Tips liburan ke Mesir!

233

Liburan Ke Mesir??? Kenapa tidak? Mungkin Mesir menjadi destinasi wisata anda saat liburan. Di negara ini kita akan di ajak untuk napak tilas ke tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah. Kalau ingin liburan sekaligus belajar sejarah, Mesir adalah gudangnya. Dari mulai sejarah Mesir kuno sampai sejarah peradaban Islam, semuanya akan anda temukan di tempat ini.

 Mempersiapkan segala sesuatu ketika traveling adalah wajib, terutama jika anda akan melakukan travelling ke luar negeri. Perbedaan cuaca, waktu dan makanan menjadi hal yang cukup krusial, sehingga ketiganya butuh perhatian dan persiapan khusus.
Nah, jika anda berencana traveling ke Mesir inilah beberapa hal yang harus menjadi perhatian :
1. Iklim
Ada 3 musim yang berlaku di Mesir, musim dingin, musim semi dan musim panas. Curah hujan hanya 4 kali dalam setahun, jadi di kelembaban udara nyaris tidak ada alias kering.
  • Musim panas mencapai puncaknya pada bulan Juni – September, suhu udara saat musim panas bisa mencapai 45 derajat celcius. Dan di gurun bisa mencapai di atas 50 derajat celcius. Saat musim panas, suhu udara tidak pernah dibawah 30 derajat, jika malam angin yang berhembus juga panas. Alhasil, AC akan senantiasa menyala sepanjang hari.
  • Musim dingin di Mesir biasanya akan mulai pada bulan Oktober dan sudah mulai berakhir pada bulan Februari. Suhu udara pada musim dingin berkisar antara 7 – 18 derajat celcius.
  • Musim semi yaitu bulan Maret – Mei, waktu yang paling pas untuk liburan ke Mesir sebenarnya di musim ini karena suhu udara hampir sama dengan di Indonesia, sejuk walaupun cenderung kering dan tidak lembab. Suhu udara berkisar antara 20-30 derajat celcius.
Jadi jika anda akan travelling ke Mesir lebih baik pada musim dingin atau musim semi. Karena saat musim panas, matahari cenderung tidak bersahabat dengan kulit kita. Kalau orang-orang Eropa sih suka liburannya saat summer, maklum aja mereka terobsesi dengan kulit coklat yang eksotis. Lha kalau kita orang Indonesia? Bisa gosong… hehehe…

2. Makanan
 Jika anda tidak cukup mudah menyesuaikan diri dengan makanan Mesir yang berupa roti-rotian, juga bumbunya yang bikin lidah Indonesia kita jadi terganggu, anda tidak perlu khawatir. Di Mesir terutama di Kairo, anda akan menemukan banyak warung-warung Indonesia. Mau soto kudus, soto betawi, masakan ala warung Padang, bakso, mie ayam, tempe & ayam penyet dan kuliner Indonesia lainnya semuanya ada. Warung-warung itu tempatnya ada di kawasan distrik 10 (Hay Asyir). Di kawasan inilah orang-orang Indonesia terutama mahasiswa banyak bermukim. Kalau ingin dekat dengan tempat ini, hotel atau wisma yang di kelola oleh kelompok kekeluargaan mahasiswa juga ada dengan harga sewa yang relatif murah.
Tapi nggak ada salahnya juga anda coba Tho’miyah dengan roti Isyh, ini makanan khas Mesir yang berkalori tinggi. Jadi dijamin perut anda kenyang  seharian hanya dengan menyantap 3 porsi hehehe… harganya juga murah, hanya sekitar 3 LE (Rp. 4.500) saja anda sudah mendapatkan menu sehat penuh gizi.  Atau Nasi Mandi, makanan khas Yaman dengan ayam atau daging kambing. Yang terakhir ini bikin saya ketagihan loh…

Kalau anda juga terbiasa dengan makan mie instant, nggak usah bawa dari Indonesia. Di Mesir sudah tersedia di baqala atau warung dan supermarket, dari mie kuah, mie goreng bahkan pop mie. Tinggal seduh dengan air panas kan? hmmm… praktis. Harganya juga hanya 1,5 LE (Rp. 2.250).
3. Transportasi
 Jangan khawatir soal transportasi ada banyak moda transportasi terutama di Kairo, walaupun angkutan umum di Kairo tidak lebih baik dari di Jakarta.
  • Taxi, tarif taxi di Mesir tidak terlalu mahal, walaupun kadang-kadang sopir taxi di Mesir agak “nakal” dengan memainkan argonya. Angka kejahatan dengan taxi cukup marak setelah revolusi awal tahun 2011 lalu. Jadi harus selektif memilih taxi, agar anda terhindar dari kejahatan. Tidak ada tips khusus dalam memilih taxi tapi sebaiknya naiklah taxi yang berwarna putih.
  • Metro, ini adalah moda transportasi paling populer bagi masyarakat Kairo. Mirip KRL di Jakarta dan harga tiketnya hanya 1 LE (Rp. 1500). Ketepatan waktunya cukup bisa diandalkan. Namun saran saya, jangan bepergian sendiri tanpa guide jika menggunakan metro. Jangan samakan metro di Kairo dengan subway di Singapura, Kuala Lumpur, Istanbul atau negara-negara maju lainnya yang sistemnya terintegrasi dengan baik sehingga wisatawan yang baru berkunjung pun dijamin tidak tersesat.
photo by Uun Nashikun
  • Bus, ini juga angkutan umum yang paling membingungkan menurut saya hehehe… saya aja mungkin hanya beberapa kali mencobanya. Itupun dipandu oleh mahasiswa yang sudah bertahun-tahun tinggal  di Kairo.
  • Rent Car, nahhh… ini dia moda transportasi paling aman. Jika anda menginap dikawasan Hay Asyir, tanyakan pada mahasiswa yang tinggal di sana dimana tempat menyewa mobil, sekaligus minta mereka jadi guidenya. Yang punya usaha penyewaan mobil biasanya juga mahasiswa Indonesia, biasanya sih per harinya 300-an LE. Tapi jika anda menginap di hotel berbintang di tengah kota, tanyakan pada pihak resepsionis karena mereka biasanya punya link dengan Car Rental. Lebih mahal sih yang jelas, tapi kita akan lebih aman.
4. Perbedaan Waktu
 Ini juga akan menimbulkan masalah, karena beda waktu Mesir dan Indonesia sekitar 5 jam. Jika anda tidak punya waktu lama travelling di Mesir, maka usahakan istirahat dan tidur yang cukup di dalam pesawat. Mungkin penerbangan kurang lebih 11 jam cukup untuk waktu tidur anda. Jangan sampai selama liburan di Mesir, jetlag menjadi masalah untuk jadwal liburan anda.
Nah, itu dia 4 hal yang perlu mendapat perhatian jika akan merencanakan liburan di Mesir. Lain kali, saya akan tuliskan estimasi biaya dan beberapa tempat yang wajib di kunjungi selama di Mesir.

Selamat berlibur…..

Sumber: http://ellys-utami.blogspot.com/2012/06/perhatikan-4-hal-ini-jika-travelling-ke.html