Wah, “Traveling” Bisa Kurangi Emisi Karbon Dioksida

72

Industri pariwisata dunia merupakan sektor yang bisa berperan langsung dalam mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) hingga 5 persen. Hal ini menjadi salah satu poin yang dibahas pada Forum Komunikasi Pembangunan Berkelanjutan di Bidang Kepariwisataan di Jakarta, Senin (17/3/2014).

Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Firmansyah Rahim mengatakan, upaya pengurangan emisi karbon bisa dilakukan melalui prediksi dalam penggunaan energi.

“Jika kita tidak menggunakan energi yang besar, kira-kira berapa pengurangan emisi karbon yang tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku industri pariwisata bisa terlibat langsung dalam upaya pengurangan emisi karbon. Seperti dituturkan oleh Koordinator Divisi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Dewan Nasional Perubahan Iklim, Amanda Katili Niode.

“Yang paling penting ramah energi, menggunakan makanan lokal, limbahnya diolah, dan bisa juga dengan menerapkan konsep green building untuk jangka panjang,” tuturnya.

Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu menyampaikan, pembangunan pariwisata berkelanjutan akan lebih menguntungkan secara ekonomi. Walaupun baru terasa dalam jangka panjang.

“Sebagai contoh, hotel yang menggunakan konsep eco green. Biayanya memang lebih mahal di awal, tetapi secara jangka panjang biaya operasionalnya akan lebih murah,” tuturnya.


Penulis: Nicky Aulia Widadio
Editor: I Made Asdhiana
Baca juga:  Imigrasi Indonesia Terapkan Aplikasi Antrian Paspor Online Untuk Meningkatkan Layanan
Previous articleInikah Spesifikasi iPhone 6?
Next articleMau Jalan-jalan ke Hongkong? Perhatikan Sejumlah Aturan Ini!