Home Blog Page 262

Suami Istri yang Suka Traveling Bareng Lebih Bahagia dalam Rumah Tangga

Sebuah survey telepon yang diadakan oleh Edge Research di Amerika Serikat menyatakan, pasangan suami istri yang traveling bersama terbukti lebih bahagia dalam rumah tangga dibandingkan pasangan yang tidak traveling bersama. Peserta survey dibagi menjadi dua grup: pasangan traveling dan pasangan non-traveling.

86% pasangan traveling menyatakan hubungan mereka masih dipenuhi romance bahkan setelah bertahun-tahun. Dari pasangan non-traveling hanya terdapat 73% yang menyatakan demikian.

94% pasangan traveling mengaku merasa lebih dekat dengan pasangannya. Pasangan non-traveling yang demikian hanya 86%.

84% pasangan traveling mengaku puas oleh quality time dengan pasangannya, sementara hanya 70% dari pasangan non-traveling yang mengaku punya quality time dengan pasangannya.

84% pasangan traveling punya komunikasi yang baik dengan pasangannya, sedangkan pasangan non-traveling yang berkomunikasi secara lancar dengan pasangannya hanyalah 73%.

Pasangan non-traveling mengaku hubungan mereka memiliki sisi negatif yang lumayan tinggi dibanding pasangan traveling. Sisi negatif ini misalnya kurangnya waktu kebersamaan dan ketidakmampuan memecahkan masalah bersama.

Berkaitan dengan anak, 76% dari orang tua yang secara rutin punya acara liburan bersama anak-anak percaya bahwa uang dan waktu yang mereka habiskan untuk liburan keluarga dirasa worth it, demikian menurut Examiner.com. Pengalaman dan kenangan abadi yang anak-anak mereka dapatkan tak ternilai harganya. Tak sedikit yang bicara dari pengalaman mereka sendiri ketika masih anak-anak.

Sumber:http://www.kaskus.co.id/post/5358ada6bfcb174d638b49d6#post5358ada6bfcb174d638b49d6

Wanita Hamil Ingin Traveling? Ini Tipsnya

Banyak wanita hamil yang ingin melakukan perjalanan wisata sebagai refreshing . Pada akhirnya ini dapat berpengaruh baik terhadap kondisi kesehatan bayi yang dikandungnya.

Namun bagi Anda wanita hamil yang ingin berwisata, buatlah perencanaan wisata yang fleksibel.Pertimbangkanlah membeli asuransi perjalanan untuk memudahkan Anda dalam mengubah ataupun membatalkan perjalanan Anda pada menit-menit terakhir.

Berikut ini pertimbangan-pertimbangan lain saat berencana melakukan perjalanan wisata di kala hamil.

•Temui dokter Anda.
Lakukan pra natal check-up dan tanya dokter Anda apakah kondisi kehamilan Anda memungkinkan Anda melakukan suatu perjalan wisata. Ungkapkan perencanaan perjalanan wisata Anda dan mintalah kepadanya untuk mengisi sertifikat medis yang mengindikasikan bahwa Anda aman melakukan perjalanan wisata. Tekanan kabin rendah memiliki dampak kecil pada wanita hamil atau janinnya sebab tubuh mampu beradaptasi secara natural terhadap tekanan udara di sekitarnya. Tetapi paparan radiasi memiliki peningkatan resiko terhadap beberapa jenis kanker.

•Cek maskapai Anda.
Periksa kembali perusahaan penerbangan untuk memastikan Anda dapat melakukan perjalanan udara. Banyak maskapai penerbangan membatasi atau sangat tidak menyarankan wanita hamil berpergian setelah 36 minggu. Mayoritas maskapai penerbangan juga memerlukan sertifikat medis untuk mendapatkan persetujuan terbang pada trimester terakhir.

•Lakukan dan persiapakan segala sesuatunya.
Ambil salinan informasi kesehatan yang diperlukan dan kartu asuransi Anda. Gunakan pakaian dan sepatu yang nyaman saat berpergian. Perhatikan gizi makanan yang Anda makan saat berpergian, makanlahteratur dan sesekali makan makanan ringan dapat melawan kelelahan karena perjalanan. Konsumsilah air mineral yang lebih banyak sehingga membantu Anda tetap terhidrasi di dalam kabin pesawat. Sabuk pengaman pesawat jangan digunakan terkena atau melintangi perut Anda. Sementara jika dengan mobil, sabuk bahu harus diposisikan antara payudara Anda, sementara sabuk di pangkuan harus berada di pinggul, yaitu posisi di bawah perut Anda. Hindari minum soda atau makan makanan yang menimbulkan gas seperti kacang. Sebab, tekanan udara rendah saat penerbangan dapat membuat Anda tidak nyaman.

•Perjalanan dengan mobil.
Saat perjalanan wisata menggunakan mobil, rencanakan perjalanan singkat. Intensitas berhenti untuk istirahat harus lebih banyak. Keluarlah dari mobil saat istirahat dan renggangkan kaki Anda. Jika Anda melakukan perjalanan lebih dari 4 jam, dapat memperbesar kemungkinan resiko terkena trombosis vena dalam, yaitu ketika gumpalan darah terbentuk di kaki dan dapat pula terjadi di bagian lain pada tubuh Anda. Sebuah kasus serius bisa terjadi ketika bekuan darah tersebut mengalir ke paru-paru. Batasi mengemudi maksimal 6 jam sehari namun alangkah baiknya bilaorang lain yang menyetir mobil ketika perjalanan wisata.

Sumber: http://www.kaskus.co.id/post/000000000000000550871166#post000000000000000550871166

5 Jebakan Saat Traveling

Di Kesempatan kali ini, ane mau memberi tahu jebakan2 yang mesti di hindari nih saat kita traveling ke luar kota maupun luar negeri, Beberapa jebakan di bawah lumayan nguras dompet.

Tak dapat dipungkiri gan, kerap kali ketika jalan-jalan, kita akan menemukan berbagai macam jebakan yang menyebabkan lenyapnya uang secara tidak kita sadari. Berbagai macam kemudahan sudah dapat dijumpai ketika jalan-jalan sekarang ini namun ada beberapa hal yang mesti diperhatikan untuk menghindarin jebakan ketika traveling.

1. Membayar Lebih Untuk Souvenir
Soal belanja oleh-oleh, inilah salah satu kegiatan pelancong asal Indonesia. Rasanya membawa pulang dan memberikan oleh-oleh ke teman dan kolega sudah menjadi budaya. Ternyata, hal ini jugalah yang kerap kali menjadi jebakan bagi para pelancong ketika jalan-jalan. Sudah bukan rahasia lagi jika harga oleh-oleh di tempat wisata kerap kali dinaikkan berkali-kali lipat. Tentunya akan sangat rugi jika kita tidak mengeluarkan jurus menawar. Oleh karena itu, cobalah bernegosiasi yang tentunya dapat memberikan untung kepada ke dua belah pihak. Tak ada hal buruk dalam membeli souvenir karena tentu akan mendorong roda perekonomian dan membantu masyarakat lokal.

2. Membeli Sesuatu di Bandara
Tentu kita semua tahu bahwa harga di bandara akan lebih mahal dari di luar. Oleh karena itu, jangan jatuh ke dalam jebakan ini. Untuk menghindari pembelian di bandara, cobalah membuat rencana dan persiapkanlah hal-hal seperti cemilan atau air mineral. Begitu juga dengan menukarkan uang di bandara, harganya bisa melambung tinggi. Makanya tukarkanlah uang sebelum datang ke bandara.

3. Potongan ATM
Salah satu jebakan yang membuat kantong bolong adalah ATM fee atau potongan ATM. Memang sekarang kita bisa menemukan berbagai macam kemudahan seperti bebas menarik uang di manapun. Sayangnya, mayoritas bank mengenakan potongan yang sangat tinggi ketika kita menarik uang tunai di luar negeri. Jika memang tak bisa dihindari, sebisa mungkin hanya menarik uang sekali saja, bisa dengan jumlah yang besar, karena biasanya potongan ATM ini dikenakan berdasarkan sekali tarik uang.

4. Selalu Makan di Restoran
Makan di restoran ketika jalan-jalan memang seru namun jangan sering-sering karena tentu akan membuat kantong bocor. Salah satu kiat untuk berhemat adalah dengan memilih penginapan yang memiliki dapur.

5. Biaya Transaksi ++
Jika Anda menggunakan kartu kredit saat jalan-jalan di luar negeri, maka pastikan dulu tidak ada perangkap-perangkap seperti biaya tambahan atau extra charge. Untuk menghindari hal ini, lakukanlah sedikit riset untuk memastikan dan mengetahui mengenai biaya tambahkan yang akan dikenakan oleh bank. Dengan begitu, Anda akan merasa lebih bijak dalam menggunakan kartu kredit dan tentunya tidak membuat dompet Anda kempes.

Sumber: http://www.kaskus.co.id/post/536a4c8b8907e7cf088b46de#post536a4c8b8907e7cf088b46de

Laut ‘Belah’ di Korea, Keajaiban Ala Nabi Musa

jindo-modo-sea-parting-2[5]

Anda pasti tahu kisah Nabi Musa yang membelah lautan. Rupanya, ada keajaiban alam yang sama persis dengan kisah tersebut di Pulau Jindo, Korea Selatan. Di sana terdapat fenomena lautan yang ‘terbelah’ sepanjang 2,8 km.

Fenomena keajaiban laut belah tersebut sebenarnya adalah peristiwa surutnya air laut. Namun, surutnya air laut di Pulau Jindo seolah menjadi jalan sepanjang 2,8 km dan lebarnya hingga 60 meter.

Jalanan saat laut surut tersebut menghubungkan Pulau Jindo dan Pulau Modo selama sekitar satu jam. Fenomena tersebut pun hanya berlangsung selama dua kali saja dalam satu tahun. Tak heran, masyarakat Korea menyebutnya sebagai “Moses Miracle”.

Melihat hal tersebut, pihak pemerintah Korea pun tak hanya diam. Mereka pun menggelar festival yang diberi nama Jindo Miracle Sea Festival. Tujuannya agar dapat mengundang wisatawan dan memperlihatkan laut yang surut kepada turis mancanegara.

Sementara itu, keajaiban alam di Korea Selatan ini ternyata mempunyai sejarah tersendiri. Dikisahkan, jaman dulu ada seorang penduduk Desa Jindo yang diserang oleh harimau. Dia pun berlari untuk menyelamatkan diri ke Pulau Modo.

Namun sayang, di depannya ada lautan luas. Alhasil, penduduk desa tersebut pun kemudian berdoa kepada Dewa Laut agar bisa terselamatkan dari kejaran harimau dan seketika lautan pun terbelah. Dia berhasil selamat. Oleh sebab itu, terdapat patung manusia dan harimau di Pulau Jindo yang menghadap Pulau Modo.

Lebih lanjut, Pulau ini terletak dibagian selatan Korea Selatan. Untuk mencapai pulau tersebut maka harus naik bus jurusan Seoul-Jindo yang berangkat empat kali dalam sehari dengan perjalanan mencapai lima jam.

Sumber: http://www.infopenerbangan.com/laut-belah-di-korea-keajaiban-ala-nabi-musa/

 

6 hal yang harus anda tahu sebelum traveling dengan pesawat

Menjadi salah satu akomodasi paling sering digunakan untuk traveling, naik pesawat adalah hal umum bagi wisatawan. Namun ternyata, ada 6 hal yang harus Anda tahu saat naik pesawat.

Sebuah situs sosial bernama Reddit mengumpulkan pertanyaan dan jawaban mengenai serba-serbi pesawat. Mulai dari mengapa lampu kabin diredupkan saat akan terbang dan mendarat, hingga apa yang harus dilakukan jika ada orang yang tiba-tiba ingin membuka pintu darurat saat di udara.

Inilah 6 hal yang harus Anda tahun sebelum traveling dengan pesawat:

1. Toilet pesawat bisa dibuka dari luar
Kunci toilet pesawat bisa dibuka dari luar, dan ini berlaku bagi semua toilet di setiap jenis pesawat. Setiap pilot dan awak kabin mengetahui bagaimana cara membuka pintu toilet tersebut. Bahkan, bisa jadi beberapa penumpang pun mengetahui bagaimana cara membukanya.

2. Mengapa lampu kabin diredupkan
Lampu dalam kabin akan diredupkan saat akan terbang dan mendarat di penerbangan malam. Ternyata peredupan lampu ini bisa membantu mata Anda menyesuaikan dengan cahaya yang minim. Ini akan sangat membantu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan pesawat. Dengan mata yang sudah bisa menyesuaikan di kegelapan, proses penyelamatan diri bisa lebih mudah.

3. Jangan gunakan selimut di pesawat jika tidak di bungkus
Menurut para ahli, jangan gunakan selimut dan bantal yang diberikan jika tidak dibungkus plastik. Karena kemungkinan besar selimut dan bantal yang diberikan tanpa plastik biasanya sudah digunakan oleh orang lain. Anda boleh saja menggunakannya jika tak peduli dengan kemungkinan benda tersebut sudah digunakan orang sebelum Anda.

4. Tak perlu takut jika ada yang mengancam akan membuka pintu darurat
Saat duduk di dekat pintu darurat, ada saja rasa takut akan hadirnya orang jahat dan stres yang ingin membuka pintu darurat. Tak perlu kuatir akan hal itu. Karena kalaupun ada orang yang mengancam akan membuka pintu darurat, ia takkan bisa membukanya dengan seorang diri. Tekanan udara dan ketinggian tidak memungkinkan untuk membuka pintu darurat seorang diri.

5. Ternyata, bisa lho mengintip kokpit!
Menurut pengakuan seorang pilot di Reddit, berkunjung ke kokpit boleh-boleh saja. Menurutnya, menunjukkan isi kokpit merupakan bagian terbaik dari pekerjaannya, apalagi jika ada penumpang yang penuh rasa penasaran. Sebenarnya bisa saja Anda mendatangi kokpit sesaat sebelum berangkat, untuk melihat betapa sibuknya para pilot. Namun saat paling baik mengintip seperti apa ruang kerja para pilot adalah saat sudah mendarat karena keadaan sudah santai.

6. Para awak kabin tidak akan memberi tahu keadaan darurat
Menurut awak kabin di Reddit, mereka tidak akan memberi tahu para penumpangnya saat pesawat benar-benar dalam keadaan darurat. Karena, mereka tidak ingin menghadapi keributan saat keadaan benar-benar genting.

Sumber: http://www.kaskus.co.id/post/5197397c7e1243f851000010#post5197397c7e1243f851000010

Samsung Galaxy S5 review

It’s back to basics, Samsung says about the Galaxy S5. Time to focus on what matters — displays, batteries, and cameras — and to start to let the rest go. That’s the approach Samsung needed to take, but all it was was lip service.

Make no mistake: this is a very good phone. And Samsung did nearly all the important things well. With a great screen, great battery life, and a good camera, the S5 leaves me with few reasons not to recommend it — and the waterproof body is a fantastic bonus. But I don’t love anything about this device. It’s not beautiful like the One, not polished like the iPhone, not full of cool new software like the Moto X. The S5 is a very good phone, but it leaves me wanting more. I want Samsung to care about design, to believe that its customers have good taste and that there’s more to building brand loyalty than beating customers over the head with clever commercials. I want it to give me something, anything, that’s both truly different and truly great. But that’s not what Samsung does.

I like the Galaxy S5. I do. Millions of people will buy it, and very few will have problems with it. Yet I can’t help but hope that one day we all decide “good enough” isn’t good enough anymore. That we demand devices that are different, interesting, special. Samsung’s proved that it can do anything it sets its mind to — I can’t wait to see what happens if it decides to really, truly care.

Photography by Michael Shane

[review]

7 Tips Menghindari Pelecehan Seksual Saat Traveling

Jakarta – Tidak bisa dipungkiri, traveler wanita lebih rentan terkena pelecehan seksual saat traveling. Tapi jangan kuatir. Ada 7 cara untuk menghindarinya.

Baik traveling sendiri atau bersama teman, wanita memiliki kemungkinan terkena pelecehan. Untuk itu, pastikan Anda bisa menghindari jadi korban pelecehan. Disusun dari Smart Traveler, inilah 7 tips menghindari pelecehan seksual yang mungkin terjadi saat Anda traveling:

1. Perhatikan sekeliling
Seasyik apapun liburan Anda, jangan sampai lupa keadaan. Tetap perhatikan sekeliling. Jika dirasa tidak nyaman dan berbahaya, segera tinggalkan tempat tersebut. Apalagi saat sendiri, pastikan Anda tidak berada di daerah terpencil dan sepi. Bagi para wanita, waspadalah saat terlalu banyak pria di sekeliling. Segera cari tempat terbuka yang ramai jika terlalu banyak pria. Jika liburan bersama, jangan pergi terlalu jauh dari rombongan, terutama jika Anda wanita.

2. Hindari jalan sendiri saat malam hari
Ada kalanya sebuah destinasi malah terlihat makin cantik saat malam tiba. Ketenangan dan lampu yang romantis menjadi pendukung kecantikan destinasi tersebut. Namun hati-hati, karena bisa saja diam-diam Anda jadi target pelecehan seksual. Hindari berjalan di kawasan yang terlalu sepi saat malam hari. Juga, hindari jalan di daerah kumuh atau banyak orang yang duduk-duduk di tepi jalan atau depan toko. Jika tetap ingin jalan-jalan, pastikan pergi dengan orang yang bisa melindungi Anda.

3. Jangan tinggalkan minuman Anda
Jangan sekali-kali meninggalkan gelas atau botol minuman Anda. Ini berlaku bagi Anda saat berada di bar, kedai atau restoran. Saat ini, kejahatan bisa terjadi di mana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Waspada mengenai jenis penipuan yang berujung pelecehan seperti ini. Jika terpaksa harus ke toilet, pastikan minuman Anda aman dijaga oleh teman atau orang yang terpercaya.

4. Hati-hati dengan undangan dari teman baru
Mendapat teman baru jadi salah satu tujuan banyak orang saat traveling. Eits, tapi hati-hati. Teman baru bisa jadi petaka baru. Jangan terlalu percaya dengan teman baru, terlebih saat diundang pesta. Mendatangi pesta kecil-kecilan bersama teman-teman baru di tempat privat mungkin terasa menyenangkan. Namun, jangan datang begitu saja apalagi seorang diri. Jika ingin datang, pastikan tempatnya cukup terbuka dan ramai di sekelilingnya. Alangkah baiknya jika Anda tidak datang sendiri dan membawa beberapa teman terpercaya.

5. Pilih pakaian yang sopan
Beberapa tempat liburan tidak memperbolehkan Anda menggunakan pakaian minim, namun beberapa tempat lainnya tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali. Bukan berarti Anda bisa bebas berpakaian tanpa merasa bersalah atau kuatir. Tetap gunakan pakaian sopan apalagi saat malam hari. Karena kebanyakan orang suka lupa diri saat mabuk, baik itu di bar atau di tepi jalan. Jika sudah begitu, bisa saja Anda jadi korban orang mabuk. Atau jika Anda mabuk dan lupa diri, bisa saja malah jadi korban pelecehan karena tidak bisa melawan diri.

6. Selalu bawa alat komunikasi
Ke manapun, kapanpun, di manapun, jangan pernah tinggalkan alat komunikasi Anda terutama selama traveling. Karena saat liburan, Anda berada jauh dari rumah dan keluarga dan lebih sulit meminta pertolongan tanpa alat komunikasi. Pastikan Anda memiliki nomor penting yang bisa mudah ditelepon saat keadaan darurat. Yang terakhir, selalu pastikan juga alat komunikasi tidak kehabisan baterai atau pulsa.

7. Jangan ragu untuk teriak
Jika sudah terlanjur terjebak keadaan, jangan ragu untuk teriak. Tapi selain itu, cari celah untuk lari dari sergapan orang jahat yang ingin melecehkan. Pastikan teriakan Anda terdengar kencang dan jangan ragu untuk memukul dengan beragam benda yang ada di sekeliling Anda.

Sumber:http://www.kaskus.co.id/post/51318f2e0b75b4236d000009#post51318f2e0b75b4236d000009

5 Kebiasaan Buruk yang Mengganggu Traveling

Perhatikan kebiasaan-kebiasaan berikut. Ia bisa menurunkan kualitas traveling Anda, atau bahkan merepotkan di kemudian hari. Waspadalah!
#1 Bangun siang
Dampak dari kebiasaan bangun siang hari bisa sangat luas dan berkaitan. Pertama, Anda sudah tentu melewatkan sarapan, yang merupakan waktu makan paling penting bagi tubuh. Selain membuat tubuh kekurangan energi, kebiasaan melewatkan sarapan juga membuat tubuh lebih cepat lemas dan merasa mengantuk sepanjang hari. Dampak lain dari kebiasaan bangun siang dalam traveling adalah kerugian waktu. Semakin siang Anda bangun, semakin sedikit kegiatan yang bisa dilakukan. Selain kehilangan momen fajar menyingsing, Anda akan direpotkan dengan pertimbangan jamcheck out hotel – plus agenda pindah hotel, makan siang, dan seterusnya. Ini belum termasuk perkara ketinggalan first flight.
#2 Tidak disiplin dalam keuangan
Gara-gara gelap mata melihat suvenir menarik, Anda memborong oleh-oleh. Hasilnya, uang di kantung menipis, dan Anda jadi lebih sering menggesek kartu kredit. Nah, ini yang namanya tidak disiplin dalam keuangan. Ingatlah bahwa traveling dibutuhkan untuk penyegaran, bukan membuat Anda menjadi pusing di kemudian hari karena hutang yang bertumpuk. Ia juga diperuntukkan untuk diri sendiri, bukan untuk menyenangkan orang-orang lain. Belilah oleh-oleh secukupnya, untuk orang-orang yang dekat saja. Intinya, Anda ingat mereka.
#3 Sembarangan menaruh barang
Jika Anda tidak mengubah kebiasaan buruk ini, maka jangan terkejut ketika mendapati kejadian seperti barang tertinggal, lupa menaruh dompet atau telepon, atau bahkan kehilangan tas. Taruh perhatian lebih terhadap barang-barang Anda. Sadarilah bahwa, ketika traveling, Anda berada di luar zona aman.
#4 Telat makan
Kesehatan adalah faktor penting untuk mendapatkan pengalaman terbaik ketika traveling. Masalahnya, pun sadar akan hal tersebut, para traveler seringkali telat makan. Faktornya macam-macam, mulai dari lupa, tidak nafsu makan, hingga kesulitan mencari makanan yang disukai. Dampaknya akan buruk bagi tubuh – yang telah melakukan kegiatan ekstra sepanjang hari. Coba siasati dengan membawa bekal, makanan ringan dan minuman sendiri.
#5 Selebrasi berlebihan
Para traveler yang menyukai perkotaan tentunya ingin mencicipi kemeriahan kota tersebut, misalnya dengan menghadiri festival, mencicipi tempat makan terenak, hingga menghabiskan waktu di pub/bar/klub malam setempat. Melakukan hal-hal tersebut boleh-boleh saja, asal jangan lupa daratan. Ingatlah bahwa masih ada sederet destinasi yang mesti dieksplorasi. Jaga kondisi tubuh agar perjalanan esok hari bisa sama menyenangkannya. (Bayu Maitra)

 
Sumber: http://www.readersdigest.co.id/travel/traveler/5.kebiasaan.buruk.yang.mengganggu.traveling/006/002/136

4 Phobia Sulit Traveling

Sakit Saat Traveling

Phobia, kata ini udah engga asing lagi, phobia yang biasa kita tahu itu ketinggian, kegemukan dll. Ada beberapa phobia yang agak aneh, beberapa jenis phobia bisa menghalangi seseorang untuk menikmati momen traveling atau liburannya seperti Limnophobia, Nomophobia, Cryophobia, Hodophobia. Penasaran mari kita lihat

1. Limnophobia
Jenis ketakutan yang berlebihan pada rawa-rawa, kolam atau apapun yang berada di dalam danau. Orang dengan phobia unik ini tentunya tidak bisa berwisata ke danau-danau indah di dunia(ini yang biasanya kalo diajak suka takut kecebur di danau) seperti Danau Toba di Sumatera Utara atau di Maine, Amerika Serikat yang memiliki kedalaman 316 kaki dan 10 mil panjangnya.

 

2. Nomophobia
Pengidap Nomophobia tidak akan bisa berlibur ke tempat-tempat terpencil yang tidak memiliki sinyal telepon atau internet(sekali-kali liburan engga main hp, kan engga ada salahnya) Karena mereka tidak bisa hidup tanpa ponsel atau jaringan internet, Wisata di gunung, pelosok desa atau tempat relaksasi yang melarang membawa ponsel tentunya tidak akan jadi pilihan bagi Nomophobia.

 

3. Cryophobia
Orang dengan Cryophobia mungkin tidak akan pernah bisa liburan ke tempat-tempat beriklim dingin karena takut akan udara dingin(kalo kedinginan mending bawa jaket atau penghangat lainnya). Jadi akan sia-sia jika Anda mengajak pengidap Cryophobia untuk merasakan liburan musim dingin di Eropa, atau bahkan Gunung Salak di Bogor yang terkenal dengan udaranya yang dingin. Brrr!

  Huge Antartika Es Laut wallpapers

 

4. Hodophobia
Pengidap phobia ini sepertinya sulit untuk merasakan nikmatnya liburan di waktu senggang. Hodophobia adalah ketakutan terhadap perjalanan atau liburan. Mereka bisa merinding atau tubuhnya bergetar jika memikirkan perjalanan panjang, jauh dan lama. Mereka tentunya tidak akan pernah mau melewati Dalton Highway di Alaska, yang merupakan rute terpanjang di dunia.

 

Sumber: http://www.kaskus.co.id/post/514175165a2acfd12a000006#post514175165a2acfd12a000006
http://yoshiewafa.blogspot.com/2013/05/objek-wisata-sumatera-utara-danau-toba.html
http://www.mongabay.co.id/wp-content/uploads/2012/07/kalbar_1006.jpg
http://id.upphotos.net/wp-content/uploads/2013/07/Huge-Antartika-Es-Laut1.jpg
http://theadventureroadshowwithjerryandjudy.blogspot.com/2008/08/dalton-highway-ultimate-road-adventure.html

Kehabisan Dana? Ini 5 Cara Dapat Uang Saat Traveling

Apa saja bisa terjadi saat sedang traveling, termasuk kehabisan uang. Jangan langsung menyerah dan balik badan untuk kembali ke rumah. Ini 5 cara mendapatkan uang saat traveling.

Saat sedang terdesak, apa saja terasa bisa dilakukan. Mulai dari mendonorkan darah hingga mencuci piring, bisa Anda lakukan untuk mengumpulkan pundi uang saat liburan. Ditengok dari Matador Network,  berikut 5 cara mendapatkan uang saat traveling:

1Jual foto

Hasil foto traveling tidak harus selamanya berakhir di Instagram atau Facebook. Saat kehabisan uang dan masih banyak destinasi yang harus Anda datangi, foto-foto hasil traveling bisa saja menyelamatkan kantong.Saat ini, banyak situs yang menjualbelikan foto seperti Thinkstock, Getty Images, Shutterpoint dan lainnya. Carilah celah untuk menjual foto dan jangan kaget dengan royalti yang didapat.

2Bekerja di perkebunan

Tak punya kemampuan memotret, cobalah bekerja di perkebunan. Bukan sesuatu yang sulit kan jika hanya memetik buah dari pohonnya. Terutama di daerah yang banyak perkebunan, bekerja di sana jadi alternatif favorit para traveler yang kehabisan uang. Selain bisa mendapat uang, pekerjaan jenis ini juga memungkinkan Anda bertemu dengan banyak orang baru. Ditambah, aneka cerita ringan yang akan mengalun sepanjang melakukan pekerjaan, membuat liburan lebih seru.

3Mencuci piring

Bukan pekerjaan yang santai, namun uang yang didapat cukup banyak, terutama jika melakukan pekerjaan ini di Eropa. Menjadi pencuci piring di restoran bukanlah hal yang baru bagi para turis yang kehabisan uang. Carilah kontrak seminggu atau sebulan, dan pundi uang akan kembali masuk ke kantong. Anda pun bisa melanjutkan liburan!

4Donor darah

Saat kondisi tubuh sedang sehat, tak ada salahnya melakukan alternatif yang satu ini. Menjual darah di rumah sakit bisa jadi satu cara mencari uang saat traveling. Terlebih jika darah yang Anda miliki mempunyai stok yang sedikit. Pihak rumah sakit akan dengan senang hati membeli darah Anda. Lagipula, kapan lagi bisa mencari uang sekaligus membantu menyelamatkan nyawa orang lain?

5Mengumpulkan botol bekas

Di Eropa, memungut sampah bukan hanya bisa membantu membersihkan lingkungan, tapi juga mendatangkan uang. Banyak supermarket yang mau menerima botol plastik atau tempat plastik bekas. Anda bisa mengumpulkan botol tersebut dari tempat yang paling mudah dijangkau, seperti hostel tempat Anda menginap. Dari sana, sekantung botol plastik bisa membeli makan malam barang sehari atau dua hari.

10 Penyakit Menular Saat “Traveling”

Selain tiket perjalanan dan akomodasi, wisatawan seharusnya jangan melupakan perlindungan kesehatan.Perjalanan wisata bisa berantakan jika Anda tiba-tiba sakit atau tertular penyakit. Apalagi, cukup banyak penyakit yang sangat mudah menular.

Menurut pakar alergi imunologi klinik dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM Dr.Iris Rengganis Sp.PD, perjalanan wisata memang berpotensi menularkan penyakit, terutama penyakit yang ditularkan lewat batuk dan bersin serta penularannya berjalan cepat.

“Pada penyakit tertentu bisa berakibat kematian, misalnya infeksi meningitis,” kata Iris dalam acara bertajuk Nyaman Berwisata, Lindungi Diri dengan Vasinasi di Jakarta.

Pemberian vaksinasi, menurut Iris, adalah perlindungan primer untuk mencegah infeksi penyakit. “Cukup banyak penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin. Pemberian vaksin sebaiknya dilakukan 2 minggu sampai 1 bulan sebelum berangkat,” katanya.

Iris menyatakan, ada sejumlah penyakit yang dikategorikan “penyakit wisata” yang menular atau berpeluang menjadi pembawa (carrier). Berikut 10 penyakit yang sering menular saat perjalanan :

1. Tipus atau typhoid adalah penyakit yang ditularkan lewat makanan atau air yang terkontaminasi dengan kotoran orang yang terinfeksi. Penyebabnya adalah bakteri Salmonela thyphii.

2. Tetanus, merupakan salah satu infeksi yang berbahaya karena memengaruhi sistem urat saraf dan otot, disebabkan oleh neurotoksin (tetanopasmin) dari bakteri gram positif anaerob Clostridium tetani.

3. Tuberkulosis atau TBC. Disebabkan oleh bakteri Microbacterium tuberkulosa. Menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri yang dilepaskan saat penderita TBC batuk. Bakteri ini masuk dan terkumpul di dalam paru-paru dan berkembang biak, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh rendah.

4. Hepatitis, penyakit peradangan atau pembengkakan liver yang merupakan organ penting. Ada 5 virus penyebab hepatitis, yakni hepatitis A, B, C, D, dan E.

5. HIV/AIDS. Virus HIV membutuhkan waktu lama untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan. Penularan terutama melalui cairan tubuh atau darah.

6. Japanese Encephalitis. Suatu penyakit yang menyerang susunan saraf pusat yang mengakibatkan radang otak mendadak. Disebabkan oleh virus Japanes encephalitis.

7. Malaria. Disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles atau suntikan dengan jarum yang sebelumnya telah digunakan penderita malaria.

8. Meningitis. Meningitis meningokokus disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis yang ditularkan melalui udara lewat percikan air liur saat berbicara, batuk atau bersin dari penderita atau carrier. Penyakit ini bisa menimbulkan cacat dan kematian.

9. Flu. Ditularkan oleh virus RNA dari keluarga Orthomyxoviridae (virus influenza). Gejala yang paling umum adalah menggigil, demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, batuk, dan kelelahan. Penyakit ini terutama terdapat di negara musim dingin.

10. Yellow fever. Penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh virus yang disebut Flavivirus. Pada kasus yang parah bisa menyebabkan demam tinggi, perdarahan ke dalam kulit dan kematian dari sel-sel dalam ginjal dan hati.

Sumber: http://health.kompas.com/read/2013/02/14/1357024/10.Penyakit.Menular.Saat.Traveling?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khewp

 

Samsung Galaxy Note Pro review

Big, bigger, biggest

If you’ve owned or touched a Samsung device in the last several years, there’s nothing surprising about the Note Pro. It’s as if someone stood in a lab in South Korea, grabbed the edges of the Galaxy Note 3, and stretched. And then kept stretching: the resulting slate is 1.6 pounds, 11.6 inches wide and 8 inches tall, and it’s one of the largest tablets I’ve ever held. (The Toshiba Excite 13 still holds the title, barely.) It’s remarkably thin, though, at just 8 millimeters. It’s made of Samsung’s traditional plastic, in blue or white, with a chromed edge that looks metallic but feels as cheap as it is. Mercifully, though, Samsung has continued to eschew its glossy, greasy back for a faux-stitched faux-leather covering that sounds like a terrible idea, but looks okay and feels great. Samsung never used to pay attention to how your fingers feel as they rest on the underside of the tablet, and this change makes a huge difference.

The Note Pro is meant to be used in exactly one way: landscape mode. Reading in portrait looks ridiculous, and the device starts to tip out of my hands as soon as I grip it from the bottom. The physical home button sits on the bottom as I hold it in landscape, flanked by multitasking and back keys; the loud stereo speakers blast audio from both sides; and the camera actually faces me and not somewhere over my right shoulder. It’s meant to be used flat on a desk, too, or cradled by your elbow, since it’s virtually impossible to hold in one hand and only slightly more stable in two.

Its sheer size makes it a great way to show something to a co-worker or client, but too big for almost anything else. I often lie in bed, on my back with a tablet held above my face while I watch TV shows before going to sleep. The Note Pro all but blocked my entire vision, was so bright it left me seeing spots, and tired my arms out pretty quickly. Playing Asphalt 8: Airborne gave me a headache, the frenetic game jittering so large so close. It’s essentially like holding a television two feet in front of my face.

The screen itself is quite good, a 12.2-inch, 2560 x 1600 panel with great colors and viewing angles. But I can’t help wondering if Samsung could or should have done better. The Note 10.1 has the same resolution in a smaller display, and side by side with the Pro is noticeably sharper. The Pro is so designed around its screen, and its best features improve with every available pixel, that something even higher-res would have helped make the Pro worth its $749.99 sticker price. As it is, bigger doesn’t add anything: you’re getting larger icons and bigger text, not more pixels to work with.

And above all, that’s what Samsung’s trying to do with the Note Pro: give businesses something to work with.

[review]

Cuaca

Bali
broken clouds
26.4 ° C
26.4 °
26.4 °
85 %
2.9kmh
58 %
Sun
30 °
Mon
30 °
Tue
30 °
Wed
30 °
Thu
30 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,334.3
AUD
12,480.7
EUR
20,325.2
CNY
2,538.6
JPY
110.4
SGD
13,621.2