Khusus untuk lifevest harus dilakukan pengontrolan usia komponennya (Hard Time). Metode pembungkusan (package) akan sangat menentukan usia dari lifevest itu sendiri. Lifevest dengan pembungkus plastik dengan kondisi dijahit biasa bisa bertahan hingga 5 (lima) tahun sejak dibuat. Bahkan lifevest dengan pembungkusan metode vacuum (hampa udara), usianya bisa bertahan hingga 10 (sepuluh) tahun. Tentu saya apabila dalam pemeriksaan rutin ditemukan adanya kerusakan dalam pembungkusannya, maka lifevest tersebut harus segera diganti.
Konfigurasi Berubah
Pesawat pabrikan baru akan mempunyai konfigurasi bawaan yang sudah mendapatkan persetujuan dari otoritas penerbangan di negara pesawat tersebut dibuat. Umumnya konfigurasi pengaturan kursi bawaan merupakan kombinasi kursi kelas bisnis (business class) dan kelas ekonomi (economy class) atau semua kelas ekonomi (all economy class).
Pesawat sekelas Boeing 737 dan Airbus A320, pilihan kelas bisnis adalah kursi ganda dan untuk kelas ekonomi kursinya adalah triple seat. Yang membedakan dari kursi tersebut terletak pada jumlah kursi dari setiap asemblinya (assembly). Maskapai bisa terus menggunakan konfigurasi tersebut selama tidak ada perubahan.
Sebuah maskapai harus mengajukan draft Lay Out Passenger Arrangement (LOPA) terlebih dulu untuk dievaluasi dan mendapatkan persetujuan dari otoritas setempat. Setelah gambaran LOPA tersebut disetujui, maka baru bisa dimulai pengerjaan penyusunan ulang kursi pesawat sesuai dokumen yang sudah disetujui. Selanjutnya masih harus dilakukan penghitungan ulang (re-calculation) terhadap dokumen weight and balance pesawat untuk menentukan mean aerodynamic chord (mac). Selanjutnya data-data terbaru tersebut akan digunakan penentuan alokasi bagasi untuk masing-masing pesawat terkait.











