Home Blog Page 114

Berpergian Menggunakan Pesawat Saat Hamil? Simak Tipsnya Dari Citilink

Setiap maskapai di Indonesia memberlakukan peraturan yang berbeda-beda mengenai ibu Hamil yang akan terbang dengan pesawat. Karena itu, ibu hamil yang ingin terbang dengan pesawat, ada beberapa peraturan yang perlu diperhatikan dengan seksama agar penerbangan dengan calon bayi berlangsung aman dan tanpa masalah.

Nah, untuk yang memerlukannya, kira-kira inilah peraturan untuk ibu hamil yang tidak banyak diketahui penumpang akan ketentuan pada saat akan terbang khususnya untuk penumpang hamil, dari banyaknya ditemukan case terkait, Citilink membuat peraturan yang perlu diperhatikan untuk ibu hamil yang akan terbang dengan maskapai Citilink.

Adapun para penumpang yang sedang hamil dan terbang dengan Citilink harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Demi keselamatan dan kenyamanan penerbangan, penumpang yang sedang hamil berkewajiban untuk memberitahukan kepada kami kondisi kehamilannya pada saat memesan kursi dan pada saat melapor di konter Check-in dan wajib memiliki surat rekomendasi terbangdari Dokter dan mengisi surat pernyataan yang dikeluarkan oleh Citilink.
  2. Penumpang diharuskan menyerahkan surat keterangan dokter yang mengkonfirmasikan usia kehamilan telah masuk ke minggu ke berapa dan bahwa penumpang dalam kondisi fit untuk bepergian kepada petugas konter check in kami.
  3. Masa berlaku Surat keterangan Dokter tersebut adalah 7 (tujuh) hari sejak tanggal dikeluarkannya.
  4. Penumpang harus menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban terbatas Citilink pada saat melakukan check-in untuk membebaskan Citilink dari pertanggungjawaban yang timbul dari hal tersebut.
  5. Kehamilan antara 32 minggu hingga 35 minggu (inklusif): Penumpang hanya boleh melakukan penerbangan tidak lebih Dari 3 jam (180 menit).
  6. Kehamilan lebih dari 35 minggu: Penumpang tidak diperkenankan untuk menumpang Citilink.

Apa yang Menarik di Sade?

Sade adalah kehidupan serba tradisional dan natural. Disini Anda akan menemui populasi umat Islam suku Sasak dengan rumah yang terbuat dari bambu bertatapkan alang-alang. Dusun Sade terletak di kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, berjarak 30 kilometer dari Mataram.

Dusun ini berada di tepi jalan raya Praya-Kuta. Anda tidak akan sulit menemukannya karena terdapat papan besar penunjuk tempat. Selain adanya penunjuk, corak dusun yang begitu unik membuat tempat ini amat mudah dikenali.

Corak pertama menarik adalah konstruksi rumahnya. Bisa dilihat dari bangunan rumah yang terkesan sangat tradisional. Atapnya dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah.

Suku sasak adalah suku asli Lombok yang menganut agama Islam Wektu Telu yakni Islam yang memiliki unsur-unsur Hindu Budha. Selain umat Muslim, dusun ini juga dihuni kelompok minoritas Bodha. Penganut Bodha masih mempercayai animisme berpadu dengan Buddhisme. Masyarakat dusun Sade memang menolak modernisasi. Mereka nyaman hidup dengan cara mereka sendiri.

Sade adalah cerminan suku asli Sasak Lombok. Desa Sade masih menyuguhkan suasana perkampungan asli pribumi Lombok. Tak heran jika kehidupan tradisional masih sangat kental disini. Wanita dusun Sade bermatapencaharian sebagai penenun. Mereka mampu menghasilkan tenun ikat yang indah khas Lombok dan menjadi pilihan cinderamata wisatawan baik mancanegara maupun domestik. Sedangkan kaum pria-nya berprofesi sebagai petani.

Meski terletak persis di samping jalan raya aspal nan mulus, penduduk Desa Sade di Rembitan, Lombok Tengah masih berpegang teguh menjaga keaslian desa. Orang Sasak Sade menamakan bangunan itu ‘bale’. Ada delapan bale yaitu Bale Tani, Jajar Sekenam, Bonter, Beleq, Berugag, Tajuk dan Bencingah. Bale-bale itu dibedakan berdasarkan fungsinya. Ada 150 Kepala Keluarga (KK) di Sade. Dulu, penduduknya banyak yang menganut Islam Wektu Telu (hanya tiga kali sholat dalam sehari).

Anda tidak akan rugi berkunjung ke Dusun Sade. Tidak hanya disuguhi kehidupan yang masih alami, tetapi juga budaya seperti kesenian dan tarian. Tarian Oncer dan kesenian Gendang Beleq adalah budaya yang paling populer di dusun ini.

Intip Tips Ini Agar Tak Tersesat Saat Menunaikan Haji

Musim haji akan telah tiba, namun, selalu menjadi kendala untuk calon jamaah haji asal Indonesia yakni umur yang berangkat haji rata-rata sudah memasuki usia senja. Tentu  akan mengalami kesulitan untuk menghapal beberapa tempat saat haji karena banyaknya manusia yang berkumpul. Ada baiknya Anda baca tips berikut ini untuk menghindar tersesatnya saat melakukan prosesi haji ;

Pertama, ketika Anda tiba di suatu tempat kenali dulu sekeliling tempat tersebut, misalnya, gedung hotel, pintu masuk, atau memberi tanda lainnya yang memudahkan. Bila perlu foto  untuk mengingat jalan pulang.

Kedua, jangan lupa membawa kartu identitas yang biasa disimpan tas dan gelang haji saat prosesi haji. Dan, masukan juga kartu maktab dan kartu bus agar bila tersesat bisa menunjukkan kepada petugas sehingga memudahkan jalan pulang.

Ketiga, hati-hati terhadap arus manusia yang ada pada saat prosesi haji karena Anda bisa terbawa ke bukan tempat tujuan Anda. Ingat ketika sudah terbawa jangan sampai panik. Tetap tenang, lihat kondisi sekitar dan hubungi petugas yang ada.

Keempat, catat nomor ketua regu, ketua rombongan dan ketuga kloter agar bisa menghubungi bila suatu saat nanti tersesat.

AP II Siapkan Paket Insentif Baru Untuk Maskapai

Tahun ini merupakan pembuktian dukungan PT Angkasa Pura II (AP II) dalam berkontribusi memajukan industri penerbangan. Pada penerbangan domestik tanggal tersebut, cash incentive yang diberikan sebesar 17 persen dari biaya Jasa Pendaratan (landing charge), lalu 8 persen dari biaya Jasa Counter  (counter fee) dan 45 persen dari biaya Jasa Aviobridge.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, Angkasa Pura II memberikan insentif berupa cash incentive  kepada maskapai yang melayani penerbangan domestik pada tanggal 17 Agustus 2017 di seluruh bandara di bawah pengelolaan perusahaan.

“Pada penerbangan domestik tanggal tersebut, cash incentive  yang diberikan sebesar 17 persen dari biaya Jasa Pendaratan (landing charge), lalu 8 persen dari biaya Jasa Counter (counter fee) dan 45 persen dari biaya Jasa Aviobridge,” jelasnya.

Awaludin menambahkan dalam waktu dekat AP II meluncurkan kembali progam insentif AP II dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-72 telah diberikan kepada maskapai dengan total penumpang sebanyak 214.273 dalam 1.837 penerbangan pada17 Agustus lalu di 13 bandara AP II.

“Ke depannya pola pemberian insentif ini akan terus dilakukan, baik berupa cash incentive  maupun yang bersifat noncash incentive. Noncash incentive bisa dalam bentuk  join promotion  dengan cara publikasi secara gratis di media-media promosi di bandara agar informasi terkait rute-rute maskapai bisa diketahui publik dan pada akhirnya meningkatkan traffic  maskapai tersebut,” ujar Awaluddin.

Program insentif juga untuk mendukung AP II dalam mencapai target jumlah penumpang di 13 bandara sebanyak 104 juta penumpang, di mana hingga semester I/2017 telah tercatat sebanyak 49,83 juta penumpang. Sementara itu, pergerakan pesawat pada Januari-Juni 2017 tercatat sebanyak 397.792 dan hingga akhir tahun ini ditargetkan mencapai 756.943 pergerakan.

Promo Sriwijaya Group, Terbang 12 Kali Gratis Satu Kali Penerbangan

Perusahaan penerbangan Sriwijaya Air memperpanjang program 12+1 yaitu setiap 12 tiket (rute berbeda, nama sama) yang diterbitkan untuk periode tertentu, penumpang berhak atas satu tiket gratis. Kesempatan bagus disediakan perusahaan penerbangan Sriwijaya Air bagi penumpang. Mulai 1 Agustus 2017 hingga 31 Januari 2018.

Distrik Manager Sriwijaya Air Group, Yohanes Panggabean, menuturkan program ini berlaku nasional sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan. Cukup dengan nama yang sama pada 12 tiket penerbangan, akan mendapatkan satu tiket gratis.

“Ini merupakan promo dalam rangka 14 tahun Sriwijaya AirGroup mengudara di Indonesia,” ujar Yohanes.

Promo ini, lanjutnya menyasar customer  yang loyal terbang bersama Sriwijaya Air. Bukan saja promo 12 penerbangan gratis satu tiket, Sriwijaya Air, lanjut Yohanes juga memberikan diskon 10 persen untuk guru.

“Saat ini konsep yang tidak jauh beda kita buat lebih nasional,” katanya.

Bukan saja promo 12 penerbangan gratis satu tiket, Sriwijaya Air mempromosikan yang berlangsung hingga Januari 2018 serta memberikan diskon 10 persen untuk guru, karena ini berawal dari program yang telah dulu hadir di Pontianak. Kala itu jumlah penerbangan menuju Bandung dan Yogya oleh guru termasuk diminati. Dua kota tersebut menjadi lokasi melanjutkan sekolah bagi anak-anak mereka.

Asik! Jasa Porter Soetta Digratiskan

Bila selama ini jasa pelayanan porter atau jasa mengangkat barang di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dikenakan biaya tertentu, mulai Agustus ini PT Angkasa Pura II (Persero) (AP) meniadakan transaksi jasa porter.

Peran para porter akan lebih sebagai airport helper  seperti yang telah diterapkan di Terminal 3, di mana mereka bertugas mengumpulkan troli dan tetap membantu mengangkut barang bawaan calon penumpang.

Branch Communication Manager  Bandara Soekarno-Hatta, Dewandono Prasetyo Nugroho memberi keterangan tentang ini,”Transaksi jasa porter kini telah ditiadakan, alias dijadikan layanan secara gratis atau cuma-cuma,” katanya.

Dia menambahkan, pihak AP II berkomitmen selalu memperbaiki dan menyempurnakan aspek pelayanan kepada penumpang pesawat udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Peran porter menjadi airport helper seperti yang telah diterapkan di Terminal 3, di mana mereka bertugas mengumpulkan troli dan tetap membantu mengangkut barang bawaan calon penumpang.

Pras menjelaskan, manajemen porter berada di bawah naungan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) oleh PT Angkasa Pura Solusi, anak usaha PT Angkasa Pura II. Selain itu, tujuan dari meniadakan transaksi jasa porter dalam rangka mengubah layanan di Bandara agar serupa dengan Bandara internasional lainnya. Di mana lebih mengedepankan sistem self service.

Tujuan dari meniadakan transaksi jasa porter dalam rangka meningkatkan layanan di Bandara Soekarno-Hatta agar seperti bandara internasional lainnya. Menurut Pras, penghapusan layanan jasa porter berbayar diharapkan menghilangkan terjadinya transaksi yang tidak sesuai tarif. Kebijakan menggratiskan layanan porter ini telah berlaku sejak pekan lalu.

“Meski mengedepankan cara self service  seperti bandara kelas dunia, kami memandang tetap perlu ada petugas pengumpul troli dan airport helper  untuk saat ini,” tambah Pras.

Empat Bandara di Inggris Tak Ramah Difabel

Empat bandara di Inggris diminta untuk memperbaiki layanan dan fasilitas bagi para difabel. Otoritas Penerbangan Sipil (Civil Aviation Authority/CAA) menyatakan empat bandara tidak ramah difabel dan mendapatkan nilai buruk terkait aksesibilitas, yaitu Bandara Heathrow, Bandara Exeter, Bandara Manchester, dan Bandara East Midlands.

Laporan CAA tersebut berharap dapat meningkatkan aksesibilitas perjalanan udara, sehingga jumlah penumpang difabel yang melakukan penerbangan bisa lebih meningkat. Menurut CAA, bandara yang berkinerja buruk selalu bermasalah dengan waktu tunggu calon penumpang dan staf makanan yang tidak profesional.

“Mengatasi masalah yang diangkat dalam laporan ini merupakan prioritas bagi kami. Kami mohon maaf kepada mereka yang telah terkena dampak, juga karena adanya penundaan kontrak kami dengan standar layanan baru yang lebih tinggi untuk memastikan penumpang yang memerlukan bantuan khusus, dapat menerima layanan yang layak mereka dapatkan,” ujar juru bicara Bandara Heathrow, seperti dikutip The Independent.

Richard Moriarty, Direktur Konsumen dan Pasar CAA mengatakan, “Penerbangan Inggris harus bangga jika jumlah penumpang difabel meningkat. Survei kami, bersama dengan penelitian bandara sendiri, telah menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi di antara penumpang difabel dan kami telah melihat beberapa contoh layanan terbaik,” katanya

“Namun, East Midlands, Exeter, Heathrow, dan Manchester telah kehilangan harapan kami dan kami telah mendapatkan komitmen dari mereka untuk melakukan perbaikan. Kami akan memantau pelaksanaannya dalam beberapa bulan mendatang untuk memastikan layanan bagi penumpang difabel terus meningkat,” tambah dia.

CAA juga menemukan, jumlah penumpang difabel Inggris yang bepergian dengan transportasi udara hanya tumbuh lebih dari dua pertiga sejak 2010. Angka ini jauh melebihi pertumbuhan penumpang secara keseluruhan selama periode yang sama.

Sriwijaya Air Raih BARS Gold dari Flight Safety Foundation

Komitmen Sriwijaya Air dalam menjaga aspek keselamatan penerbangan kembali dibuktikan dengan keberhasilan meraih sertifikat Basic Aviation Risk Standard  (Bars) dengan status Gold. Bars merupakan standar pengelolaan aktivitas penerbangan berbasis resiko. Sertifikat Bars Gold Sriwijaya Air berlaku mulai dari 12 Juni 2017 hingga 12 Juni 2019.

BARS status GOLD ini diberikan oleh Flight Safety Foundation, sebuah organisasi independen yang mempunyai misi meminimalkan resiko dan meningkatkan keselamatan penerbangan di seluruh dunia. Flight Safety Foundation  yang berkantor pusat di Virginia, Amerika Serikat didirikan oleh Jerome F. “Jerry” Lederer pada tahun 1947.

Senior Manager Corporate Communications PT Sriwijaya AirGroup, Agus Soedjono menuturkan, mendapat pengakuan dari organisasi independen yang mempunyai misi meminimalkan resiko dan meningkatkan keselamatan penerbangan di seluruh dunia tidaklah mudah.

“BARS dengan status Gold  ini merupakan status yang paling tinggi setelah status Green  dan Silver. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa Sriwijaya Air merupakan salah satu maskapai penerbangan yang sangat patuh dan concern  terhadap aspek safety  di dunia penerbangan,” kata Agus.

Keberhasilan tersebut, kata Agus, akan dijadikan pemicu semangat untuk bisa memperoleh pengakuan yang lebih tinggi lagi dari lembaga-lembaga penerbangan internasional.

“Ke depan Sriwijaya Air menjadi semakin yakin dalam berupaya memperoleh sertifikasi keselamatan penerbangan yang lebih tinggi, seperti IATA  Operation Safety Audit (IOSA),” tambahnya.

Agus berharap ke depannya Kemenhub dapat memunculkan terobosan baru lainnya dalam meningkatkan kualitas transportasi di Indonesia. Selain untuk memperoleh pengakuan dan kepercayaan dari dunia Internasional, tujuan Sriwijaya Air dalam meningkatkan dan menjaga keselamatan dalam penerbangan adalah untuk menyelaraskan langkah dengan program Pemerintah yang berkeinginan untuk menekan angka kecelakaan transportasi udara.

Sebagai mitra, keberadaan dan kinerja positif Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk Sriwijaya Air dinilai banyak membantu dalam hal pengembangan perusahaan. Kedepannya Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bisa dapat meningkatkan kualitas safety  (keselamatan), security  (keamanan) dan service  (layanan) transportasi di Indonesia.

Garuda Indonesia Terbangkan 107.526 Jemaah Haji

Maskapai nasional Garuda Indonesia pada hari Sabtu (26/08) kemarin, telah berhasil menyelesaikan masa keberangkatan penerbangan haji dengan menerbangkan sebanyak 107.526 jemaah calon haji dengan ketepatan waktu (on time performance/OTP) sebesar 98,2 persen.

Calon jemaah haji tersebut diterbangkan dari sembilan embarkasi yang terbagi dalam 277 kelompok terbang (kloter). Terdiri dari embarkasi Banjarmasin sebanyak 5.510 jemaah, embarkasi Balikpapan sebanyak 5.746 jemaah, embarkasi Banda Aceh sebanyak 4.463 jemaah, embarkasi Jakarta (22.790 jemaah), embarkasi Lombok (4.546 jemaah), embarkasi Medan (8.375 jemaah), embarkasi Padang (6.337 jemaah), embarkasi Solo (33.892 jemaah) dan embarkasi Makassar (15.867 jemaah).

Keberangkatan dilakukan dua gelombang, yaitu gelombang pertama ke Madinah dan kedua ke Jeddah. Pelaksanaan gelombang pertama jemaah haji menuju Madinah ini dimulai pada 28 Juli 2017 hingga 11 Agustus 2017. Sementara gelombang kedua dimulai pada 12 Agustus 2017 hingga 26 Agustus 2017 menuju Jeddah.

Untuk kepulangan juga dilakukan dalam dua gelombang dari Jeddah dan Madinah. Gelombang pertama kepulangan jemaah haji akan dimulai pada 6 September 2017 hingga 21 September 2017 dari Jeddah. Untuk gelombang kedua dimulai 22 September 2017 hingga 6 Oktober 2017 dari Madinah.

Pada pelaksanaan operasional penerbangan haji tahun 2017/1438H ini, Garuda Indonesia menyiapkan sebanyak 14 pesawat berbadan lebar (wide body) yang terdiri dari tiga pesawat Boeing 747-400, lima pesawat Boeing 777-300 ER, dan enam pesawat Airbus 330-300.

Sebelas di antaranya merupakan pesawat sendiri dan sisanya merupakan pesawat sewa. Jumlah pesawat yang dioperasikan pada musim haji tahun 2017 tersebut menyesuaikan dengan peningkatan trafik Jemaah haji pada tahun 2017/1438H ini.

Pesawat N219 PTDI Menarik Perhatian Sejumlah Maskapai

PT Dirgantara Indonesia merupakan industri pesawat terbang satu-satunya di Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara. Sejak didirikan pada 26 April 1976, perusahaan ini telah memproduksi berbagai pesawat terbang, helikopter, senjata, dan menyediakan jasa pemeliharaan untuk mesin-mesin pesawat.

Pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia sudah resmi diluncurkan dan tengah menjalani masa uji terbang. Meski belum diproduksi massal, sejumlah maskapai mulai mengajukan penawaran untuk membeli pesawat berteknologi avionik itu. Direktur Utama PT DI Budi Santoso mengakui hal tersebut. Namun ia belum menyodorkan kontrak kerja sama lantaran pesawat N219 masih dalam proses penyempurnaan.

“Banyak yang sudah mau beli, cuma balik lagi ya, saya ingin setelah ini (test flight) ya. Tapi saya belum berani sampai mengatakan kontrak. Kontrak ini harus saya yakin dengan pesawatnya. Ini kan masih perlu tes dan perbaikan,” ucap Budi.

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) telah melakukan test flight kedua purwarupa atau prototype pesawat N219 di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara, Rabu (23/8). PT DI menargetkan pesawat sudah lolos seluruh rangkaian tes pada tahun 2018. Sehingga pada tahun 2019 pesawat N219 sudah dapat dipasarkan.

Tanpa menyebut nama maskapai yang dimaksud, Budi mengatakan dirinya kerap dihubungi oleh seorang pejabat disalah satu maskapai yang ingin menjadi konsumen pertama N219. Saat ini ada salah satu maskapai yang telah berani memesan 50 unit langsung. Namun ia enggan membocorkan calon pembeli N219 tersebut.

Garuda Indonesia Perluas Jaringan Penerbangan Dengan Vietnam Airlines

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menandatangani kerja sama dengan Vietnam Airlines terkait penambahan pelayanan rute penerbangan. Melalui kerja sama kedua maskapai penerbangan itu, nantinya Vietnam Airlines bisa menjual tiket penerbangan Garuda Indonesia dan sebaliknya.

Direktur Utama Pahala N Mansury mengatakan, masing-masing maskapai hanya memasukkan dua rute dalam kerja sama tersebut. Untuk penerbangan Indonesia, Vietnam Airlines akan menawarkan rute Denpasar dan Surabaya. Sementara, rute penerbangan Vietnam yang dapat dipilih, yakni Hanoi dan Saigon.

“Kami kan sudah kerja sama dengan Vietnam Airlines mulai tahun 2006, diperbaharui tahun 2013. Rute awalnya Saigon-Jakarta,” ujarnya.

CEO Vietnam Airlines Duong Tri Thanh mengungkapkan Indonesia menjadi negara yang sangat dikenal penduduk ASEAN, terutama di Vietnam. Hal ini terutama terkait keindahan alam yang dimiliki Indonesia.  Perihal inilah Duong Tei Thanh mengaku masih belum puas dengan penerbangan yang dilakukan Vietnam Airlines selama ini dengan rute Ho Chi Minh-Jakarta.

Duong Tei Thanh mengungkapkan banyak warga Vietnam yang ingin berwisata di Indonesia. Tidak hanya itu, dengan adanya pasar bebas ASEAN, juga memberikan peluang warga Vietnam untuk berbisnis di Indonesia. Saat ini Vietnam merupakan salah satu negara di ASEAN yang pertumbuhan pengguna transportasi penerbangan yang cukup tinggi bersandingan dengan Myanmar.

“Penumpang dari Vietnam ke Indonesia saja tahun lalu sekitar 50 ribu orang, sementara dari Indonesia ke Vietnam itu sekitar 70 ribu orang dan ini akan terus bertambah,” tegas dia.

Pesatnya pertumbuhan penumpang transportasi udara membuat Indonesia menjadi negara dengan pembelian pesawat terbanyak ketiga, setelah China dan India. Kuatnya perkembangan dan pertumbuhan industri aviasi Indonesia akan membuka peluang-peluang baru bagi bisnis penerbangan. Selain itu, kuatnya pertumbuhan ekonomi, yang didukung dengan berkembangnya juga segmen kelas menengah, akan semakin mempromosikan perjalanan udara.

Citilink Terbangkan 19.472 Jemaah Umrah di Semester 1 2017

Citilink Indonesia telah menerbangkan 19.472 jemaah umrah ke Tanah Suci sepanjang semester I 2017. Jumlah tersebut 54 persen lebih tinggi dari target yang telah ditetapkan manajemen Citilink sebelumnya.

“Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan target yang ditetapkan sebelumnya sebanyak 12.600 jemaah,” kata Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo, 23/08/17.

Juliandra menuturkan bahwa penerbangan umrah yang diselenggarakan Citilink telah berlangsung sejak 2015. Penerbangan umrah tersebut dilaksanakan dengan skema charter melalui kerjasama dengan beberapa mitra agen perjalanan atau travel agent.

Selama penerbangan umrah, Citilink memberikan layanan ekstra lain yang dapat menunjang keamanan dan kenyamanan jemaah. Layanan ekstra tersebut meliputi makanan dan minuman yang disediakan untuk jemaah selama penerbangan serta fasilitas baggage through sehingga bagasi jemaah dapat diangkut langsung dari daerah asal ke Jeddah.

Menurut Juliandra, keunggulan tersebut membuat pesawat tersebut memiliki jarak tempuh yang lebih panjang dan daya angkut yang lebih besar. Pesawat ini pun dapat menghemat waktu penerbangan Jakarta-Jeddah hingga satu jam dari sebelumnya 13 jam menjadi 12 jam. Penerbangan umrah Jakarta-Jeddah yang biasanya ditempuh dengan dua kali transit di Medan dan India akan berkurang menjadi satu kali transit, yaitu di India, untuk keperluan pengisian bahan bakar.

Layanan penerbangan umrah Citilink menggunakan pesawat jenis terbarunya yaitu Airbus A320NEO untuk meningkatkan kenyamanan jemaah selama perjalanan dari dan menuju ke Tanah suci dan hemat bahan bakar hingga 15 persen dan menghemat biaya hingga delapan persen.

Cuaca

Bali
overcast clouds
26.9 ° C
26.9 °
26.9 °
91 %
1.4kmh
100 %
Thu
26 °
Fri
27 °
Sat
28 °
Sun
27 °
Mon
29 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,089.3
AUD
11,977.9
EUR
19,956.1
CNY
2,502.8
JPY
107.1
SGD
13,382.0