Rupiah Melemah, Maskapai Enggan Transaksi Pake Dolar

19

Hampir 70 persen biaya operasional maskapai ditransaksikan dalam dolar AS, membuat sejumlah maskapai nasional enggan bertransaksi dengan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) untuk mengurangi beban biaya operasional mengingat mata uang rupiah terus melemah hingga ke level Rp13.000.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko mengaku, dampak pelemahan rupiah sangat berpengaruh dalam industri penerbangan, namun dirinya masih mengikuti peraturan. Peraturan tersebut tertera pada Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang mewajibkan penggunaan rupiah dalam aktivitas transaksi. “Pemerintah ‘kan sudah menentukan transaksi di dalam negeri menggunakan rupiah, menurut saya itu saja yang diikuti,” ujarnya.

Asosiasi Maskapai Internasional (IATA) memang mendorong maskapai Indonesia menggunakan mata uang dolar AS karena hampir semua komponen biaya ditransaksikan dalam mata uang Amerika Serikat itu. “Itu ‘kan IATA, kalau semua menurut IATA, negara kita berubah, kita harus pertahankan rupiah,” tutur Sunu seperti dikutip Antara.

Meskipun merasa prihatin rupiah terus melemah, Sunu mengatakan belum berdampak langsung terhadap harga tiket karena tergantung pada ketersediaan dan permintaan (supply and demand). “Kalau ‘demand’ rendah, kita naikkan harga tiket, nanti enggak ada yang naik pesawat,” katanya.

Ditemui terpisah, Direktur Operasi Angkasa Pura II Djoko Murdjatmodjo tidak menampik dalam aktivitas di bandara masih ada yang menggunakan dolar AS.

Sumber