Bahaya Debu Vulkanik Bagi Penerbangan

272

Debu vulkanik yang terutama terdiri dari partikel belerang juga sangat membahayakan keselamatan penerbangan, jika masuk ke mesin pesawat akan dimanfaatkan dan dipanaskan dalam ruang bakar mesin jet, dapat segera meleleh membentuk lapisan keras seperti kaca keras yang menutupi seluruh permukaan ruang bakar mesin serta bagian lain seperti kompresor, turbin, fuel nozzle  dan lain sebagainya yang kemudian segera dapat menghancurkan bagian dalam mesin karena korosi dan abrasi yang mengakibatkan mesin mengalami kerusakan dan mati mendadak.

Masih teringat jelas bagi kalangan dunia aviasi pada Juni 1982 sebuah Boeing 747 British Airways, empat mesinnya mati sekaligus, karena tanpa diketahui melintasi awan debu vulkanik letusan Gunung Galunggung. Akhirnya pesawat tersebut mendarat darurat di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta dengan hanya menggunakan dua mesin dalam kondisi “batuk-batuk”.

Kristal-kristal silica berbentuk se­perti partikel pecahan kaca tajam yang mengalami pemanasan dari magma gunung jika ditabrak pesawat terbang dengan kecepatan 850 km/jam segera menempel di kaca depan kokpit (windshield) yang tidak dapat dibersihkan sehingga menghalangi pandangan para pilot untuk melihat landasan untuk keperluan mendarat dan tinggal landas (kaca depan buram seperti di­gosok amplas).

Partikel debu vulkanik dapat dipastikan akan menyumbat pitot tube ­system sebagai alat penunjuk kecepatan pesawat serta static port system sebagai alat penunjuk ketinggian pesawat. ­Intinya adalah pesawat akan kehilang­an indikator kecepatan dan ketinggian yang menjadi dasar parameter untuk menerbangkan pesawat.

Pesawat terbang yang sedang parkir dan terpapar debu vulkanik harus dibersihkan dengan bahan kimiawi khusus sebagaimana dipersyaratkan pabrik pesawat dan sesuai program perawatan pesawat terbang karena debu vulkanik bersifat abrassive.

Mesin pesawat perlu dibersihkan total dari segala bentuk debu vulkanik dan diperiksa mempergunakan alat boroscope (serupa proses endoskopi atau kolonoskopi). Proses pembersihan pesawat sekitar memerlukan empat hingga enam jam untuk pesawat ­narrow body.

Baca juga:  Dapatkan Diskon Tiket Pesawat Sekaligus Hotel Hingga 40 Persen

Setelah pesawat terbang dipastikan bersih dari debu vulkanik dan area pergerakan darat termasuk landasan di bandar udara juga bersih serta jalur penerbangan bebas awan debu vulkanik maka segera operasional penerbangan bisa normal kembali.

Tidak hanya penumpang, semua pihak tidak terkecuali bandar udara dan operator penerbangan menghendaki operasional penerbangan segera pulih namun prioritas utama keselamatan penerbangan adalah  memastikan pesawat dan area pergerakan pesawat harus terbebas dari abu vulkanik.

Sumber

Previous article5 Cara Selamat dari Kecelakaan Pesawat
Next articleMenyikapi Kecelakaan Pesawat Terbang