Agen Diberi Waktu Dua Minggu Boleh Jual Tiker di Bandara Komodo

32

Pihak Bandar Udara (Bandara) Labuan Bajo, memberikan waktu paling lama 2 minggu kepada para agen penjual tiket pesawat yang selama ini menjual di bandara agar tidak lagi berjualan di Bandara.

Hal itu berkaitan dengan surat edaran dari Kementerian Perhubungan yang melarang penjualan tiket di Bandara.

“Memang ada edaran dari menteri untuk melarang jualan tiket di Bandara sejak tanggal 1 Maret 2015. Untuk Bandara Labuan Bajo yang sudah lakukan itu hanya agen dari Maskapai Pesawat Garuda. Sedangkan pesawat lainnya belum, karena masih butuh waktu persiapan mencari tempat jualan di luar Bandara. Kami memberikan waktu selama dua minggu dari saat ini, selebihnya sudah tidak diperbolehkan untuk menjual tiket di Bandara,” kata Kepala Bandara Labuan Bajo, Fuadani.

Fuadani yang dikonfirmasi, Senin (2/3/2015) menambahkan, para agen penjual tiket hanya diperbolehkan untuk menjual di luar Bandara. Sedangkan kepada para calon penumpang selain bisa membeli langsung pada agen yang jual tiket di luar Bandara, juga bisa membelinya secara on line atau lewat internet agar lebih mudah.

Menurut Fuadani, pihaknya sengaja menerapkan pelarangan itu secara bertahap agar selain memberikan waktu kepada agen maskapai, juga untuk memberikan sosialisasi kepada para calon penumpang pesawat agar mengetahui adanya kebijakan baru dari Pemerintah Pusat itu sehingga tidak menyalahan pihak Bandara nantinya.

“Apalagi kita yang berada di bagian timur ini masih terkendala dengan sistem penjualan tiket secara on line. Selain itu, sampai saat ini masyarakat awam masih datang membeli tiket di Bandara karena sudah terbiasa dan belum mengetahui adanya kebijakan baru itu,” kata Fuadani.

Sejumlah agen maskapai yang masih berjualan tiket di Bandara Labuan Bajo saat ini, yaitu Wings dan Trans Nusa.

Baca juga:  Jalin Kerjasama, Maskapai Penerbangan Indonesia Diharapkan Dapat Terbang ke Swiss

Untuk diketahui, dalam sehari ada 8 unit pesawat yang melayani Labuan Bajo atau 8 kali penerbangan dengan rute Denpasar-Labuan Bajo-Ende-Kupang (Pulang Pergi) dan untuk pesawat perintis rutenya Labuan Bajo-Selayar-Makassar (Pulang Pergi)

 

Sumber

Previous articleBasarnas Resmi Akhiri Pencarian AirAsia QZ8501
Next articleAda Ribuan Dollar Singapura di Badan Pesawat AirAsia QZ8501!