Kelakuan Pramugari dan Penumpang Ini Bikin Geleng Kepala

161
Pesawat Flybe

Ada ada saja peristiwa di penerbangan. Kelakuan pramugari dan penumpang ini bikin geleng kepala. Kejadian ini terjadi saat seorang penumpang mengancam akan buang air kecil di lantai saat pesawat hendak take off. Melihat kejadian ini akhirnya pramugari malah minta berhenti kerja. Ada ada saja ya airporters.

Sebuah pesawat Flybe terbang dari Birmingham menuju Amsterdam. Pesawat ini terpaksa kembali lagi ke Birmingham karena ada kejadian yang tidak mengenakan.

Seorang penumpang yang bernama Tabberner dan 3 temannya bersikap kasar dan ‘agresif’ selama penerbangan. Hal ini terlihat ketika pesawat take off, Tabberner memaksa untuk menggunakan kamar kecil atau lavatory.

Seorang awak kabin bernama Robyn Pascoe, mencegat aksi Tabberner. Pascoe meminta Tabberner untuk kembali ke kursinya sampai lampu sabuk tanda pengaman dipadamkan.

Namun Tabberner tetap berusaha untuk masuk ke kamar kecil. Tabberner bahkan mengancam akan pipis di lantai kalau tidak diperbolehkan untuk menggunakn kamar kecil.

Demi keselamat penumpang, sang awak kabin tetap memaksa Tabberner untuk kembali ke kursinya. Hal ini diungkapkan oleh Pascoe di persidangan.

Beberapa saat setelah lepas landas, Pascoe mengatakan bahwa kapten sudah memberikan tanda OK kepada awak kabin untuk pindah kabin. Kemudia Pascoe langsung menuju ke kamar kecil.

Setelah selesai menggunakan kamar kecil, Pascoe kaget karena ternyata Tabberner sudah berdiri di depan pintu kamar kecil.

“Saya mengatakan kepadanya bahwa dia harus kembali ke tempat duduknya saat tanda sabuk pengaman masih menyala,” Ujar Pascoe.

Tabberner tak menghiraukan perkataan Pascoe. Tabberner malah bertindak agresif dengan melambaikan tangan dan berteriak kepada Pascoe.

“Anda ke toilet, kenapa saya tidak?” bentak Tabberner kepada awak kabin.

Pascoe yang sudah menjadi awak kabin selama 7 tahun, merasa sangat terganggu dengan tindakan Tabberner. Pascoe mengklaim bahwa perilaku Tabberner membuatnya sangat cemas sehingga akhirnya dia berhenti dari pekerjaannya setelah 7 tahun di udara.

Baca juga:  IATA: Prioritaskan Keselamatan Penerbangan

Tabberner akhirnya kembali ke tempat duduknya, setelah dilerai oleh awak kabin lainnya. Tabbener pun mengatakan bahwa ia benar-benar ingin menggunakan toilet, bahkan rasanya ingin meledak sejak pesawat boarding.

Tabberner juga mengklaim bahwa dia meminta maaf kepada sesama penumpang begitu kapten mengumumkan bahwa pesawat tersebut menuju ke Birmingham. Dia dan teman-temannya dikawal dari pesawat oleh polisi, menurut Birmingham Mail, Australian news, dan Fox news.

Meskipun demikian, hakim mendapati Tabberner bersalah dan memintanya untuk membayar denda sebesar USD 2.700 atau Rp 36.000.000 untuk biaya pengadilan dan kompensasi.

Previous articleIni Rahasia Bagasi Penumpang Bisa Muncul Duluan
Next articleYuk Mengenal Black Box Pesawat