Home Blog Page 129

Mengapa Kabin Pesawat Selalu Dingin?

Kapanpun penerbangan dilakukan, tak peduli iklim maupun lokasi, udara di dalam pesawat terbang selalu dibuat dingin. Ternyata ada suatu alasan amat penting sehingga suhu dalam kabin selama penerbangan selalu dibuat rendah.

Dikutip dari News.com.au, sebuah penelitian bertajuk “Fainting Passengers: The Role of Cabin Environment” yang diterbitkan dalam jurnal American Society for Testing and Materials, disebutkan bahwa suhu lebih hangat dalam kabin dapat meningkatkan risiko pingsan bagi beberapa penumpang.

Menurut penelitian itu, kemungkinan pingsan “lebih tinggi dalam sebuah pesawat terbang daripada di darat” yang disebabkan oleh “penurunan ventilasi paru”, yaitu pengurangan aliran darah ke otak.

Hal demikian dapat menyebabkan lunglai, mengantuk, dan penimbunan gas dalam lambung. Dalam lingkungan yang memang sudah berisiko tinggi, penelitian itu mengungkapkan bahwa “suhu tinggi dalam kabin dapat lebih jauh lagi memicu reaksi yang dimaksud.”

Jadi, dalam suatu penerbangan berisi ratusan orang di dalamnya, dengan definisi mereka masing-masing tentang panas berlebih, para awak kabin menjaga suhu kabin tetap dingin demi berjaga-jaga.

Selain peningkatan risiko pingsan, menjaga suhu kabin tetap rendah juga untuk menghindari dehidrasi. Udara dalam kabin pesawat pun sudah kering. Jadi, kalau suhunya lebih hangat, semakin bertambahlah dehidrasi yang dialami para penumpang sehingga mereka bisa mual dan pusing.

Jadi, ketika merasa kedinginan dalam penerbangan, ingatlah untuk menambah lapisan pelindung untuk tetap hangat. Lebih baik demikian daripada mual sepanjang perjalanan jauh.

Emirates Tambah Frekuensi Penerbangan Di Bali

Maskapai penerbangan Uni Emirat Arab (UEA), Emirates menambah frekuensi penerbangannya di Bali. Salah satu maskapai terbaik di dunia ini beroperasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sejak 2015 dengan penerbangan sekali sehari untuk rute Dubai (DXB) – Denpasar (DPS).

Seperti yang dikutip oleh republika.co.id, General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi mengatakan, pesawat Emirates penambahan frekuensi ini dilakukan mulai akhir pekan kemarin.

Pesawat Emirates tipe B777-300ER dengan kapasitas 42 kursi bisnis dan 386 kursi ekonomi dengan nomor penerbangan EK360 mendarat pukul 14.42 WITA, Ahad (2/7). Pesawat ini membawa serta 422 penumpang dengan rincian 40 penumpang bisnis, 381 penumpang ekonomi, dan satu infant atau bayi.

“Ini suatu bentuk dukungan kami terhadap program Kementerian Pariwisata demi 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) 2017,” kata Yanus, Senin (3/7).

Emirates akan terbang dua kali sehari atau double daily service pada pukul 00.05 WITA dan 16.30 WITA. Ini akan mendatangkan banyak wisman dari berbagai negara yang memanfaatkan layanan Global Emirates.

Pesawat Emirates yang lepas landas dari Bali di hari sama menggunakan nomor penerbangan EK361 tujuan Denpasar-Dubai pada pukul 16.52 WITA. Pesawat ini membawa 407 penumpang dengan rincian 40 penumpang bisnis, 363 penumpang ekonomi, dan empat infant atau bayi.

Angkasa Pura dan otoritas bandara terus memperbesar daya angkut atau seats capacity dari tahun ke tahun. Pemerintah menargetkan 15 juta wisman ke Indonesia hingga akhir tahun ini dengan berkolaborasi bersama Kementerian Perhubungan, maskapai, Airvav, Angkasa Pura, pemerintah daerah di Bali, serta berbagai maskapai penerbangan dunia.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya sebelumnya mengatakan pemerintah menetapkan tiga prioritas utama tahun ini, yaitu go digital, homestay atau desa wisata, dan konektivitas udara. Konektivitas udara adalah critical success yang bisa mendorong lebih banyak wisman masuk ke Indonesia.

“Hampir 80 persen wisman yang datang ke Indonesia menggunakan transportasi udara, sisanya melalui laut, terutama Kepulauan Riau, dan cross-border land,” tambah Arief.

AS Batalkan Larangan Barang Elektronik Untuk Maskapai Etihad

Pemerintah AS memberikan kelonggaran terhadap aturan barang elektronik ke dalam kabin dengan mencabut larangan bagi maskapai Etihad dari Abu Dhabi, Dubai.

Etihad merupakan satu-satunya maskapai yang mengoperasikan penerbangan direct flight dari Abu Dhabi menuju Negeri Paman Sam, yakni sebanyak 45 penerbangan tiap pekan.

Juru bicara Department of Homeland Security AS, David Lapan, mengatakan bahwa alasan pencabutan larangan itu berkenaan dengan langkah-langkah ekstra untuk pengamanan penumpang yang telah diterapkan di bandara Abu Dhabi International Airport.

“Penumpang kini bisa membawa PED (perangkat elektronik pribadi) ke kabin dalam penerbangan langsung ke AS,” kicau Lapan lewat Twitter.

Sebagaimana dilaporkan, Otoritas AS melarang penumpang pesawat dari maskapai penerbangan asing dengan penerbangan langsung menuju AS, untuk membawa laptop dan tablet ke dalam kabin. Hal ini dilakukan untuk mencegah ancaman terorisme. Adapun negara yang ikut terkena imbas larangan itu adalah Mesir, Maroko, Yordania, Arab Saudi, Uni Arab Emirat, Kuwait, Qatar, dan Turki.

Bandara Terbesar Di Dunia Akan Beroperasi Tahun 2019

Beijing bangun bandara terbesar di dunia yang berlokasi di Selatan Daxing, Beijing dalam dua tahun lagi. Beijing New Airport disebut akan menjadi markas dari maskapai China Southern Airlines dan China Eastern Airlines serta menjadi bandara penghubung baru di kawasan Asia.

Beijing New Airport dibangun di atas lahan seluas 700 ribu meter perseg dan memiliki bentuk seperti bintang.  Bandara ini memiliki enam terminal yang akan saling terhubung serta memiliki enam landasan yang akan membuat sistem terbang dan mendarat jadi lebih cepat.

Dilansir dari Reuters, China telah menggandeng BuroHappold Engineering, kontraktor yang memenangkan tender dari pemerintah China untuk mewujudkan interior bangunan bandara tersebut. BuraHappold disebut akan merancang desain interior serta dekorasi pada bandara. Direncanakan, bandara ini akan dibuat serba lapang dan penuh tumbuhan hijau.

“Bandara ini akan dibangun dengan filosofi tradisional China yang serba terhubung, harmonis, seimbang, dan juga bernuansa cerah,” tulis kantor arsitek Zaha melalui keterangan resminya.

Bandara juga akan difasilitasi dengan kereta api sehingga penumpang yang ingin datang ke bandara juga bisa menumpang kereta yang jalurnya juga sedang dibangun. Diperkirakan Bandara ini bisa menampung lebih dari 100 juta penumpang setiap tahunnya.

Pemerintah China berharap pembangunan Beijing New Airport dapat segera rampung, mengingat Capital International Airport—yang mendapat predikat sebagai bandara tersibuk ke-dua di dunia, sudah kewalahan melayani penumpang.

Tourist Information Center Disiapkan Untuk Kembangkan Pariwisata

Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta

PT Angkasa Pura II (Persero) dan Kementerian Pariwisata telah berkomitmen saling mendukung untuk mengembangkan pariwisata dengan meningkatkan konektivitas penerbangan internasional di seluruh bandara-bandara yang dikelola AP II, serta menghadirkan layanan digital Tourist Information Center (TIC) di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sejak 19 Juni 2017.

Keberadaan TIC itu diharapkan dapat membantu promosi pariwisata di Indonesia sehingga target kunjungan wisatawan tahun ini dapat tercapai.

Adapun konten dalam TIC ini adalah berbagai destinasi pariwisata di Indonesia yang disiapkan oleh Kementerian Pariwisata, utamanya terkait dengan branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, Terminal 3 nantinya akan melayani seluruh penerbangan internasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Sehingga keberadaan TIC di terminal tersebut berperan penting dalam mempromosikan destinasi wisata di berbagai daerah, selain tentunya juga dapat memberikan kesan yang bagus kepada para wisman sesaat ketika mereka tiba di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arif Yahya menargetkan TIC di Terminal 3 dapat menjadi semacam tourism supermall dalam artian setelah wisman mendapat informasi mengenai atraksi wisata, transportasi, akomodasi, dan lain sebagainya maka mereka bisa langsung melakukan reservasi dan pembayaran untuk pengalaman wisata yang lebih baik.

Lion Air Tambah Sepuluh Rute Baru Domestik

Lion Air Group pada awal Juli 2017 ini kembali memperluas akses destinasi penerbangannya dan memperkuat konektivitasnya. Tercatat ada 10 rute baru yang akan di layani oleh Lion Air dan Wings Air yang merupakan maskapai di bawah naungannya.

Untuk Lion Air per tanggal 3 Juli 2017 akan mengoperasikan penerbangan dari Batam melalui Bandar Udara Internasional Hang Nadim menuju Bandar Lampung melalui Bandar Udara Radin Inten II, serta penerbangan dari Pontianak melalui Bandara Supadio menuju Bandung melalui Bandara Internasional Husein Sastranegara.

Di Tanggal 4 Juli 2017 Lion Air juga akan terbang perdana dari Yogyakarta melalui Bandar Udara Internasional Adisutjipto menuju Palembang melalui Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dan sebaliknya.

Hingga saat ini, Lion Air  tengah mengoperasikan total armadanya berjumlah 112 unit yang terbagi dalam beberapa tipe seperti Boeing ?737-800/900, Boeing 747-400, dan Airbus A330, yang terbang hingga lebih dari 650 penerbangan perharinya. Sedangkan total armada Wings Air saat ini berjumlah 52 unit dengan tipe ATR ?72-500/600yang terbang lebih dari 300 flights perharinya. 

Lion Air dan Wings Air akan beroperasi dan melayani rute baru nya tersebut 1 kali penerbangan perharinya dengan jadwal sebagai berikut:

  1. LION AIR JT 173 // BATAM (STD 13.00) – BANDAR LAMPUNG (STA 14.15)
  2. LION AIR JT 174 // BANDAR LAMPUNG (STD 15.00) – BATAM (STA 16.15)
  3. LION AIR JT 566 // YOGYAKARTA (STD 21.45) – PALEMBANG (STA 23.05)
  4. LION AIR JT 567 // PALEMBANG (STD 19.35) – YOGYAKARTA (STA 21.00)
  5. LION AIR JT 957 // PONTIANAK (STD 19.45) – BANDUNG (STA 21.15)
  6. LION AIR JT 958 // BANDUNG (STD 06.45) – PONTIANAK (STA 08.15)
  7. WINGS AIR IW 1720 // HALIM PERDANAKUSUMA (STD 113.15) – BANDUNG (STA 13.50)
  8. WINGS AIR IW 1721 // BANDUNG (STD 09.35) – HALIM PERDANAKUSUMA (STA 10.10)
  9. WINGS AIR IW 1854 // BANDUNG (STD 14.15) – MALANG (STA 16.00)
  10. WINGS AIR IW 1855 // MALANG (STD 07.25) – BANDUNG (STA 09.10)
  11. WINGS AIR IW 1328 // MALANG (STD 16.35) – UJUNG PANDANG (STA 19.35)
  12. WINGS AIR IW 1329 // UJUNG PANDANG (STD 06.00) – MALANG (STA 07.00)
  13. WINGS AIR IW 1234 // KUALANAMU (STD 16.30) – JAMBI (STA 18.00)
  14. WINGS AIR IW 1235 // JAMBI (STD 18.30) – KUALANAMU (STA 20.00)
  15. WINGS AIR IW 1721 // HALIM PERDANAKUSUMA (STD 10.35) – TASIKMALAYA (STA 11.30)
  16. WINGS AIR IW 1720 // TASIKMALAYA (STD 11.55) – HALIM PERDANAKUSUMA (STA 12.50)
  17. WINGS AIR IW 1369 // BALIKPAPAN (STD 15.15) – PALANGKARAYA (STA 15.10)
  18. WINGS AIR IW 1368 // PALANGKARAYA (STD 15.35) – BALIKPAPAN (STA 17.30)
  19. WINGS AIR IW 1326 // UJUNG PANDANG (STD 15.50) – RAHA (STA 16.45)
  20. 20. WINGS AIR IW 1327 // RAHA (STD 06.30) – UJUNG PANDANG (STA 07.25)

Pergerakan Pesawat Naik 7 Persen Selama Mudik Lebaran 2017

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengungkapkan adanya kenaikan pergerakan pesawat dan jumlah penumpang dalam musim mudik 2017. Ia mengatakan untuk pergerakan pesawat terdapat kenaikan sekitar 6-7 persen jika dibandingkan dengan 2016 lalu.

“Sedangkan pergerakan penumpang 12,88 persen,” katanya di Posko Utama Angkutan Lebaran Bandara Soekarno-Hatta.

Menurutnya angka tersebut tertinggi jika dibanding dengan moda transportasi lain yang digunakan sebagai angkutan mudik 2017. Hal ini ia yakini menunjukkan kesejahteraan masyarakat membaik,  sudah memiliki kemampuan untuk membeli tiket pesawat.

“Dulu cukup beli tiket kapal laut, kini naik pesawat terbang. indikator atas kenaikan bisa dilihat dari tahun sebelumnya, karena tahun lalu hanya tumbuh enam persen,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Agus juga sempat mewawancarai sejumlah penumpang yang berada di conveyor belt kedatangan Terminal 1B dan 1C. kedatangannya ke conveyor belt untuk memastikan arus mudik benar terkawal dengan baik. Ada pun dilakukan di Terminal 1 karena prosentase arus balik mudik berada di terminal domestik.

“Saya lihat lancar, bisa dilihat langsung lebaran kali ini kita bisa mengawal, mengoperasikan penerbangan dan juga pelayanan yang semakin baik,” ujarnya menambahkan.

Menurutnya di H+6, Ahad kemarin terbukti seluruh stakeholder telah memprediksi dan mempersiapkan puncak arus balik dengan baik. Sebab, Senin beraktivitas kerja telah dimulai kembali.

“Karenanya,  tadi saya sempat mewawancarai sejumlah penumpang. Alhamdulillah mereka bilang bagus pelayanannya, mereka juga bilang On Time Performance kita sudah membaik. Penumpang menunggu dengan tertib. Ini total dari 13 Bandara yang dikelola oleh  PT Angkasa Pura II, lancar,” jelasnya.

ATR Milik Lion Air Mendarat Perdana Di Tasikmalaya

Pesawat ATR – 72 milik Lion Air berhasil terbang  dari bandara udara (bandara) Halim Perdanakusuma, Jakarta dan mendarat perdana di bandara Wiriadinata, Tasikmalaya.  Pemerintah setempat beserta Dan Lanud Wiriadinata menyambut langsung beroperasinya jalur transportasi udara tersebut.

“Untuk itu kita akan imbau seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) agar memaksimalkan fasilitas ini untuk efisiensi saat harus rapat atau tugas dinas ke Jakarta,” jelas Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman.

Kehadiran bandara, kata Budi, selain mengurangi beban jalur darat, juga dapat menumbuhkan iklim investasi dan pariwisata ke Priangan Timur terutama Kota Tasikmalaya.

Ditanya soal tarif? Terbilang kompetitif. Sebab apabila melakukan perjalanan menggunakan transportasi darat ke Jakarta memakan waktu cukup lama dan biaya terbilang besar.

“Sehingga diharapkan pasarnya bagus terus. Karena apabila demand-nya baik tidak menutup kemungkinan pesawat dari maskapai lain untuk datang,” terangnya.

Adanya rute baru ini memang salah satu langkah agresif Lion Air dalam mengembangkan rute, guna memaksimalkan pelayanan kepada pelanggannya.

Dikutip dari website Lion Air “Rute-rute baru ini dibuka untuk memberikan pilihan yang beragam yang di sediakan maskapai Lion Air Group. Harapan kami, dapat menjadi pilihan dan solusi bagi masyarakat untuk bepergian,” kata Public Relations Manager, Lion Air Group, Andy M Saladin.

Dirjen Perhubungan Udara: Arus Mudik Lebaran di Bandara AP II Lancar

Arus mudik melalui angkutan udara pada Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah ini berjalan lancar. Hal tersebut diutarakan Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, saat mengecek langsung arus balik di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu kemarin.

Dalam kesempatan ini, Dirjen pun mewawancarai sejumlah penumpang yang berada di conveyor belt kedatangan Terminal 1B dan 1C. Ada pun pengecekan ini dilakukan di Terminal 1 lantaran presentase arus balik mudik berada di terminal domestik.

“Saya tadi memonitor langsung ke conveyor belt pengambilan bagasi di Terminal 1. Saya lihat lancar, bisa dilihat langsung lebaran kali ini kita bisa mengawal, mengoperasikan penerbangan dan juga pelayanan yang semakin baik,” tutur Agus Santoso seperti dalam siaran pers PT Angkasa Pura II (Persero), Senin (3/7/017).

Menurut Agus, Senin ini hampir seluruh masyarakat telah mulai kembali beraktifitas. Pada momen mudik Lebaran kali ini, Agus menilai pelayanan yang dilakukan AP II selaku pengelola 13 bandara di Indonesia baik dan lancar.

“Karenanya, tadi saya sempat mewawancarai sejumlah penumpang. Alhamdulillah mereka bilang bagus pelayanannya. Mereka juga bilang Ontime Performance kita sudah membaik. Penumpang menunggu dengan tertib. Ini total dari 13 Bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura lancar,” jelasnya.

Dirjen Perhubungan Udara juga sempat melakukan video conference di Posko Utama Angkutan Lebaran Bandara Soekarno-Hatta dengan Kepala Kantor Staf Kepresidenan yakni Teten Masduki yang sedang di Binagraha. Saat ditanya wartawan terkait angka dalam arus mudik tahun ini, Dirjen mengatakan untuk pergerakan pesawat terdapat kenaikan sekitar 6-7 persen jika dibandingkan dengan 2016 lalu.

“Sedangkan pergerakan penumpang 12,88 persen. Ini tertinggi jika dibanding dengan moda transportasi lain. Kesejahteraan masyarakat membaik, sudah memiliki kemampuan untuk membeli tiket pesawat. Dahulu cukup beli tiket kapal laut, kini naik pesawat terbang. indikator atas kenaikan bisa dilihat dari tahun sebelumnya, karena tahun lalu hanya tumbuh enam persen,” ujarnya.

8 Korban Heli Basarnas Sudah Di Evakuasi Ke RS Temanggung

Helikopter Basarnas tipe AS365N3+Dauphin jatuh di Gunung Butak, Temanggung, Jawa Tengah pada Minggu (2/7) sore kemarin. Delapan korban meninggal yang berada di dalam helikopter itu telah berhasil dievakuasi ke RSUD Temanggung.

Dikutip dari detikcom, “8 orang sedang dievakuasi semua ke RSUD Temanggung,” ujar Kepala Basarnas Marsekal Muda M Syaugi dalam pesannya, Minggu (3/7/2017) pukul 01.20 WIB.

Kepala Basarnas Marsekal Muda M Syaugi mengatakan, 8 orang korban sudah dievakuasi semua ke RSUD Temanggung, meski dalam keadaan hujan. Dia menjelaskan, 8 orang tersebut berencana untuk melakukan rescue di Dieng terkait meletusnya kawah Sileri.

Seperti diberitakan sebelumnya, helikopter Basarnas diduga menabrak tebing di Gunung Butak, Temanggung sekitar pukul 16.30 WIB.

Didalam helikopter itu ternyata berisikan 8 orang yang semuanya menjadi korban. Delaoan orang itu terdiri dari 4 kru dan 4 tim rescue Basarnas. Berikut identitas korban tewas:

Kru:

1. Kapten Laut (P) Haryanto
2. Kapten Laut (P) Li Solihin
3. Serka Mpu Hari Marsono
4. Peltu LPU Budi Santoso

Tim Basarnas:

1. Muhammad Afandi
2. Nyoto Purwanto
3. Budi Resti
4. Catur

Soal Penerbangan Delay, Ini Tanggapan Angkasa Pura II

Sejumlah penerbangan yang mengalami keterlambatan atau delay selama masa mudik Lebaran di Bandara Soekarno-Hatta masih wajar, hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin. Bila merujuk pada data delay yang tercantum pada on time performance tiap maskapai, nampak kebanyakan delay terjadi antara satu sampai dua jam.

“Dari tanggal 15 Juni kemarin, pergerakan delay masih dalam angka yang bisa ditoleransi,” kata Awaluddin.

Awaluddin juga menjelaskan, delay pada rentang waktu satu sampai dua jam itu tidak sampai berdampak pada terganggunya seluruh aktivitas penerbangan dan arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta. Walaupun manajemen delay menjadi tanggung jawab masing-masing maskapai, Awaluddin memastikan pihaknya selalu berkoordinasi agar calon penumpang yang terkena delay tidak telantar.

PT Angkasa Pura II turut melaksanakan perannya ketika ada penerbangan yang mengalami delay, termasuk penanganan dari pihak maskapai sesuai aturan Kementerian Perhubungan. Dalam aturan tersebut, ada kompensasi paling ringan berupa makanan kecil untuk delay yang tidak terlalu lama hingga pengembalian uang tiket (refund) untuk delay di atas empat jam.

Lebih lanjut, Awaluddin menambahkan, berdasarkan data dari Posko Angkutan Lebaran 2017 di Bandara Soekarno-Hatta, tercatat ada ratusan delay atau keterlambatan pada jadwal keberangkatan pesawat sejumlah maskapai penerbangan domestik. Data ratusan delay itu dihimpun mulai dari 18-21 Juni 2017. Jumlah delay untuk sepuluh maskapai penerbangan domestik pada kurun waktu tersebut mencapai 381 penerbangan.

Untuk nama nama maskapai yang mengalami Delay tersebut yakni, Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Citilink, Sriwijaya Air, NAM Air, Indonesia Air Asia Extra, Indonesia Air Asia, Kalstar, dan Trigana Air. Adapun delay terbanyak terjadi untuk keterlambatan 30-60 menit sebanyak 239 jadwal penerbangan. Disusul dengan 113 penerbangan yang mengalami delay 61-120 menit atau dua jam.

Ada juga sejumlah penerbangan dengan waktu delay lebih lama lagi, yakni 23 jadwal penerbangan untuk delay 121-180 menit, dan masing-masing tiga jadwal penerbangan yang mengalami delay 181-240 menit dan di atas 240 menit.

Pemudik Banyak Yang Memilih Jalur Udara

Direktorat Perhubungan Udara mencatat ada lonjakan kenaikan pemudik yang menggunakan moda transportasi udara. Kenaikan penumpang bahkan tercatat hingga sekitar 9,8 persen.
“Kami belum lihat, nanti waktu lebaran kami lihat kenaikannya seberapa jauh. Karena menurut prediksi kami passenger yang diangkut pada tahun ini ada 5.400.000 penumpang. Sedangkan tahun lalu 4.900.000. Nah ini berarti naik 9,8 persen, ” kata Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso, di Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Agus menyebut lonjakan penumpang pada arus mudik kali ini terjadi pada H-9 dan H-8 jelang Lebaran. Menurut dia, puncak arus mudik yang terbilang cukup jauh dari Hari Lebaran itu karena adanya ketakutan dari pemudik akan kemacetan.
“Itu adalah pola hari libur jadi orang-orang, karena itu hari libur ya mungkin karena trauma karena kemacetan yang terjadi pada tahun kemarin, jadi orang sejauh-jauhnya sebisa mungkin menjalani perjalanan itu seminggu sebelumnya,” kata Agus.
Ia menambahkan, salah satu faktor naiknya jumlah pemudik tahun ini adalah karena maskapai penerbangan menyiapkan lebih banyak armada dibandingkan penerbangan normal. Tidak hanya itu, beberapa bandara juga memperpanjang waktu operasinya. Ada yang beroperasi selama 24 jam, dan ada juga yang beroperasi hanya sampai pukul 12 malam.
“Yang 24 jam seperti Jakarta, baik Halim dan Soekarno-Hatta, kemudian Juanda, Surabaya, Denpasar, Makassar, sampai Kuala Namu. Yang lain hanya sampai pukul 00.00. Solo, Yogyakarta itu sampai pukul 00.00,” kata dia.
Untuk antisipasi delay, Agus menuturkan pihaknya tidak menyiapkan antisipasi khusus karena hal tersebut tidak bisa diprediksi. “Delay bisa karena cuaca, adanya technical reasons, dan sebagainya. Kalau memang cuaca terpaksa kita harus men-delay keberangkatan maupun kedatangan pesawat tadi supaya semuanya kita antarkan dengan selamat,” papar dia.
“Tujuan utama adalah keselamatan. Kalau ada cuaca ekstrim seperti waktu itu di Cengkareng selama 2-3 jam kan bukan main itu. Ada puluhan pesawat di-delay. Tapi itu kan upaya kami untuk memberikan pelayanan keselamatan penerbangan,” imbuhnya.

Cuaca

Bali
overcast clouds
28.5 ° C
28.5 °
28.5 °
79 %
3.6kmh
100 %
Fri
28 °
Sat
29 °
Sun
29 °
Mon
30 °
Tue
29 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,342.8
AUD
12,483.3
EUR
20,358.5
CNY
2,539.9
JPY
110.8
SGD
13,625.1