Home Blog Page 147

Kesepakatan Baru Antara Amadeus dan Scoot

Scoot dan Amadeus perbarui kemitraan distribusi mereka, untuk memastikan produk dan harga mereka tetap tersedia di jaringan agen-agen perjalanan global Amadeus.

Tigerair, yang tahun ini diharapkan berada di bawah naungan Scoot, akan turut bergabung bersama Scoot dalam menyediakan konten melalui Amadeus, dengan adanya sebuah nota kesepemahaman yang baru.

Pada 2020, Asia Pasifik diperkirakan akan menerima lebih dari 657 juta pengunjung internasional, dan wilayah ini merupakan wilayah pasar terbesar dan paling cepat berkembang untuk bisnis perjalanan, yang secara tradisional merupakan segmen yang lebih menguntungkan bagi maskapai penerbangan dibandingkan pelancong-pelancong kasual.

Trevor Spinks, Head of Sales and Distribution, Scoot mengatakan, “Kami memiliki jangkauan produk dan jasa yang luas untuk segmen perjalanan perusahaan, dan mendapatkan pangsa yang luas dari pasar ini sangatlah penting. Dari tahun ke tahun, kerjasama kita telah membantu memperluas jangkauan brand kami, melalui jaringan agen-agen perjalanan global yang tak tertandingi, dan kami berharap sebuah kesuksesan yang lebih besar lagi,”katanya.

Untuk koneksi agen-agen perjalanan Amadeus, nota kesepemahaman ini akan melanjutkan komitmen untuk memberikan jangkauan pilihan terbaik agar dapat memenuhi kebutuhan para wisatawan. Minat terhadap anggaran perjalanan yang terjangkau senantiasa meningkat, dan para agen perjalanan sudah dilengkapi dengan baik untuk melayani para calon penumpang.

Agen-agen perjalanan merupakan cara yang efektif dan efesien bagi maskapai penerbangan untuk berhubungan dengan para wisatawan, dan Amadeus menawarkan LCC seperti Scoot dan Tigerair sebuah akses ke jaringan agen-agen perjalanan terluas di dunia. Di saat yang bersamaan, kemitraan seperti ini memberikan agen-agen perjalanan berbagai pilihan yang lebih terjangkau, untuk menjawab permintaan dari pertumbuhan populasi wisatawan yang sadar akan biaya.

Sumber

Batik Air Melebarkan Sayap Dengan Membuka Rute Baru Dari Soekarno – Hatta

Maskapai dengan pelayanan full services Batik Air pada pertengahan April 2017 ini tengah membuka sejumlah rute baru nya dari Bandara Internasional Soekarno – Hatta.

Beberapa kota seperti Ternate melalui Bandara Sultan Babullah, Bandar Lampung, melalui Bandara Internasional Radin Inten II, Gorontalo melalui Bandar Udara Jalaluddin, dan Banda Aceh melalui Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda akan menjadi destinasi rute baru maskapai dibawah naungan Lion Group tersebut.

Batik Air akan terbang setiap harinya dengan jadwal sebagai berikut:

  • ID 6242 // SOEKARNO-HATTA (STD 02.10) – GORONTALO (STA 06.10)
  • ID 6896 // SOEKARNO-HATTA (STD 07.45) – BANDA ACEH (STA 10.35)
  • ID 6140 // SOEKARNO-HATTA (STD 09.45) – TERNATE (STA 15.35)
  • ID 6898 // SOEKARNO-HATTA (STD 14.50) – BANDA ACEH (STA 17.40)
  • ID 6710 // SOEKARNO-HATTA (STD 18.55) – BANDAR LAMPUNG (STA 19.45)
  • ID 6711 // BANDAR LAMPUNG (STD 06.10) – SOEKARNO-HATTA (STA 07.00)
  • ID 6243 // GORONTALO (STD 06.55) – SOEKARNO-HATTA (STA 08.55)
  • ID 6897 // BANDA ACEH (STD 11.15) – SOEKARNO-HATTA (STA 14.05)
  • ID 6141 // TERNATE (STD 16.20) – SOEKARNO-HATTA (STA 18.10)
  • ID 6899 // BANDA ACEH (STD 18.20) – SOEKARNO-HATTA (STA 21.10)

Dalam waktu dekat Batik Air juga akan kembali membuka rute barunya ke daerah – daerah lainnya seperti Manokwari dan bahkan ke beberapa negara di Asia seperti China, Australia, dan India.

Sebelum Lebaran, Maskapai Garuda Indonesia Menargetkan Rute Jakarta – Banyuwangi

Tim dari maskapai Garuda Indonesia telah mendatangi Banyuwangi untuk membahas rencana pembukaan rute penerbangan langsung Jakarta – Banyuwangi. Maskapai plat merah ini menyatakan berminat membuka penerbangan yang digadang-gadang bisa menjadi pengungkit geliat pariwisata bisnis dan pendidikan Banyuwangi. Meski demikian, diakui, ada sejumlah maskapai lain yang juga menyatakan minat menggarap rute Jakarta-Banyuwangi.

Dengan adanya rute Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya, tentu pariwisata, dunia usaha, dan mobilitas orang akan semakin cepat untuk menggerakkan perekonomian lokal.

Sementara itu, dikutip dari infopenerbangan.com, Flora Izza, Vice President PT Garuda Indonesia Region 3 (Jawa Bali dan Nusa Tenggara) mengatakan, potensi pasar di Banyuwangi sangat potensial. Apalagi dengan banyaknya kunjungan wisatawan ke Banyuwangi. Sehingga untuk transit point, yang dulunya harus transit ke Surabaya terlebih dahulu, kini bisa diperpendek hanya di Jakarta saja.

Rute Jakarta-Banyuwangi, kata dia, diharapkan bisa terealisasi sebelum lebaran. Sehingga saat arus mudik dan libur lebaran, bisa melayani pemudik dan wisatawan yang pasti membeludak.

Guna Menghemat Perawatan, GMF dan Jet Parts Engineering Menjalin Kerjasama

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF), menyelenggarakan acara ‘Asia Cost Savings Symposium 2017’ di Pan Pacific Nirwana Resort, Bali. Acara ini terselenggara atas kerja sama GMF dengan produsen PMA (Parts Manufacture Approval) asal Amerika, Jet Parts Engineering.

Pada acara yang diselenggarakan dari tanggal 12 hingga 14 April ini dibahas mengenai pengalaman penghematan biaya perawatan pesawat dan ‘best practice’ dari masing-masing sektor bisnis.

Biaya perawatan pesawat menghabiskan sekitar 40 persen dari total biaya operasional operator pesawat. Acara ini terselenggara atas kerja sama GMF dengan produsen Parts Manufacture Approval asal Amerika, Jet Parts Engineering.

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 70 orang pelaku bisnis Aviasi dari seluruh kawasan Asia, di antaranya Operator Pesawat, MRO, dan juga Badan Otoritas penerbangan.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman Jet Parts yang mempercayakan GMF sebagai authorized distributor produk Jet Parts Engineering di kawasan Asia.

Perubahan Iklim Sebabkan Turbulensi Pada Pesawat

Tim peneliti dari jurusan Meteorologi Universitas Reading, Inggris mengungkapkan, bahwa perubahan iklim yang terjadi di dunia memang membuat kondisi awan berubah dengan cepat. Hal ini berakibat pada performa pesawat saat terbang yang semakin sering terkena turbulensi udara, seperti dilansir dari Cosmopolitan.

Studi ini menjelaskan, peningkatan kadar CO2, sebagian besar diakibatkan “berkat” aktivitas manusia yang dimana akan membuat pesawat semakin sulit untuk menavigasi arah mata angin, sehingga menyebabkan resistensi dan ketidak stabilan pesawat. Dengan menggunakan simulasi komputer, para peneliti mengukur efek peningkatan CO2 dua kali lipat di atmosfer pada ketinggian 39.000 kaki, dan hasilnya tidak baik.

Peningkatan karbon dioksida ini menurut tim peneliti akan mengakibatkan naiknya turbulensi ringan hingga 50 persen, turbulensi sedang hingga 75 persen dan turbulensi moderat yang diperkirakan akan meningkat hingga 94 persen.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Paul William juga menyebut, pesawat diproyeksikan akan mengalami turbulensi hampir parah hingga 127 persen dan turbulensi yang parah hingga 149 persen. William juga menambahkan, untuk sebagian penumpang, turbulensi ringan bukanlah hal masalah dan tidak akan mengurangi kenyamanan mereka, sedangkan penumpang yang sering alami gugup, pasti akan merasa tertekan ketika terjadi turbulensi yang ringan.

Hal pertama yang harus dilakukan ketika terjadi turbulensi adalah untuk tetap tenang dan jangan panik. Walaupun lampu seat belt telah dimatikan, ada baiknya penumpang tetap memakai seat belt mereka demi keamanan. Turbulensi adalah perubahan kecepatan aliran udara yang menyebabkan goncangan pada tubuh pesawat, baik kecil maupun besar. Turbulensi pada dasarnya merupakan hal yang wajar.

Selain CAT (Clear Air Turbulence), salah satu penyebab terjadinya turbulensi adalah Awan. Awan adalah gambaran dari keadaan udara yang tidak stabil. Salah satu jenis awan yang paling berbahaya adalah cumolonimbus.

AP II Keluhkan Lahan Parkir Pesawat di Soekarno Hatta Penuh

Tiket Pesawat ke Banten
Ilustrasi Bandara Soekarno-Hatta

Angkasa Pura II berkomitmen memberikan pelayanan terbaik serta melindungi para pengguna bandara. AP II juga berkomitment menerapkan praktik tata kelola perusahaan yang baik, meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat umum dan lingkungan sekitar bandara tapi bagaimana jika AP II mengeluhkan penuhnya lahan parkir di Bandara Soekarno-Hatta? Hal itu lantaran banyaknya pesawat yang parkir di Bandara Soekarno-Hatta pada waktu yang lebih awal.

“Jadi begini misalnya mereka nge-RON (Remind Over Night alias menginap di bandara) nya malam. Mereka landing di mana? Misalnya jam sembilan malam, jam dua malam sih oke aja buat kita. Tapi ada maskapai yang nge-RON jam sekarang, sore. Setengah tiga atau jam lima sore. Saya rasa di samping produktivitas mereka tidak tinggi, itu juga membebani kapasitas di apron kita, parking stand,” kata Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin seusai menerima kunjungan kerja Menteri Pariwisata Arief Yahya di Kantor Angkasa Pura II, Banten, seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (17/4/2017)

Menurutnya, saat ini Bandara Soekarno Hatta telah dipenuhi sebanyak 149 pesawat per hari. Awalludin mengatakan seharusnya maskapai-maskapai bisa memanfaatkan bandara-bandara lain di bawah pengelolaan Angkasa Pura II untuk parkir.

“Orang (pesawat) itu mau landing di Soekarno Hatta, malam itu mereka gak masalah. Gak papa mereka landing di atas jam 11 malam. Karena saya (pesawat) landing jam satu malam, pesawat saya malam gak papa tapi kan saya harus langsung nge-RON. Kalau saya landing gimana saya mau parkir, wong parkirnya sudah penuh 149 pesawat,” jelasnya.

Awalludin mengatakan saat ini Angkasa Pura II memprioritaskan pesawat-pesawat berbadan besar yang bisa parkir di Bandara Soekarno Hatta. Ia menyebut jenis pesawat seperti ATR dan Bombardier yang bakal didorong di luar Bandara Soekarno Hatta. Dengan demikian, pesawat berbadan besar bisa mendapatkan kesempatan masuk ke Bandara Soekarno Hatta. Ia bakal memberikan insentif khusus bagi pesawat yang ingin parkir di luar Bandara Soekarno Hatta.

“Bisa gak kamu ke sana (parkir di luar Soekarno Hatta), parking fee-nya saya (Angkasa Pura II yang bayar). Kita bebasin deh landing fee dan parking fee-nya. Ini yang kita dorong,” jelasnya.

Adapun bandara-bandara yang berada di bawah pengelolaan Angkasa Pura II adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Internasional Kuala Namu (Medan), Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Bandara Sultan Syarif Kasim II (Riau), Bandara Minangkabau (Padang), Bandara Supadio ( Pontianak), Bandara Raja Haji Fisabilillah (Bintan, Kepulauan Riau), Bandara Sultan Thaha (Jambi), Bandara Radin Inten II (Bandar Lampung), Bandara Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh), dan Bandara Silangit (Sumatera Utara).

Kemenpar Beri Insentif ke Citilink Untuk Destinasi Wisata Baru

Maskapai Berbiaya Murah (LCC) Citilink Indonesia menyambut baik inisiatif Kementerian Pariwisata dalam memberikan insentif penerbangan ke destinasi wisata baru yang belum memiliki konektivitas yang baik.

“Citilink siap membantu program Kemenpar dalam meningkatkan konektivitas udara di Indonesia dengan pasar-pasar utama. Ini merupakan upaya untuk melanjutkan kesepakatan yang telah dicapai direksi sebelumnya,” ujar Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta.

Dalam diskusi itu, Kementerian Pariwisata juga menggandeng Citilink Indonesia untuk mengerucutkan upaya membangun “Spirit Indonesia Incorporated” guna mengembangkan pariwisata di tanah air.

Menteri Pariwisata Arief Yahya kemudian mendorong Citilink untuk membuka rute ke destinasi wisata baru yang belum memiliki konektivitas yang baik dengan menyatakan kesiapan pemberian insentif kepada anak perusahaan Garuda Indonesia ini.

“Kemenpar siap untuk memberikan insentif bagi Citilink dan maskapai lainnya yang membuka ‘chartered flight’ (penerbangan carter) dengan rute baru yang belum diterbangi sebelumnya, baik dari atau ke kota baru di Indonesia, maupun kota baru di negara pasar,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya pada kesempatan tersebut.

Menurut Arief, melayani rute baru di destinasi yang masih belum memiliki konektivitas yang baik memang menjadi tantangan tersendiri dengan istilah “playing in the green field” atau bermain di tempat yang benar-benar baru.

Sumber

Apa yang Terjadi Jika Tidak Aktifkan Airplane Mode Saat Naik Pesawat?

Sinyal ponsel bisa merusak komunikasi dan navigasi pesawat.

Mengapa ponsel harus dalam kondisi airplane mode?

Anda pasti tahu bahwa sinyal ponsel bisa merusak komunikasi dan navigasi pesawat. Hal itu biasanya diumumkan pramugari sebelum lepas landas. Saat itu juga biasanya pramugari meminta semua penumpang untuk mematikan ponsel terlebih dahulu.

Ponsel Anda baru boleh diaktifkan kembali saat pesawat mengudara. Dengan catatan ponsel harus dalam status airplane mode. Federal Aviation Administration (FAA) menjelaskan bahwa frekuensi radio dari ponsel atau gadget lainnya bisa sangat sensitif dan mengganggu komunikasi dan navigasi pesawat.

Hal tersebut berpengaruh terhadap keselamatan Anda sendiri sebagai penumpang pesawat. Lalu bagaimana jadinya jika Anda tidak atau lupa mengaktifkan airplane mode?

Mengutip situs Smarter Travel, ponsel atau gadget Anda akan terus mencoba mendapatkan koneksi pada setiap menara komunikasi di daratan terdekat. Hal itu terjadi selama pesawat mengudara. Tak hanya mengganggu bagi sinyal komunikasi dan navigasi, hal tersebut juga berpengaruh bagi ponsel Anda sendiri. Ponsel akan sangat cepat kehabisan daya baterai karena berusaha menjangkau sinyal.

“Sinyal ponsel tidak bekerja dengan baik jika mengikuti kecepatan dan ketinggian pesawat,” tutur Chief Operating Officer dari Gogo, John Wade.

Gogo adalah perusahaan teknologi yang menghadirkan koneksi WiFi dalam pesawat seperti Delta Airlines, United Airlines, dan lainnya. Masalah selanjutnya, bagaimana dengan WiFi di pesawat? Apakah juga akan mengganggu komunikasi dan navigasi?

Rupanya WiFi dalam pesawat adalah pilihan yang tepat karena berbasis satelit. Bukan berbasis menara komunikasi seperti yang ada di daratan. Namun, selama Anda tidak memesan WiFi on Board atau WiFi dalam pesawat sangat dianjurkan untuk mengaktifkan airplane mode karena ini demi keselamatan Anda sendiri.

Pilot Garuda Indonesia Apresiasi Kinerja ATC AirNav Indonesia

Pilot Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA441 dengan rute Lombok-Jakarta mengapresiasi kinerja ATC AirNav Indonesia yang bertugas pada jumat malam (14/4). Apresiasi dilayangkan via grup obrolan daring yang berisi pilot dan ATC AirNav. Pilot mengapresiasi kesigapan petugas ATC memberikan prioritas kepada pesawat Garuda yang akan melakukan pendaratan di Bandara Soekrano-Hatta.

Sebelumnya pada pukul 21:25 WIB (14:25 UTC) pesawat GA441 dari Lombok tujuan Jakarta melaporkan kepada petugas ATC AirNav Indonesia di Cabang Utama Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) bahwa terdapat penumpang yang sakit dalam penerbangan tersebut. ATC yang bertugas merespon laporan tersebut dengan baik dan segera memberikan prioritas kepada GA441 untuk segera mendarat. ATC kemudian segera menginformasikan kepada Qatar Airways mengenai situasi yang tengah dihadapi oleh GA441. Qatar Airways yang semula mendapatkan giliran untuk mendarat lebih dulu dari GA441 menerima instruksi dari ATC dan memberikan GA441 kesempatan untuk mendarat lebih dulu. GA441 mendarat dengan selamat pada pukul 21:39 WIB (14:39 UTC).

Corporate Secretary AirNav Indonesia Didiet K.S Radityo dalam siaran tertulisnya mengatakan, hal diatas adalah implementasi komitmen setiap personel AirNav Indonesia yang terus mengedepankan keselamatan dan mematuhi prosedur standar operasional (SOP) yang berlaku. ”Tindakan Controler tersebut mengacu pada Advisory Circular (AC) 170-02 tahun 2009 mengenai prosedur standar operasional dalam pelayanan lalu lintas udara, di mana salah satunya mengatur mengenai pemberian prioritas kepada pesawat terbang yang sedang membawa orang sakit yang membutuhkan penanganan medis”.

Sebagai informasi, selain itu penerbangan lain yang dimungkinkan untuk mendapatkan prioritas adalah penerbangan yang harus segera mendarat karena alasan keselamatan (mesin rusak, bahan bakar menipis, dsb.), pesawat terbang kesehatan (hospital aircraft), pesawat terbang yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dan pesawat terbang lainnya yang dikhususkan oleh peraturan tertentu.

Pilih Mana Tidur di Bandara atau Hotel Transit Saat Pesawat Delay?

Pernahkah Anda mengalami kejadian penerbangan ditunda atau dibatalkan dimalam hari?. Bila pernah mengalami penerbangan ditunda saat malam hari pasrti Anda merenungkan pertanyaan berikut – saya tidur di bandara atau mencari hotel transit terdekat?

Di websitenya Bandara Network bagus sekali dalam mengulas pro dan kontra dari kedua pilihan tidur di bandara atau di hotel transit. Berikut ini beberapa pertimbangan antara tidur di bandara atau di hotel transit:

  • Hotel : kenyamanan, akses ke toilet dan kamar mandi berada dalam kondisi yang lebih baik untuk sehari, walaupun harus dengan  membayar sedikit biaya tambahan. Akan tetapi mungkin bisa ada waktu untuk mencari penerbangan murah besuknya.
  • Bandara : kenyamanan tidur yang buruk, rasa kurang nyaman saat didatangi oleh staf keamanan bandara dan perlunya menjaga barang Anda. Kelebihanannya akan mendapatkan penghematan.

Terlepas dari apakah Anda berencana untuk menginap semalam di bandara atau dipaksa untuk melakukannya, maka Anda harus siap menjalaninya. Berikut ini tips yang bisa membuat malam lebih nyaman bertahan di bandara :

  • Pada saat kondisi tidak memungkinkan tidur di kursi dan tidur di lantai tidak menjadi pilihan (karena tidak memiliki kantong tidur atau tidak diperbolehkan), maka sebaiknya membawa  sebuah bantal tiup, sedikit kasur atau setidaknya selimut tebal. Anda mungkin perlu sesuatu untuk duduk.
  • Sebuah bahan bacaan / mp3 player / laptop – setidaknya salah satu dari ini tampaknya sangat diperlukan dalam kasus Anda tidak bisa tidur. Dengan telinga atau mata ditutup bersama akan membantu Anda mudah tertidur.
  • Cairan antiseptik / serbet – kebersihan bandara tidak selamanya baik
  • Makanan & air – ingat toko-toko bandara akan ditutup pada malam hari.
  • Ruang keberangkatan tidak harus menjadi tempat terbaik – Anda bisa berjalan-jalan dan pastikan Anda tidak melewatkan tempat yang lebih baik seperti McDonald atau mushola bandara. Yang penting membuat kita nyaman!

Indahnya Karang Menjulang di Pantai Gigi Hiu Lampung

Keindahan batu karang menjulang tinggi yang berbentuk runcing

Menilik lagi keindahan pantai Indonesia di Pantai Pegadungan atau biasa disebut Pantai Gigi Hiu, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Untuk menikmati keindahan Pantai Gigi Hiu, Anda harus menempuh perjalanan 3-4 jam dari Bandar Lampung. Akses menuju lokasi ini cukup sulit karena lokasinya sangat terpencil. Pantai Gigi Hiu berada tak jauh dari Teluk Kiluan.

Untuk mencapai ke lokasi wisata ini Anda harus menghadapi jalan yang penuh rintangan yaitu jalan terjal dan curam. Namun, tenang saja karna di wisata ini tersedia jasa ojek yang sudah pengalaman dan terbiasa melewati rute tersebut. Lokasi Gigi Hiu sendiri adalah sebuah daerah yang cukup jauh dari lingkungan penduduk dan juga keramaian.

Sesampainya Anda di gerbang pintu masuk Teluk Kiluan Anda lanjutkan menuju Desa Puyung yang merupakan desa terakhir yang bisa di akses dengan kendaraan roda empat. Dari Desa Puyung, lokasi Pantai Gigi Hiu sudah dekat yaitu membutuhkan waktu 50 menit untuk sampai ke lokasi yang bisa ditempuh dengan ojek yang tersedia di area tersebut.

Jalan ekstrim, berbatu, naik turun hutan bambu akan Anda lewati. Biaya ojek di wisata ini berkisar antara Rp 150 ribu itu sudah pulang pergi. Namun dibalik semua itu Anda akan dimanjakan dengan pemandangan indah di sepanjang perjalanan.

Itulah lokasi dari Pantai Gigi Hiu berkat adanya tebing-tebing yang menyerupai gigi dari hewan laut yang cukup ganas yakni, Hiu. Dengan keeksotisannya itu pula lokasi ini disebut sebagai Batu Layar karena batunya yang berkembang bagaikan perahu layar.

Tips Mengurangi Ketegangan dalam Penerbangan

Tidur nyenyak di pesawat tidak selamanya mudah. Ini 8 hal yang harus di hindari

Apabila Anda hendak melakukan penerbangan untuk pertama kali, semua hal nampak seperti menakutkan. Belum lagi banyaknya pemberitaan terkait kecelakaan atau pembajakan pesawat.

Buat Anda yang mengalami rasa takut untuk melakukan penerbangan, tips di bawah ini bisa berguna:

Sebelum terbang

Cobalah berbincang dengan penumpang lain untuk mendengarkan cerita perjalanan mereka menggunakan pesawat. Kenyataan yang Anda dapat bahwa penerbangan mereka tak pernah mengalami peristiwa buruk bisa memberi pengaruh baik dan bisa membantu mengurangi ketakutan anda.

Pastikan Anda membawa benda-benda yang mampu mengalihkan perhatian selama perjalanan. Melakukan sesuatu ketika di dalam pesawat seperti membaca akan memfokuskan pikiran anda dari rasa tegang.

Ketika melakukan check-in, usahakan untuk meminta tempat duduk di dekat depan pesawat. Bagian ini cenderung tidak terlalu mengalami lonjakan gelombang yang terlalu banyak. Selain itu disini juga lebih sepi karena anda tidak akan terlalu mendengar suara yang berasal dari mesin pesawat.

Cari pula informasi menanggulangi ketakutan sebelum melakukan penerbangan dari beberapa organisasi yang memang bertujuan untuk membantu orang mengurangi rasa takut sebelum terbang.

Selama penerbangan

Ajak petugas penerbangan untuk berdiskusi seputar permasalahan Anda. Mereka biasanya akan menjawab pertanyaan dan meyakinkan Anda akan merasa nyaman selama perjalanan. Ini bisa memberi sedikit ketenangan.

Ingat untuk menghindari minuman berkafein dan berakohol karena keduanya justru akan membuat anda lebih tegang dan gelisah. Minuman jahe dipercaya cukup efektif untuk membuat Anda lebih tenang.

Jika menginginkan sesuatu yang lebih, beberapa orang merekomendasikan mengambil beberapa obat penenang atau obat lainnya untuk membantu Anda tidur.

Selama di atas pesawat, manfaatkan fasilitas pesawat. Misalnya bermain dan menonton film, atau menyususn puzzle. Semuanya bertujuan untuk menjaga pikiran Anda ke suatu tempat. Ini akan mengalihkan perhatian Anda dan menjaga agar anda tetap santai selama penerbangan.

Cuaca

Bali
broken clouds
29.1 ° C
29.1 °
29.1 °
67 %
4.2kmh
80 %
Sat
28 °
Sun
29 °
Mon
30 °
Tue
30 °
Wed
30 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,334.3
AUD
12,480.7
EUR
20,325.2
CNY
2,538.6
JPY
110.4
SGD
13,621.2