Untuk kedua kalinya, musim dingin di Timur Laut Amerika Serikat membuat air terjun Niagara kembali membeku. Lebih dari 6 juta kaki kubik air yang biasanya jatuh dengan deras, kini membisu.

Meski membeku, kecantikan air terjun niagara tidak pernah pudar. Pemandangan luar biasa ini bahkan menjadi momentum penting bagi para fotografer dan wisatawan yang ingin mengabadikan kejadian langka tersebut.

Apalagi saat lampu warna-warni menerangi air terjun Niagara yang membeku pada Senin, 3 Maret 2014 lalu. Lampu-lampu tersebut mempercantik air terjun Niagara dengan warna-warna ungu, kuning, merah dan biru.

Air terjun Niagara terakhir kali membeku pada tahun 1848, namun pada 8 Januari 2014 lalu rekor tersebut terpecahkan. Air terjun raksasa yang membelah Amerika Serikat dan Kanada bagian selatan ini membeku di bawah suhu -16 derajat celsius. Hawa dingin semakin terasa lewat hembusan angin yang membawa pengunjung bagai hidup mengarungi suhu -28 derajat celsius.

Jelas saja, cuaca ini mempengaruhi keseharian 240 juta penduduk di Amerika Serikat dan Kanada bagian selatan. Penduduk di kedua negara itu bahkan sempat memprediksi bahwa suhu dingin akan membuat wisatawan tidak betah dan beranjak pergi.

Tapi dugaan mereka meleset. Meski harus melawan hawa dingin dan menggunakan baju berlapis serta jaket tebal, wisatawan tetap datang dan bertahan mengabadikan momentum luar biasa itu. (eh)

Sumber: Daily Mail

http://life.viva.co.id/news/read/486828-foto–atraksi-cahaya-di-air-terjun-niagara-yang-membeku