6 Festival Budaya di Indonesia, Wajib Datangi Minimal Sekali Seumur Hidup!

16774
Festival Budaya Dieng

Sebagai warga Indonesia, Anda tentunya sudah sadar bahwa Tanah Air kita begitu kaya akan bahasa, budaya, keindahan alam, kuliner, dan sukunya, kan? Meskipun rasanya seumur hidup tidaklah cukup untuk bisa menguak semua rahasia yang ada di bumi Nusantara, ada satu momen di mana Anda bisa menikmati semua pesona Indonesia di setiap wilayahnya, yaitu melalui festival budaya.

Festival budaya di Indonesia bahkan tak hanya bertaraf nasional, tapi juga internasional, lho! Jadi, tak heran kalau banyak turis mancanegara hingga media global yang pasti menyempatkan diri untuk mendatangi setidaknya salah satu festival budaya tradisional di Indonesia. Artinya, tak ada alasan bagi Anda untuk tidak berpartisipasi. Apalagi, Anda bisa dapatkan tiket Susi Air di Traveloka untuk terbang langsung ke lokasi festival budaya yang ingin Anda kunjungi.

Lalu, apa saja ya festival budaya di Indonesia yang wajib Anda kunjungi minimal sekali saja seumur hidup? Cek daftarnya berikut ini terlebih dulu, yuk!

1 Festival Lembah Baliem, Papua

Festival Lembah Baliem

Festival Lembah Baliem adalah festival perang dan antar etnis tradisional yang melibatkan tiga suku di Papua: Dani, Lani, dan Yani. Meskipun adegan perangnya sudah diskenario – seperti penculikan dan perlawanan – senjata yang digunakan adalah senjata tradisional sungguhan, lho! Berlokasi di Lembah Baliem, festival ini adalah momen terbaik bagi Anda untuk berinteraksi dan merasakan sendiri secara langsung kehidupan suku tradisional Papua.

2Festival Karapan Sapi, Madura

Festival Karapan Sapi

Festival Karapan Sapi adalah salah satu daya tarik utama Pulau Madura. Dan bagi masyarakat lokal, festival ini juga merupakan momen bergengsi untuk memamerkan kekuatan sapi mereka. Bahkan, hadiah yang disediakan bagi pemenang karapan sapi bisa mencapai ratusan juta rupiah, lho! Di samping menjadi acara tahunan, karapan sapi juga merupakan status masyarakat Madura untuk meningkatkan derajat mereka di masyarakat. Soalnya, sapi yang jadi pemenang diakui kualitasnya.

3 Festival Budaya Dieng

Dijuluki sebagai Negeri di Atas Awan, Dieng memiliki festival budaya tahunan yang selalu sukses menarik pengunjung lokal maupun internasional. Salah satu atraksi utama Festival Budaya Dieng adalah prosesi pemotongan rambut gimbal pada anak-anak yang diyakini sebagai keturunan dewa, sehingga tidak bisa dipotong secara sembarangan. Selain itu, masih ada juga prosesi pelepasan lampion serta acara musik jazz yang membuat festival internasional ini tak hanya unik, tapi juga romantis.

4 Festival Rambu Solo, Tana Toraja

Lain halnya dengan festival budaya lain, Festival Rambu Solo di Tana Toraja ini justru merupakan upacara perpisahan. Tak hanya itu saja, festival budaya yang satu ini juga menyandang gelar sebagai upacara adat paling mahal di seluruh dunia – biaya yang dibutuhkan keluarga yang ditinggalkan untuk menjalankan prosesi upacara ini bisa mencapai sampai ratusan juta hingga miliaran rupiah, lho! Soalnya, salah satu ritual utamanya adalah proses pemotongan ratusan banteng selama upacara, dan jasad almarhum akan dibawa ke puncak tebing untuk dikuburkan.

5 Festival Budaya Nias

Selain dikenal akan ombaknya yang sangat menarik bagi para peselancar, Nias juga merupakan area yang memiliki begitu banyak situs megalitikum. Di samping itu, masyarakat setempat pun hingga saat ini masih memegang teguh kepercayaan adat mereka, yang diwujudkan lewat penyelenggaraan Festival Budaya Nias. Biasanya, acara ini diselenggarakan di Desa Bawomataluo setiap bulan Agustus. Festival ini bahkan sudah didaftarkan sebagai Warisan Dunia di Unesco pada 2009 sebagai warisan budaya Indonesia. Dan di festival inilah Anda bisa menyaksikan sendiri proses lompat batu khas Nias.

6 Festival Cap Go Meh, Singkawang

Cap Go Meh adalah perayaan penutupan Tahun Baru Cina, yang juga merupakan hari libur besar bagi masyarakat keturunan Tionghoa. Singkawang sendiri adalah pusat dari perayaan Cap Go Meh, dan Festival Cap Go Meh di sini sudah begitu mendunia. Salah satu alasannya adalah atraksi Tatung, di mana para Tatung berada dalam kondisi tak sadar atau “kerasukan”. Dan selama perayaan Cap Go Meh di Singkawang, ratusan Tatung dari penjuru Indonesia datang untuk berpartisipasi dalam acara ini, termasuk Tatung dari Suku Dayak.

Previous article7 Destinasi Bersejarah di Jakarta yang Instagramable
Next article5 Cara Mengamankan Perangkat dan Data Ketika Travelling