Home Blog Page 152

Menelusuri Jejak Komodo di Pulau Rinca

Menyambangi Flores, tidak asing lagi dengan Kepulauan Komodo. Traveler dalam maupun luar negeri memang sudah tidak asing lagi dengan Kepulauan Komodo. Selain karena keindahan yang diakui dunia, pulau ini juga merupakan bagian dari situs warisan dunia UNESCO bersama dengan Pulau Padar dan Gili Motang. Secara administratif, pulau ini termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Namun tahukah Anda bahwa tak hanya di Pulau Komodo saja Anda dapat melihat hewan purba? Sesekali cobalah menyambangi Pulau Rinca yang merupakan salah satu bagian dari gugusan Kepulauan Komodo. Tak banyak yang mengetahui bahwa Pulau Rinca juga merupakan habitat asli komodo dengan populasi terbanyak kedua setelah Pulau Komodo.

Meskipun luasnya lebih kecil dibandingkan Pulau Komodo. Populasi komodo sekitar 1.500 ekor akan lebih mudah ditemui di Pulau Rinca dibandingkan dengan di Komodo. Sebenarnya di Pulau Padar juga dahulu terdapat komodo, namun putusnya rantai makanan yang menyebabkan ekosistem di pulau tersebut menjadi tidak berkembang sehingga pada akhirnya populasi komodo pun menjadi punah.

Untuk menuju Pulau Rinca salah satu caranya adalah memulai perjalanan dari Labuan Bajo dengan menggunakan kapal sewaan. Pengunjung juga dapat menggunakan jasa agen travel yang menyediakan paket tour sailing komodo di sepanjang jalanan sekitar Pelabuhan Labuan Bajo. Perjalanan menuju Pulau Rinca dari Labuan Bajo ditempuh selama 2 jam via laut dengan berlabuh di dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca.

Dari pos penjagaan, nantinya pengunjung akan dipadu oleh para ranger untuk menjelajahi dan menelusuri jejak komodo di Pulau Rinca. Harga tiket masuk di Pulau Rinca apabila ditotal memang akan lebih murah dibanding dengan Pulau Komodo yakni sebesar Rp 25.000 rupiah. Harga tersebut belum termasuk dengan biaya ranger.

Hari Raya Nyepi, Ratusan Penerbangan di Bali Tidak Beroperasi

Pulau Bali mulai bersiap untuk menggelar serangkaian perayaan Hari Raya Nyepi pada 28 Maret 2017 nanti. Para Hari Raya Nyepi ini pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menyatakan tidak mengoperasikan sebanyak 324 penerbangan reguler baik domestik maupun internasonal. Penghentian operasi penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ini dilakukan selama 24 jam yang terdiri dari 193 penerbangan domestik dan 131 penerbangan internasional.

Terkait keputusan tersebut, AirNav pun telah menerbitkan notice to airman (Notam) atau pemberitahuan penutupan bandara kepada pelaku penerbangan dan bandara seluruh dunia dengan nomor A-3800 pada 19 Desember 2016 lalu. Penutupan sendiri akan berlangsung pada Selasa (28/3/2017) pukul 06.00 WITA dan kembali dibuka pada Rabu (29/3/2017) pukul 06.01 WITA.

“Untuk mengantisipasi adanya permintaan pendaratan darurat, maka selama penutupan itu akan tetap ada petugas yang siaga baik dari Angkasa Pura I, AirNav, Imigrasi, Bea Cukai, Kesehatan Pelabuhan, maskapai dan petugas penanganan darat,” jelas Kepala Bagian Komunikasi dan Hukum PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali Arie Ahsanurrohim seperti dikutip dari Antaranews.com, Jumat (24/3/2017).

Setidaknya ada 316 personil disiagakan mulai dari bagian penanganan darat, kawasan udara, fasilitas teknis, peralatan, aviation security, petugas pemadam kebakaran, dan petugas pintu parkir. Koordinasi darurat juga melibatkan Polsek Kawasan Udara, TNI AU, Desa Adat Tuban, dan Desa Adat Kelan khusus untuk mengawal Pecalang.

Pihaknya juga telah berkoordinasi terkait penutupan tersebut kepada pihak terkait diantaranya, Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, media massa serta melalui media sosial.

Bali Jadi The Worlds Best Destination

Bali baru saja dianugerahi sebagai The Worlds Best Destination pilihan traveler dari seluruh dunia.

Bali baru saja dianugerahi sebagai The Worlds Best Destination pilihan traveler dari seluruh dunia. Pulau Dewata yang punya sederet pantai menawan ini berhasil mengalahkan kota-kota destinasi wisata dunia seperti, London, Prancis, Roma, bahkan Crete dan New York. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan penghargaan ini diperoleh dari proses kompetisi yang panjang, serius, dan dilakukan oleh lembaga kredibel, akan menaikkan country image.

“Setiap country image naik 10 persen mendorong kenaikan toursm 11 persen dan investmen 1 persen. Brand Wonderful Indonesia itu punya valuasi dan bisa dihitung. Semakin tinggi valuenya, semakin dikenal kuat memiliki reputasi, semakin mahal harga barang dan jasa yang menempel pada brand tersebut,” jelas Arief Yahya.

Dilansir dari www.liputan6.com, dalam banyak kesempatan Arief Yahya juga kerap menyebut formula 3C dalam tiap kompetisi level dunia. Penghargaan bagi Arief Yahya akan menaikkan confidence level atau kepercayaan internal, mendongkrak credibility atau kepercayaan publik, dan dapat menciptakan calibration yaitu kriteria ideal sesuai standar global.

Penghargaan yang diterima pariwisata Bali bukan perkara instan melainkan hasil dari perjuangan panjang. Keberhasilan Bali adalah buah dari keberhasilan kecil yang terus dipertahankan dan dikembangkan.  “Lembaga-lembaga ternama dunia juga sudah menempatkan Bali sebagai the best-nya. Travel+Leisure, World Travel Award, Conde Nast Traveller, UNWTO Awards, Asia Trip, DestiAsian, sampai yang terakhir TripAdvisor,” paparnya.

Mau Traveling Lokal Rasa Internasional? Intip 6 Destinasi Ini!

Mau menikmati liburan ke luar negeri? Tidak perlu jauh-jauh menghabiskan budget Anda. Banyak tips dan trik yang bisa digunakan untuk berhemat ketika hendak tamasya ke mancanegara. Namun sebenarnya di negeri sendiri pun banyak lokasi wisata yang tidak kalah cantik. Bahkan beberapa tempat punya kemiripan dengan destinasi wisata di luar sana. Bagi yang bercita-cita liburan ke luar negeri, bisa dicoba dulu tempat-tempat wisata yang direkomendasikan DuitPintar.com di Indonesia layaknya di luar negeri berikut ini:

1. Little Venice, Puncak
Italia punya Venesia, Cianjur punya Little Venice. Lokasi tempat wisata ini ada di Puncak, Cianjur. Sebenarnya Little Venice merupakan bagian dari kawasan kompleks vila di Puncak. Fasilitas di dalamnya dibuat semirip mungkin dengan Venesia. Ada gondola alias perahu khas Italia lengkap dengan sungainya. Arsitekturnya pun dibuat semirip mungkin dengan Italia.

Harga tiket masuk:
Dewasa: Rp 25.000 (Rp 40.000 saat hari libur)
Anak-anak: Rp 20.000 (Rp 30.000 saat hari libur)
Gondola: Rp 35.000

2. Monumen Simpang Lima Gumul, Kediri
Destinasi wisata yang ini mirip Arc de Triomphe di Prancis. Orang-orang bilang, belum sah ke Kediri kalau belum foto-foto di “Arc de Triomphe” ini. Waktu terbaik ke sini adalah saat malam hari, ketika lampu-lampu berpendar begitu indah. Tapi jangan langsung ke sini. Sebelum ke monumen, main-main dulu di Gumul Paradise Island Waterpark. Setelah puas main air, barulah foto-foto sekaligus wisata kuliner di area monumen.

Harga tiket masuk:
Monumen Simpang Lima: Gratis
Waterpark: Rp 30.000 (Selasa-Jumat); Rp 35.000 (Sabtu-Minggu dan hari libur)

3. Green Canyon, Pangandaran
Mau wisata alam layaknya di Grand Canyon, Amerika? Main ke Green Canyon di Pangandaran saja.
Karakteristik datarannya yang bertebing-tebing membuatnya sangat mirip dengan Grand Canyon. Namun yang lebih menarik adalah sungai dan arusnya yang sangat cocok untuk rafting, bahkan body rafting. Jika rafting memakai perahu karet, body rafting menggunakan badan untuk menelusuri sungai dengan pelampung.

Harga tiket masuk:
Per orang Rp 6.000
Body rafting: Rp 200.000-250.000 (termasuk makan siang, transport, dan guide)

4. Brown Canyon, Semarang
Perbukitan batu yang satu ini juga mirip Grand Canyon di Negeri Abang Sam. Namun berbeda dengan Green Canyon di Pangandaran, Brown Canyon bukanlah destinasi wisata alam. Sebetulnya, perbukitan ini terbentuk akibat aktivitas penambangan di area tersebut. Karena sering digali dan dikeruk, jadilah bukit-bukit menjulang cantik yang cocok untuk selfie. Sayang, akses ke Brown Canyon terbilang sulit. Belum lagi banyak debu dari truk-truk pengangkut material tambang. Namun kalau suka adrenalin, bisa bawa sepeda gunung ke sini atau mau sekadar foto-foto, bisa juga. Asal jangan datang ketika malam hari, karena ngat sepi dan gelap.

Harga tiket masuk: Gratis

5. Pantai Ora, Maluku
Tidak muluk-muluk kalau Pantai Ora di Maluku ini dijuluki Maladewa-nya Indonesia. Pesona alam lautnya memang sangat memukau. Lokasi wisata ini pun cocok bagi yang baru saja menikah untuk honeymoon. Tak perlu jauh-jauh ke Maladewa atau Bora-Bora. Harga resort disini pun terhitung terjangkau. Yang bertarif Rp 1 juta juga sudah cukup komplet fasilitasnya.

Harga tiket masuk:
Tarif kapal: Rp 90 ribu (ekonomi); Rp 150 ribu (VIP) dari Pelabuhan Tulehu, Ambon

6. Great Wall of Koto Gadang, Bukittinggi
Sebelum merasakan panjangnya Tembok Besar Cina, cobalah dulu jalan-jalan di kembarannya, Great Wall of Koto Gadang di Bukittinggi. Tidak ada tiket untuk masuk ke area wisata. Mau foto-foto, silakan. Tidak ada tambahan biaya buat bawa kamera. Tiket diterapkan hanya kalau ingin masuk ke goa peninggalan Jepang. Di tembok ini, kita bisa menikmati alam yang hijau dan semilir angin. Ada sentra kerajinan pula di sana, juga kolam pemancingan untuk wisata keluarga. Benar-benar perjalanan traveling yang seru.

Harga tiket masuk:
Gua Jepang: Rp 5.000

Desa Wae Rebo, Negeri Diatas Awan di NTT

Wae Rebo, Kampung di Atas Awan

Secara geografis Desa Wae Rebo terletak diketinggian 1.200 mdpl layaknya sebuah surga yang berada di atas awan. Perlu perjuangan untuk bisa mencapainya. Namun apa yang didapat ketika sampai ke lokasi sebanding dengan perjalanan yang dilalui. Pemandangan alam berupa gunung-gunung berpadu dengan tujuh rumah adat atau mbaru niang berbentuk kerucut akan memberi kesan tersendiri bagi setiap pengunjung yang pernah datang ke Desa Wae Rebo.

Desa Wae Rebo berada di barat daya Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Untuk bisa sampai ke lokasi memang tidak mudah karena letaknya di atas gunung. Perlu tenaga ekstra untuk bisa ke desa tersebut dengan berjalan kaki selama kurang lebih 3-4 jam. Anda juga akan diuji dengan jalur mendaki sejauh 7 kilometer ke desa adat satu-satunya di Manggarai, NTT, itu.

Untuk menuju desa ini, pengunjung harus berkendara selama delapan jam dari Labuan Bajo dan mendaki gunung sejauh 4 kilometer menembus hutan alam. Revitalisasi mbaru niang membuahkan penghargaan UNESCO pada 2012. Sejak itu, Wae Rebo masuk dalam peta wisata dunia. Warga disini pun merasakan betul manfaatnya.

Dahulu, warga Wae Rebo hidup terbelakang. Mereka hanya makan apa yang mereka dapatkan dari kebun dan hutan. Kini kemampuan ekonomi mereka bertambah dari Rp 600.000 menjadi Rp 3 juta setahun. Sejumlah anak muda kini fasih berbahasa asing dan banyak yang menimba ilmu di perguruan tinggi. Wae Rebo memang indah dan menakjubkan, diselimuti oleh kabut tipis di seluruh perkampungan membuat Wae Rebo pantas mendapatkan julukan ‘kampung diatas awan’.

Air Asia X Resmi Buka Rute Baru Bali Tujuan Tokyo

AirAsia X Indonesia mengumumkan rute penerbangan langsung terbarunya dari Bali, Indonesia tujuan Tokyo Narita, Jepang. Pembukaan rute baru ini merupakan hasil persetujuan Kementerian Perhubungan yang diterima pada 16 Maret 2017. Persetujuan itu kemudian diterima Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang, sehari kemudian.

AirAsia X Indonesia akan terbang langsung dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar ke Narita International Airport, Tokyo, Jepang mulai 24 Mei 2017. Rute penerbangan ini mendapatkan jadwal empat kali seminggu dengan kode penerbangan XT.

 

Dalam rangka merayakan peluncurannya, AirAsia X Indonesia pun menawarkan tarif promo mulai dari Rp 1.190.000 untuk kursi ekonomi dan Rp 4.390.000 untuk Premium Flatbed. Tarif promosi ini hanya tersedia di airasia.com, aplikasi mobile AirAsia dan situs mobile AirAsia mobile.airasia.com mulai 21 Maret–9 April 2017. Sedangkan untuk periode terbang mulai 24 Mei–5 Juni 2018.

Smart Luggage Canggih Ini Akan Mempersingkat Waktu di Baggage Drop

Sekarang jika kamu terbang dengan barang di Bagasi, kamu dapat dengan mudah melewatkan check-in counter dengan melakukan proses check-in secara online terlebih dahulu. Sayangnya, untuk proses baggage drop kamu membutuhkan waktu untuk pergi mencetak tag kamu di Bandara, mengikatnya ke koper dan kemudian di drop pada counter. 

Nah, sekarang sudah semakin canggih teknologi. Rimowa yang merupakan salah satu produsen koper telah membuat hal yang baru, cara baru digital yang canggih untuk mengatasi masalah bagasi di Bandara. Mereka membuat teknologi yang memberikan kemudahan kepada para penumpang pesawat untuk mendaftarkan kopernya ke bagasi pesawat. Bahkan mereka dapat melakukannya dirumah dan tinggal menaruh kopernya kebagian baggage drop tanpa harus menempelkan luggage tag.

Caranya adalah penumpang hanya perlu mengaktifkan dan mengunduh Rimowa Electronic Tag personal mereka lewat Rimowa App di smartphone. Pada saat di Bandara pihak maskapai hanya perlu mengidentifikasi dan data penerbangan akan langsung terkirim ke koper atau tas kamu lewat bluetooth. Begitu datanya muncul pada layar yang tertanam di koper, kamu bisa menaruhnya di baggage drop tanpa harus antri dan membuang waktu.

Inovasi ini sudah banyak digunakan oleh beberapa maskapai penerbangan seperti Lufthansa dan Eva Air karena selain mempersingkat waktu, penumpang juga mendapatkan keamanan lebih dalam membawa bagasinya.

Boeing 737Max 10X, Pesawat Baru Yang Siap Saingi Airbus

Meningkatnya persaingan industri, membuat setiap perusahaan tak cukup hanya sebatas menghasilkan produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Tetapi juga harus mampu menciptakan tren dan berinovasi, tak terkecuali pada industri pesawat terbang.

Pemain lama tidak boleh terlena dengan tingginya angka penjualan yang pernah dicapai, kompetitor selalu siap menerkam pasar kapan pun saat mereka lengah. Setidaknya inilah yang dilakukan Boeing, sebuah perusahaan pembuat pesawat dan aeroangkasa yang telah berdiri selama 100 tahun.

Menyadari di tengah iklim politik dan ekonomi global yang tidak pasti, perusahaan yang bermarkas di Chicago, Amerika Serikat ini mengurangi biaya namun juga perlu membuat produk yang mempunyai kualitas untuk bersaing. Boeing mulai melakukan pengembangan pesawat baru yang berukuran medium untuk menyaingi Airbus, produsen pesawat komersial yang berbasis di Toulouse, Prancis yang saat ini mendominasi untuk jenis pesawat medium ini.

Dikutip dari Antara, pesawat baru tersebut dikenal sebagai 737 MAX 10X, akan menawarkan jarak yang lebih jauh dibandingkan armada pesawat lorong tunggal Boeing saat ini, menyaingi Airbus A321neo, yang akan mengangkut hingga 240 penumpang.

Pesawat tersebut terkenal di kalangan maskapai penerbangan bertarif murah yang merupakan pasar penting bagi kedua produsen pesawat itu. Pesawat ini dibuat untuk rute lintas negara, seperti New York ke Los Angeles. Pesawat Boeing terbaru itu diperkirakan akan mulai beroperasi pada 2020, ungkap Tinseth, wakil presiden pemasaran untuk divisi komersial Boeing.

Perusahaan pesawat kelas dunia ini nampaknya tengah serius memperbaiki pendapatan perusahaan. Boeing segera melakukan perbaikan setelah di tahun 2016 lalu mendapat tamparan keras atas penjualan kompetitornya Airbus yang mampu mengokohkan posisinya di dunia penerbangan. Sebanyak 688 unit pesawat terbang komersial bisa diserahkan kepada 82 pemesan, dari 731 unit pesanan pasti pada 2016, dan jumlah backlog yang sangat sehat, yaitu 6.874 unit pesawat terbang.

Sebagai pelaku industri kita harus menyadari bahwa pasar selalu memainkan dinamikanya, untuk tetap menjadi perusahaan nomor satu kita harus mampu membaca peluang terbaik bukan sekedar meramal. Lakukan perbaikan terus menerus sampai Anda menjadi yang terbaik karena kompetitor Anda selalu membayangi Anda. Setidaknya Anda harus satu langkah di depan mereka.

Auto Bag Drop: Inovasi AirAsia Mengurangi Antrian Bagasi

Soal bagasi pesawat, kini penumpang tak perlu berlama-lama mengantri di konter bandara. AirAsia melakukan inovasi teknologi otomatisasi penyerahan bagasi Auto Bag Drop yang berhasil mengurangi antrian, memudahkan penumpang melakukan proses penyerahan bagasi tanpa bantuan petugas. Produk layanan cerdas ini pertamakali diluncurkan di Bali.

Fasilitas Auto Bag Drop digunakan penumpang yang telah memiliki boarding pass tiga hingga satu jam sebelum jadwal keberangkatan internasional, atau dua hingga satu jam sebelum keberangkatan domestik. Sebelum menuju konter penyerahan bagasi otomatis, penumpang terlebih dahulu melakukan pelaporan mandiri, self check in di tempat (kios pelaporan) yang telah disediakan.

Selanjutnya penumpang menimbang bagasi sebelum memasukkan kode pemesanan tiket, mengisi data sesuai petunjuk pada layar mesin kios pelaporan. Konfirmasi penumpang sangat penting terkait barang yang ada di dalam bagasi, dan mesin akan mengeluarkan tanda atau label bagasi sekaligus boarding pass.

Penumpang memasang sendiri label bagasinya. Seluruh proses membutuhkan waktu kurang dari tiga menit. Pada tahap akhir, penumpang memindai boarding pass dan label bagasi, mengisi verifikasi pada layar monitor di konter Auto Bag Drop. Proses selesai, bagasi pun siap masuk ke dalam pesawat.

Mesin Auto Bag Drop akan otomatis membatalkan proses jika penumpang terlambat dalam penyerahan, atau karena hal lain. Petugas tetap mengawasi barang bawaan penumpang yang masuk ke konter Auto Bag Drop. Bagasi yang melebihi ukuran, berat atau yang membutuhkan penanganan khusus akan diarahkan diproses secara manual. Setelah Bali, inovasi AirAsia ini akan diaplikasikan di bandara lain di Indonesia. Semoga maskapai lain juga menerapkan teknologi terbaru ini ya airporters.

Interior Terbaik Dari Boxmark

Tempat yang paling sering dikunjungi seperti Bandara harus dibuat senyaman mungkin. Boxmark membuat kursi-kursi khusus untuk Bandara dengan bahan kulit terbaik yang menawarkan model unik yang nyaman, saking nyamannya kamu bisa melepas stress ketika menunggu pesawat terutama kalau penerbangan kamu delayed.

BOXMARK adalah salah satu produsen terkemuka di dunia kelas tinggi dibidang jok kulit. BOXMARK focus pada bidang inti manufaktur dan pengolahan jok kulit terbaik kedua untuk sektor interior yang berkelas.

Mungkin ini bisa jadi inovasi untuk di Bandara Indonesia ya, kesan mewah yang ditonjolkan apalagi kalau ditambah dengan stop kontak ditiap kursi akan menambah kemudahan penumpang untuk mengisi ulang daya gadget-nya.

Sebuah Pesawat di Sudan Tabrak Truk Pemadam Kebakaran

Twitter: Daily Star

Sebanyak 14 orang terluka saat pesawat South Supreme Airlines mengalami crash landing dan menabrak sebuah truk pemadam kebakaran di Bandara Wau, Kota Juba, Sudan Selatan. Manager Bandara Gabriel Ngang Maduok seperti dikutip dari Reuters, Selasa (21/3/2017), mengatakan bahwa pesawat yang mengangkut 44 orang itu sebelumnya mendarat aman.

“Tapi karena cuaca buruk, pesawat kehilangan garis dan menabrak truk milik pemadam kebakaran,” jelasnya.

Hal senada juga diutarakan pejabat pemerintah dan aparat Bandara Wau. Saat pesawat penerbangan dari Juba, Ibukota Sudan Selatan, itu terbang cuaca sedang tidak bersahabat

 

“Saat ini kami menurunkan ambulans yang hilir-mudik di bandara dan sudah menerima 14 orang pasien yang dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi stabil,”papar Menteri Penerangan Sudan Selatan, Bona Gaudensio.

Lebih lanjut, hingga kini belum ada informasi jelas mengenai kondisi 30 penumpang lainnya. Menurut salah seorang sukarelawan yang ikut membantu mengevakuasi korban dijelaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.

Air Terjun Tumpak Sewu Niagara Khas Lumajang

Niagara Sumber Mata Air

Kalau Amerika punya Air Terjun Niagara yang tinggi besar, Indonesia punya Coban Sewu atau Tumpak Sewu di perbatasan Malang-Lumajang. Coba ke sana akhir pekan ini untuk mengagumi alam yang menakjubkan. Untuk menikmati betapa mengagumkan Air Terjun Niagara, kini tak perlu jauh-jauh ke Amerika.

Coban Sewu menjawab semua rasa takjub Anda tentang air terjun yang super tinggi itu. Tumpak Sewu terletak di Pulau Jawa tepatnya di perbatasan Malang-Lumajang, Jawa Timur. Bukan hanya menyusuri tepian sungai, Anda pun dipaksa beberapa kali menyeberangi sungai berkelok yang deras arus airnya.

Sungai ini diapit tebing curam di kanan dan kirinya. Tak jarang ditemui air yang mengalir rapi dari dinding-dinding tebing yang menambah daya tarik Air Terjun Tumpak Sewu. Setelah puas menikmati pemandangan dari bawah air terjun, Anda bisa kembali menuju ke tempat parkir dengan melewati kembali rute keberangkatan.

Air Terjun Tumpak Sewu memiliki banyak sumber mata air oleh karena itu diberi nama Tumpak Sewu. Akses menuju lokasi terbilang cukup mudah dan bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 1,5 jam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor dari Kota Malang. Dari akses jalan utama Anda akan dengan mudah menemukan pintu masuk ke lokasi karena terdapat papan penunjuk yang mudah terlihat dengan jelas. Ketika masuk ke lokasi, Anda akan diminta untuk membayar retribusi parkir dan tiket masuk ke lokasi wisata dengan harga kurang lebih Rp 3000-Rp 5000 per orang. Setelah memakirkan kendaraan Anda harus berjalan kaki untuk bisa mencapai lokasi Air Terjun Tumpak Sewu.

Cuaca

Bali
overcast clouds
25.6 ° C
25.6 °
25.6 °
90 %
1.9kmh
100 %
Sat
26 °
Sun
30 °
Mon
30 °
Tue
30 °
Wed
30 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,334.3
AUD
12,480.7
EUR
20,325.2
CNY
2,538.6
JPY
110.4
SGD
13,621.2