Breaking News

Agustus Mendatang Menginap di Hotel Malaysia Akan Lebih Mahal

Bagi yang punya rencana melancong ke Malaysia pada Agustus mendatang, sebaiknya bersiap membawa duit lebih. Pasalnya, tarif hotel di negara tersebut bakal naik menyusul rencana pemerintahnya memungut pajak pariwisata mulai 1 Agustus 2017.

Dikutip dari Channel News Asia, the Royal Malaysian Customs Department alias Direktorat Jenderal Bea dan Cukai-nya Malaysia (DJBC) mengumumkan bakal mengenakan pajak pariwisata untuk kamar hotel. Tarifnya, mulai dari RM2,5 atau setara Rp7.796 per malam untuk penginapan kecil sampai RM20 atau Rp62.359 per malam untuk hotel bintang lima.

“Pajak akan dipungut dari semua jenis tempat penyedia akomodasi bagi wisatawan. Kecuali homestay atau Kampung Stay yang terdaftar di pemerintah,” bunyi pengumuman resmi di laman DJBC Malaysia.

Pengecualian pungutan pajak juga berlaku bagi tempat penginapan yang dikelola oleh institusi pendidikan, penginapan yang digunakan untuk tempat pelatihan dan institusi keagamaan yang tidak memiliki tujuan komersial. Satu lagi, penginapan dengan jumlah kamar kurang dari 10 juga bebas dari pajak pariwisata.

“Pengelola penginapan yang dikecualikan dari pungutan pajak diminta untuk mendaftarkan tempatnya mulai Juli 2017,” ujar keterangan tersebut.

April lalu, Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Malaysia Mohamed Nazri Abdul Aziz mengatakan, pemerintahnya berharap bisa mengumpulkan uang RM654,62 juta setara Rp2,04 triliun jika dalam setahun rata-rata tingkat hunian kamar hotel di Malaysia bisa terisi 60 persen.

Tentang Tiara Hartu

Lihat juga

Bandara Gisborne: Landasan Pacu Bandara Dengan Jalur Rel Kereta Api Yang Melintas

Bandara Gisborne adalah sebuah bandara di wilayah kecil yang terletak di pinggiran barat Gisborne, Pantai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *