Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mencari investor baru, untuk kembali menerbangkan maskapai PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). Setelah ada investor yang cocok, Kementerian BUMN akan melaporkan ke DPR untuk bisa beroperasi kembali.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih mencari investor untuk menyuntikkan modalnya pada PT Merpati Nusantara Airlines. Maskapai pelat merah itu terpaksa menyetop operasionalnya pada Februari 2014 lalu karena terlilit masalah keuangan hingga minus Rp5,3 triliun.

“Kita sudah memasuki ke era mencari investor, baru kemudian kita ke DPR kalau memang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan privatisasi,” ujar ‎Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro.

Saat ini, ada satu hingga dua investor yang berminat kepada Merpati Airlines. Namun, pemerintah harus melihat seberapa besar minat dari salah satu investor tersebut.

Menurut Aloysius, tidak mudah mencari pihak yang mau menjadi investor maskapai yang banyak melayani penerbangan perintis ini. Apalagi, bisnis penerbangan terbilang bisnis yang sulit dikelola, pemerintah melalui Kementerian BUMN, sudah menyelesaikan 98 persen hak yang diinginkan karyawan. Pada akhirnya, pemerintah bisa menyetop kerugian yang menimpa Merpati.

“Bisnis airlines itu tidak mudah, ada tetapi kita mencari yang benar-benar serius. Pada saat sekarang memang sudah ada minat satu dua tetapi kita harus lihat dulu untuk mendapatkan yang firm,” ujar Aloy.

Saat ini, dua anak usaha Merpati masih beroperasi, yaitu PT Merpati Maintenance Facilities (MMF) dan Merpati Training Center (MTC). Selain itu, pembayaran hak-hak pegawai eks Merpati juga sudah disepakati meskipun tidak 100%.