Maskapai penerbangan milik AirAsia X, Pesawat Airbus A330 mendarat darurat di bandara Melbourne dalam perjalanan dari Sydney ke Kuala Lumpur, pada Selasa siang, 10 Maret 2015.
Laman ABC mengutip Otoritas Penerbangan dan Keamanan Sipil Australia, bahwa pilot melaporkan adanya gangguan pada sistem navigasi, pada pesawat dengan nomor penerbangan XAX223 itu.
Pesawat dilaporkan telah kembali lepas landas menuju Malaysia, lebih dari tiga jam setelah mendarat darurat pada pukul 02.00 waktu setempat. Namun ada beberapa persoalan yang tersisa.
Media Australia, Nine News, mengutip seorang penumpang bernama Amanda, yang mengatakan bahwa kru pesawat mematikan penyejuk udara (AC), menyebabkan persoalan serius dalam kabin.
Selama lebih dari tiga jam proses perbaikan, para penumpang dilarang keluar dari pesawat. Menyebabkan tingginya temperatur di dalam kabin, apalagi setelah AC dimatikan.
“Semua orang sakit, muntah. Kami telah ada di sini selama satu jam, lalu mereka mematikan pesawat. Sangat panas, tidak ada AC,” kata Amanda. Tidak ada penjelasan dari AirAsia, mengapa penumpang harus ‘terkurung’ dalam kabin.
Seorang juru bicara AirAsia yang dikutip Nine News, menyebut pesawat melakukan langkah antisipasi dan membantah adanya pendaratan darurat.