Garuda Indonesia Tunjuk Direktur Utama Baru

127
Juliandra Nurtjahjo menggantikan Richard Budihadianto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama GMF sejak tahun 2007.

Garuda Indonesia pekan lalu mengumumkan pengangkatan Juliandra Nurtjahjo sebagai Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF) yang merupakan anak usaha Garuda Indonesia yang bergerak dibidang pemeliharaan dan perbaikan pesawat terpadu termasuk layanan perbaikan mesin dan komponen pesawat. Juliandra Nurtjahjo menggantikan Richard Budihadianto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama GMF sejak 2007 silam.

Juliandra mengatakan GMF saat ini melakukan penajaman strategi jangka panjang perusahaan pada 2016–2020 dan berkomitmen untuk mencapai target USD 1 Milyar di 2018 atau dua tahun lebih cepat dari rencana semula. “Di dalam accelerate roadmap ini, pada tahun 2020 pendapatan GMF diproyeksikan sebesar USD 1,6 Milyar atau setara dengan kenaikan 335% dari tahun 2016,” jelas Juliandra.

Untuk mencapai target pendapatan di atas, kata Juliandra, strategi GMF secara besar dibagi dua yaitu organic growth dan inorganic growth. Pertumbuhan organik akan dilakukan melalui pengembangan kapabilitas, optimasi dan ekspansi kapasitas, kerjasama strategis dan pengembangan bisnis baru termasuk di dalamnya masuk ke bisnis General Aviation.

Untuk itu, GMF akan memperkuat portfolio bisnisnya dikomponen dan engine, selain mempertahankan performansi bisnis airframe dan juga mempercepat implementasi milestone perusahaan yang akan berdampak signifikan terhadap pencapaian target pendapatan.

“Kedepannya GMF akan memiliki fasilitas perawatan pesawat di Indonesia Timur untuk mendukung General Avaiation dan footprint di Eropa, Asia Timur dan Timur Tengah untuk menggarap pasar internasional,” tambahnya.

Menurut Juliandra saat ini kekuatan bisnis ditunjang dengan keberadaan empat hangar GMF dimana salah satunya yaitu, Hangar 4 merupakan hangar pesawat narrow body terbesar di dunia.

“Di tengah pesatnya pertumbuhan dan perkembangan industri penerbangan nasional maupun global, GMF bercita-cita mengurangi ketergantungan pemeliharaan pesawat maskapai nasional di luar negeri. Dengan berbagai fasilitas yang ditunjang dengan ribuan tenaga terampil yang ada, GMF yakin dapat memberikan dukungan yang optimal bagi maskapai domestik maupun internasional dalam memenuhi standar keselamatan penerbangan global dan kemudahan memperoleh pasokan suku cadang” kata Juliandra.

Baca juga:  Pemenang dan Peserta #AirportPhotoContest - April 2016

Berawal sebagai Divisi Teknik Garuda Indonesia, GMF resmi berdiri menjadi sebuah Perseroan pada 2002 hingga saat ini. GMF merupakan perusahaan perawatan pesawat terbang yang terbesar di Indonesia yang berkomitmen menciptakan lalu lintas udara yang aman dengan memberi solusi perawatan pesawat terbang yang terpadu dan handal.

Previous articleHari Ini, Bandara Silangit Resmi Dibuka
Next articleIni, Tanda-tanda Anda Butuh Liburan