menabung, ATM-nya juga bisa berguna untuk tarik tunai saat di perjalanan, termasuk di luar negeri. Penggunaan ATM saat di perjalanan, juga cara aman untuk menyimpan uang.

Berbagai bank nasional memberikan layanan tarik tunai di luar negeri. Memang ada biaya administrasi setiap tarik tunai, rata–rata Rp 25.000 –Rp 50.000 sekali tarik tunai.  Harus diwaspadai, ada beberapa negara yang rentan kejahatan kartu plastik semacam ini, ada baiknya berkonsultasi dengan pihak bank.

Jangan utang untuk liburan
Adalah tabu berhutang untuk jalan-jalan. Termasuk utang dengan kartu kredit. Berutang tidak akan membuat perjalanan menjadi menyenangkan malah justru menyiksa. Beban membayar utang saat pulang akan membuat keuangan pribadi anda menjadi tidak sehat.

Kalaupun harus menggunakan kartu kredit, setidaknya sejumlah yang masih mampu dilunasi dua-tiga kali pembayaran tiap bulannya.  Jangan sampai sepulang dari jalan–jalan, masih harus membayar utang selama enam bulan sampai Satu tahun.

Dan, tips terakhir adalah, penting untuk mementukan tujuan dan lama perjalanan sesuai kemampuan.  Jangan memaksakan diri berlibur ke tempat yang mahal hanya untuk bergaya atau maksud pamer dengan lingkungan.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2013/07/07/1654553/Tips.Jitu.Menabung.untuk.Travelling

Main HP di Pesawat, Traveler Ini Didenda Rp 7,5 Juta

Tak sedikit traveler yang menyepelekan larangan menggunakan ponsel ketika berada di pesawat, seperti yang dilakukan penumpang Jetstar. Akibatnya, ia terkena didenda sampai Rp 7,5 juta. Aduh!

Adalah Grant Elton King, nama traveler asal Australia yang terkena denda akibat menyalakan ponsel di dalam pesawat. Tahun lalu, ia menumpang maskapai Jetstar pada penerbangan rute Sydney menuju Gold Coast, Queensland.

Sama seperti penerbangan lainnya, penerbangan dengan Jetstar juga melarang penumpangnya untuk menyalakan ponsel selama di pesawat. Namun King tampaknya tak mengindahkan larangan tersebut.

Ia tetap nekat menyalakan ponselnya untuk mengirim pesan dan melakukan beberapa panggilan telepon. King juga mengabaikan peringatan yang diberikan pramugari padanya. Lebih parah lagi, selain tetap menyalakan ponsel, King juga menolak untuk mengenakan sabuk pengaman selama penerbangan.

Akibat ulahnya tersebut, King ditahan oleh Polisi Federal Australia begitu pesawat mendarat di Bandara Gold Coast. Baru pada 20 Januari 2013 kemarin, King akhirnya mengakui kesalahannya atas pelanggaran UU Penerbangan Sipil pada 11 Juni 2013.

Pengacara King, Michael McMillan mengatakan King ketika itu menelepon karena hal yang penting. Ia pun tidak tahu bagaimana mematikan teleponnya karena masih baru.

Mendengar alasan tersebut hakim Ron Kilner tertawa. Ia mengatakan alasan tersebut adalah sampah.

“Praktek keamanan dengan mematikan ponsel dan menganakan sabuk pengamanan ketika naik pesawat sudah begitu terkenal,” tutur Kilner seperti dilongok dari News.com, Senin (27/1/2014).

Menurut Kilner, perilaku ini adalah sikap melawan. Untuk itu, pada awalnya King terancam terkena hukuman maksimum denda AUD 1.700 (Rp 18 juta) untuk tidak mematikan ponsel. Ia juga terancam terkena denda maksimal AUD 4.750 (Rp 50 juta) untuk tidak mengenakan sabuk pengaman.

Namun McMillan meminta keringanan dengan mengatakan King sedang menjalankan hukuman percobaan di New South Wales akibat perbuatan menguntit. Akhirnya hakim memutuskan untuk menghukum King dengan denda AUD 500 (Rp 5,3 juta) untuk tidak mematikan ponsel dan AUD 200 (Rp 2,1 juta) untuk tidak mengenakan sabuk pengaman.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2014/01/27/124357/2479157/1382/main-hp-di-pesawat-traveler-ini-didenda-rp-75-juta

Ibu Hamil 9 Bulan Ternyata Masih Bisa Naik Pesawat, Asal…

Ibu hamil adalah traveler yang paling rentan untuk naik pesawat, mengingat penurunan tekanan udara dapat mengganggu mereka. Tapi, penelitian terbaru kalau ibu hamil pun bisa traveling naik pesawat sampai minggu ke-37 kehamilan.

Dilongkok dari Daily Mail, Kamis (23/5/2013), traveling dengan pesawat bukan lagi risiko yang besar bagi ibu hamil dan janinnya, bahkan sampai 3 minggu sebelum kelahiran. Saran terbaru dari dokter mengatakan, kalau ibu hamil yang tidak memiliki komplikasi dan masalah kesehatan dapat terbang sampai di minggu ke-37 atau 9 bulan lebih.

Para ahli dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists pun menjelaskan tentang risiko ibu hamil saat naik pesawat adalah melahirkan prematur di atas ketinggian 35.000 kaki (10.668 m). Para traveler perempuan yang punya risiko melahirkan cepat karena sudah pernah melahirkan sebelumnya, sebaiknya tidak terbang setelah 32 minggu atau 8 bulan.

Rekomendasi ini senada dengan arahan dari International Air Travel Association, namun banyak maskapai yang melarang penumpang hamil untuk terbang kalau sudah 36 minggu atau 9 bulan. Beberapa maskapai, meminta surat dokter untuk yang sudah hamil 28 minggu atau 7 bulan, lengkap dengan diagnosa dan tanggal perkiraan lahir.

Pemindai tubuh di bagian pemeriksaan keamanan bandara juga dinyatakan tidak berbahaya bagi ibu hamil karena rendahnya tingkat radiasi ion. Profesor Ian Greer, dari Universitas Liverpool adalah yang melakukan penelitian terhadap ibu hamil dan penerbangan ini.

“Untuk ibu hamil yang yang mempunyai riwayat keguguran atau kehamilan di luar rahim sebaiknya dilakukan USG terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan,” kata dia.

Amber Howard dari asuransi perjalanan Holiday Safe mengatakan banyak perempuan hamil yang bisa ditinggal terbang jika maskapai menduga mereka telah memasuki minggu-minggu kelahiran. Masih menurut Amber Howard, ibu hamil pun dikhawatirkan tidak bisa meninggalkan pesawat dalam keadaan darurat.

Bila Anda sedang hamil dan ingin melakukan traveling dengan pesawat, sebaiknya meminta saran dari dokter kandungan Anda terkait masalah yang mungkin saja bisa timbul selama di perjalanan.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2013/05/23/124859/2253907/1382/ibu-hamil-9-bulan-ternyata-masih-bisa-naik-pesawat-asal

6 Tips Traveling Bagi Ibu Hamil

Ibu hamil bukan berarti tak bisa traveling. Hanya saja, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan ibu hamil selama traveling, mulai dari pemilihan waktu, persiapan, sampai hal-hal penting saat tiba di tempat tujuan.

Saat hamil, seorang wanita harus benar-benar menjaga kandungannya. Tak boleh beraktivitas berlebihan, apalagi kelelahan. Tapi bagaimana kalau Anda, sebagai ibu hamil, merasa butuh liburan?

Tenang saja, traveling masih bisa dilakukan saat Anda hamil. Tapi setidaknya ada 6 hal penting yang wajib diperhatikan, seperti dilansir dari Huffington Post, Jumat (20/9/2013):

1. Ketahui waktu yang tepat untuk traveling

Mual, pusing, dan rasa tidak nyaman seringkali dialami wanita terutama pada masa awal-awal kehamilan. Maka, waktu paling baik untuk traveling adalah trimester kedua yakni antara bulan ke-4 dan ke-6.

Dokter kandungan ternama asal California, Dr Aron Schuftan, merekomendasikan ibu hamil untuk traveling di usia kehamilan 20-30 minggu. Waktu-waktu yang harus dihindari, selain trimester pertama dan beberapa waktu sebelum melahirkan, adalah minggu ke 36-38.

Selalu konsultasikan ke dokter tentang rencana perjalanan Anda. Adakalanya Anda memang harus menunda traveling kalau jabang bayi berada dalam kondisi riskan. Kalau Anda akan melahirkan dalam jangka waktu kurang dari 30 hari, jangan lupa minta surat keterangan dokter. Surat itu seringkali diminta beberapa maskapai, tentunya kalau Anda traveling naik pesawat

2. Pilih destinasi yang dekat

Kalau sedang hamil, usahakan jangan traveling ke tempat-tempat jauh. Bolehlah ke luar negeri, tapi usahakan jam terbang tak terlalu lama. Singapura atau Malaysia bisa jadi pilihan bagi orang Indonesia.

Atau lebih baik, pilihlah destinasi domestik. Tak mesti naik pesawat, Anda bisa melakukan perjalanan naik mobil ke kota terdekat dan menikmati suasana baru. Kalau berencana menginap di vila gunung, ingat, ibu hamil tidak dianjurkan untuk tidur di ketinggian lebih dari 3.600 mdpl.

3. Bawa catatan berkas kehamilan

Ke manapun tujuan Anda, sesimpel apa pun itinerary Anda, bawalah terus catatan medis dari dokter. Sebelum Anda pergi, sebaiknya cari info tentang rumah sakit dan fasilitas medis di tempat tujuan. Dalam hal ini, asuransi kesehatan berperan penting.

Kalaupun Anda harus mendapat perawatan medis di tempat tujuan, bawalah semua berkas dan catatan medis kembali ke rumah. Anda akan butuh catatan itu saat kembali kontrol ke dokter langganan.

4. Lebih baik, traveling naik mobil!

Traveling naik pesawat memang lebih cepat dan menghemat waktu. Tapi bagi ibu hamil, mobil rupanya jadi alat transportasi paling tepat untuk traveling.

Alasannya tentu saja demi kenyamanan selama perjalanan. Ibu hamil butuh bergerak dan peregangan. Anda bisa berhenti di beberapa tempat untuk menghirup udara segar.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah letak seatbelt. Pakailah seatbelt tepat di bawah perut, jangan melintang di atas perut. Lebih baik, perjalanan naik mobil dibatasi hanya 6 jam per hari.

5. Minum yang banyak dan bawalah camilan sehat

Ibu hamil harus minum banyak air putih, untuk menjaga tubuh agar tetap terhidrasi. Minumlah banyak air mineral, terutama kalau Anda traveling naik pesawat. American Pregnancy Association menjelaskan, ibu hamil harus minum air putih setidaknya 8-12 gelas tiap hari.

Untuk menjaga agar kadar gula dalam tubuh tidak drop, makanlah camilan sehat. Anda bisa membawa buah-buahan, baik yang segar maupun yang kering seperti kismis, untuk camilan sehat selama perjalanan.

6. Perbanyak peregangan

Peregangan adalah hal yang wajib dilakukan ibu hamil. Selama traveling, mungkin Anda tak punya cukup waktu untuk peregangan. Tapi, bukan berarti Anda harus melakukan yoga saat perjalanan.

Kalau traveling naik mobil, berhentilah beberapa kali. Berjalanlah ke kamar mandi, atau menghirup udara segar. Ibu hamil perlu gerak untuk melancarkan peredaran darah. Oleh karena itu, selama traveling, sebaiknya Anda mengenakan pakaian yang longgar dan nyaman.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2013/09/20/152751/2364835/1048/3/6-tips-traveling-bagi-ibu-hamil

Tips Travelling untuk Wanita

Bagi sebagian orang beriwisata kesuatu tempat seorang diri adalah kegiatan yang cukup mengasyikan. Dengan berwisata seorang diri kita akan mendapatkan teman baru diperjalanan, pengalaman unik dan menarik, serta sesuatu hal yang tak mungkin untuk dilupakan.

Namun tak semua orang berani untuk berwisata sendiri khususnya bagi seorang wanita. Padahal saat ini semakin banyak wanita yang berpergian bahkan berkeliling dunia sendirian, namun tetap aman sampai ke tempat tujuan.

Nah, bagi Anda yang masih belum percaya diri untuk melakukan travelling seorang diri, berikut ghiboo bagikan beberapa tips travelling seorang diri, khususnya bagi para wanita yang berhasil ghiboo kumpulkan dari berbagai sumber.

1. Persiapkan segala sesuatu yang anda butuhkan dalam perjalanan Anda

Kumpulkan semua segala informasi mengenai tempat yang akan Anda tuju, termasuk penginapan dan sarana transportasi disana. Hindari memesan penginapan saat tiba di tempat tujuan agar Anda tidak kesulitan akomodasi.
2. Bawa barang secukupnya

Konon, bila sedang ingin berpergian wanita terkadang membawa barang yang cukup berlebihan. Inginnya segala rupa dibawa; aneka model baju, sepatu, sandal, aksesoris, alat mandi, berbagai benda untuk perawatan kulit dan rambut, dan sebagainya. Hal ini harus dihindari, yakinlah bahwa makin banyak barang yang Anda bawa, makin banyak pula barang yang tak terpakai di perjalanan dan hanya menjadi beban. Pastikan membawa barang bawaan yang hanya diperlukan. Ingat bahwa the lighter you travel, the cheaper.

3. Jaga penampilan

Menjaga penampilan agar selalu menarik memang penting, tapi sadarilah bahwa Anda sedang menjadi tamu, sehingga ada yang harus di-tone down. Kenakan pakaian yang pantas dan tidak mengundang orang lain untuk berbuat jahat. Sebelum berangkat carilah informasi mengenai budaya dan norma lokasi tujuan Anda, karena hal tersebut biasanya mencakup aturan berpakaian. Gunakan pakaian yang pantas dan nyaman, pakaian tersebut juga akan mempermudah anda saat berkeliling ke tempat-tempat wisata.

4. Jangan memakai barang berharga berlebihan

Wanita yang berpergian sendiri dan menggunakan perhiasan berharga mudah menarik perhatian penjahat. Apabila anda tetap ingin menggunakan perhiasan, gunakan perhiasan yang sederhana dan tidak mahal. Lebih baik lagi, apabila anda mengenakan perhiasan souvenir daerah setempat.

5. Selalu waspada

Jangan terlihat takut dimanapun anda berada. Saat berada di tempat yang asing seringkali muncul rasa takut, hal ini justru akan membuat anda terlihat rapuh dan mudah untuk diserang. Terlihat waspada dan sigap akan membuat anda tampak lebih berani sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya hal yang tidak diinginkan.

6. Simpan nomor penting

Bawa selalu nomor-nomor tersebut kapanpun anda berpergian. Nomor-nomor penting tersebut berupa nomor darurat yang dapat dihubungi, nomor rumah sakit, nomor kantor polisi setempat, dan lainnya. Selain itu ingatlah untuk selalu memberi kabar ke keluarga atau orang terdekat lain mengenai lokasi anda berada saat itu agar anda lebih mudah untuk dilacak. Semoga bermanfaat.

Sumber: http://id.berita.yahoo.com/tips-travelling-untuk-wanita-143100069.html

Bandara Tutup 10 Menit

bandara terbanyak

PALEMBANG – Pada 17 Februari nanti, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II akan ditutup selama 10 menit. Dalam waktu itu, tidak ada aktivitas penerbangan, baik datang maupun keberangkatan.
Di hari itu, akan ada Gebyar Dirgantara Sriwijaya di landasan udara (lanud)  base ops atau apron Bandara SMB II. Adapun 10 menit itu digunakan untuk fly pass di atas apron oleh tim Jupiter Aerobatic.
Mereka akan melakukan beberapa manuver udara yang dipastikan mampu mengundang decak kagum semua yang menyaksikan nantinya. Aerobatic show ini akan melibatkan delapan pesawat.
Ada tiga jenis pesawat yang ikut serta dalam fly pass ini, yakni  KT-1, Hercules C 130, dan CN 295.  “Bandara SMB II tutup sementara. Tidak lama, hanya 10 menit. Kami telah berkoordinasi  dengan PT Angkasa Pura (AP) II,” ungkap Danlanud Palembang, Letkol Pnb Ramot Sinaga SE, kemarin (3/2).

Dijelaskan Ramot, pesawat tim Jupiter ini juga diminta untuk terbang rendah di atas Jembatan Ampera. Tim yang terbentuk tahun 2010 ini merupakan generasi ketiga. Tim ini pernah tampil di Thailand, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Ini juga akan mengikuti ASEAN Air Show di Singapura.

“Sebelum ke Singapura, mereka mampir ke Palembang dan memutari Kota Palembang untuk menyapa masyarakat. Dan sebelum pulang ke Jakarta nanti, tim ini akan kembali menyapa masyarakat Palembang,” bebernya.
Ia menambahkan, acara yang dimulai pukul 08.30 WIB hingga 17.00 WIB itu, tak hanya menampilkan aerobatic show. Dalam Gebyar Dirgantara Sriwijaya itu, ada juga static show berupa pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU, TNI AD, dan kepolisian. Dari lanal, akan mendirikan tenda dan membagikan brosur informasi. Acara dimeriahkan pula oleh keikutsertaan anggota IMI, komunitas motor modifikasi, off road, dan motor gede.

Akan ada lomba fotografi, workshop, dan mewarnai yang melibatkan masyarakat Palembang. Untuk menyaksikan semua itu, masyarakat tidak dikenakan biaya sedikit pun. “Acara ini akan dihadiri gubernur dan wali kota serta unsur Muspida,” imbuh Ramot.

Terpisah, Kepala Divisi (Kadiv) Ops PT AP II, Syamsudin mengatakan, sampai saat ini, belum ada surat  resmi terkait rencana penutupan sementara landasan Bandara SMB II untuk aerobatic show TNI AU.
“Kami tunggu koordinasi TNI AU untuk penutupan pada 17 Februari itu. Kalaupun mau ditutup 10 menit, tidak masalah karena tidak merugikan. Penutupan tersebut nanti akan diatur sehingga operasional bandara tidak terganggu,” pungkasnya. (cj7/ce4/ndy)

Sumber: http://sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=34612:fly-pass-di-atas-apron-smb-ii-dimeriahkan-pameran-alutsista&catid=48:sumsel&Itemid=73

 

Bandara Internasional Lombok Jadi Pintu Masuk Wisman Tertinggi

Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat sepanjang 2013 menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara dengan kenaikan jumlah kunjungan tertinggi.

Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin, pada Senin 3 Februari 2014, mengatakan secara kumulatif, sepanjang tahun lalu jumlah kunjungan turis asing ke Indonesia mencapai 8,80 juta kunjungan, atau naik 9,42 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kenaikan jumlah kunjungan terjadi di sebagian besar pintu masuk utama dengan persentase kenaikan tertinggi di pintu masuk Bandara Internasional Lombok yang naik 137,08 persen, diikuti Bandara Adi Sucipto (Yogyakarta) naik 45,98 persen, dan Minangkabau, Sumatera Barat naik 34,69 persen,” ujar Suryamin seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, jumlah kunjungan turis asing mengalami penurunan pada enam pintu masuk dengan penurunan tertinggi di Bandara Adi Sumarmo, Jawa Tengah yang turun 17,93 persen, dan terendah di Pelabuhan Tanjung Priuk, DKI Jakarta yang turun 1,42 persen.

Dia memaparkan di antara 19 pintu utama, jumlah kunjungan turis asing ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai masih menjadi yang terbanyak. Pada Desember 2013, jumlah kunjungan naik 10,28 persen dibanding bulan yang sama tahun 2012, yakni dari 264.400 kunjungan menjadi 293.000 kunjungan.

Menurut survei terhadap turis asing yang dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun lalu menyimpulkan, bahwa rata-rata lama tinggal turis asing di Indonesia pada tahun lalu turun 0,05 persen dibanding tahun sebelumnya yakni dari 7,70 hari menjadi 7,65 hari.

Namun, penurunan lama tinggal tersebut tidak berdampak pada rata-rata pengeluaran turis asing per kunjungan yang naik 0,74 persen, dari US$1.133,81 menjadi US$1.142,24.

Begitu juga dengan rata-rata pengeluaran turis asing per hari yang naik sebesar 1,42 persen yakni dari US$147,22 pada 2012 menjadi US$149,31 pada 2013.

Adapun seiring dengan peningkatan jumlah kunjungan dan pengeluaran turis asing per kunjungan, penerimaan devisa pariwisata pada tahun lalu diperkirakan mencapai US$10,1 miliar atau naik 10,99 persen jika dibanding penerimaan devisa pada tahun sebelumnya yang sebesar US$9,1 miliar.

Lebih lanjut dia menuturkan tingkat penghunian kamar hotel berbintang pada Desember 2013 di 23 provinsi di Indonesia mencapai rata-rata 55,91 persen atau naik 0,06 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Desember 2013, tingkat penghunian kamar hotel tertinggi tercatat di Lampung sebesar 76,20 persen, diikuti Sulawesi Tengah sebesar 71,79 persen, dan Kalimantan Barat sebesar 63,42 persen.

Sedangkan tingkat penghunian kamar hotel terendah terjadi di Kepulauan Bangka Belitung yang tercatat sebesar 42,05 persen.

Dia menambahkan jika dirinci menurut provinsi, rata-rata lama menginap tamu asing di Indonesia tertinggi terjadi di Bali yakni 3,84 hari, diikuti Nusa Tenggara Barat selama 2,49 hari, dan Jambi selama 2,06 hari.

Untuk tamu asing, rata-rata lama menginap tertinggi terjadi di Sulawesi Selatan yakni 3,84 hari, sedangkan rata-rata lama menginap tamu asing terpendek terjadi di Jambi, yakni hanya 1,60 hari. (eh)

Sumber: http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/478354-2013–bandara-internasional-lombok-jadi-pintu-masuk-wisman-tertinggi

Tips Mengurangi Ketegangan dalam Penerbangan

Apabila Anda hendak melakukan penerbangan untuk pertama kali, semua hal nampak seperti menakutkan. Belum lagi banyaknya pemberitaan terkait kecelakaan atau pembajakan pesawat.

Buat Anda yang mengalami rasa takut untuk melakukan penerbangan, tips di bawah ini bisa berguna:

Sebelum terbang

Cobalah berbincang dengan penumpang lain untuk mendengarkan cerita perjalanan mereka menggunakan pesawat. Kenyataan yang Anda dapat bahwa penerbangan mereka tak pernah mengalami peristiwa buruk bisa memberi pengaruh baik dan bisa membantu mengurangi ketakutan anda.

Pastikan Anda membawa benda-benda yang mampu mengalihkan perhatian selama perjalanan. Melakukan sesuatu ketika di dalam pesawat seperti membaca akan memfokuskan pikiran anda dari rasa tegang.

Ketika melakukan check-in, usahakan untuk meminta tempat duduk di dekat depan pesawat. Bagian ini cenderung tidak terlalu mengalami lonjakan gelombang yang terlalu banyak. Selain itu disini juga lebih sepi karena anda tidak akan terlalu mendengar suara yang berasal dari mesin pesawat.

Cari pula informasi menanggulangi ketakutan sebelum melakukan penerbangan dari beberapa organisasi yang memang bertujuan untuk membantu orang mengurangi rasa takut sebelum terbang.

Selama penerbangan

Ajak petugas penerbangan untuk berdiskusi seputar permasalahan Anda. Mereka biasanya akan menjawab pertanyaan dan meyakinkan Anda akan merasa nyaman selama perjalanan. Ini bisa memberi sedikit ketenangan.

Ingat untuk menghindari minuman berkafein dan berakohol karena keduanya justru akan membuat anda lebih tegang dan gelisah. Minuman jahe dipercaya cukup efektif untuk membuat Anda lebih tenang.

Jika menginginkan sesuatu yang lebih, beberapa orang merekomendasikan mengambil beberapa obat penenang atau obat lainnya untuk membantu Anda tidur.

Selama di atas pesawat, manfaatkan fasilitas pesawat. Misalnya bermain dan menonton film, atau menyususn puzzle. Semuanya bertujuan untuk menjaga pikiran Anda ke suatu tempat. Ini akan mengalihkan perhatian Anda dan menjaga agar anda tetap santai selama penerbangan.

Sumber : Media Indonesia

http://bandaraonline.com/airlines/tips-mengurangi-ketegangan-dalam

Cuaca

Bali
broken clouds
25 ° C
25 °
25 °
91 %
3kmh
72 %
Sat
29 °
Sun
29 °
Mon
29 °
Tue
30 °
Wed
29 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,334.3
AUD
12,487.7
EUR
20,325.2
CNY
2,538.6
JPY
110.4
SGD
13,621.2