Batik Air Buka Rute Baru Internasional Denpasar-Chennai India

325

Maskapai penerbangan Batik Air kembali membuka rute baru internasional, dengan pelayanan full services tersebut akan mulai menerbangi Chennai  dengan jadwal satu kali penerbangan perharinya dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali dengan melakukan pemberhentian terlebih dahulu di Kuala Lumpur, Malaysia, dan dengan nomor penerbangan yang sama para penumpang dapat melanjutkan perjalanannya menuju India.

Penerbangan ini pun dibuka secara resmi oleh CEO Batik Air Capt Achmad Lutfie dan dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Infrastruktur Judi Rifajantoro mewakili Menteri Pariwisata.

“Dengan adanya rute baru menuju Chennai ini kami berharap akan dapat semakin mengembangkan pertumbuhan pariwisata di Indonesia dengan mendatangkan wisatawan mancanegara,” ungkap Capt Lutfie.

Ia menambahkan penerbangan dari Denpasar akan berangkat pada pukul 23.10 WITA menuju Kuala Lumpur, dan sesampainya di Ibu Kota Malaysia tersebut Batik Air akan melanjutkan destinasinya menuju Chennai dengan jadwal keberangkatan pukul 06.20 waktu setempat.

Sedangkan penerbangan dari Chennai menuju Kuala Lumpur akan terbang pada pukul 08.55 dan dilanjutkan menuju Denpasar pada pukul 16.35 waktu setempat.

“Hari pertama ini saja keterisian seat mencapai 80 persen. Itu sangat bagus ke depannya bisa lebih,” tuturnya.

Mengenai alasan memilih Kota Chennai, Capt Lutfie mengatakan pihaknya melihat Chennai India pertumbuhan ekonominya tumbuh sangat pesat. Pada Juni 2017 kemarin, Batik Air telah beroperasi melayani beberapa rute internasional barunya yaitu dari Cengkareng menuju Kuala Lumpur dan dari Denpasar menuju Perth, Australia, dan dalam waktu dekat Batik Air akan mulai terbang ke kota lainnya di Australia.

Maskapai yang mulai beroperasi pada 2013 tersebut saat ini mengoperasikan 49 pesawat yang terdiri dari Boeing 737-800/900ER Airbus A320CEO, juga telah mengantongi sertifikasi manajemen keselamatan dan keamanan tertinggi standard internasional yaitu IOSA (IATA Operational Safety Audit) dan pengakuan dari Uni Eropa dengan terbebasnya dari larangan terbang menuju Eropa yang diperoleh pada tahun 2016 silam. Hal tersebut menjadi sebuah pembuktian bahwa Batik Air selalu mengedepankan aspek keselamatan dan kemanan dalam pengoperasiannya melayani para pelanggan setianya.

Baca juga:  Ini Yang Harus Dilakukan Airporters Saat Bawa Benda Tajam Saat Penerbangan
Previous articleAP II Akan Kelola Bandara Kertajati Jawa Barat
Next articleBandara Ini Punya Landasan Yang Berbahaya