Upaya Kabupaten Raja Ampat untuk memoles bandara Marinda mulai menunjukkan perkembangan positif. Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mendapat restu dari Kementerian Perhubungan untuk memperbaiki infrastruktur bandara dan go international.

Gagasan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk membangun Bandara Marinda telah muncul sejak 2015 lalu. Namun sampai sekarang masih belum terealisasi.

Belakangan, niat mengembangkan Bandara Marinda mulai mendapat lampu hijau setelah Dominggus bertemu dengan Menhub Budi Karya Sumadi untuk menambah panjang lintasan bandara, dua pekan lalu.

Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati memang berniat memperpanjang lintasan bandara dari 1.200 meter menjadi 2.500 meter agar pesawat berbadan lebar bisa terbang dan mendarat di Marinda. Bila terealisasi, Bandara Marinda semakin memanjakan turis asing dan domestik untuk mengakses Raja Ampat .

“Perpanjangan lintasan Bandara Marinda sudah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Saya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur atas komunikasi intensif dengan Menhub. Bandara Marina bakal menjadi pintu masuk utama turis, terutama turis mancanegara ke Raja Ampat,” ujar Abdul Faris.

Selama ini, pembangunan Bandara Marinda masih terkendala teknis, pembebasan lahan. Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan meminta Bupati Raja Ampat untuk bergerak cepat, agar pekerjaan konstruksi bisa berjalan.

“Ini menjadi urusan Bupati, saya sudah membuka komunikasi dengan Bapak Menteri,” kata Dominggus.

Bandara Marinda beroperasi mulai pukul 08.00 WIT hingga 14.00 WIT dengan maskapai Susi Air dan Wings Air. Sebagai maskapai perintis ke Raja Ampat, Susi Air menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan dan terbang sekali dalam sepakan. Namun frekuensi penerbangan Susi Air ke Raja Ampat semakin bertambah seiring permintaan wisatawan lokal dan asing.