Kalau jalan-jalan ke Bali, wajib banget ke Kintamani, Travel lads! Selain gunung dan danau Batur yang terkenal, Kintamani juga memiliki desa penduduk dan pemandian alam yang asyik dijelajahi.

Desa Celuk, Kintamani

Nggak cuma Kotagede, Yogyakarta, yang terkenal dengan kerajinan peraknya. Desa Celuk di Kintamani juga termasyhur sebagai sentra perak. Desa Celuk ini terletak tidak jauh dari Pasar Seni Sukawati yang terkenal dengan sebagai tempat membeli oleh-oleh khas Bali. Harga barang yang ditawarkan pun sangat murah. Eits, tapi tahan dulu nafsu belanja ketika sampai di Sukawati. Lihat-lihat, tawar-tawar, tapi jangan kalap! Karena sampai di Desa Celuk, Travel lads masih bisa belanja-belanja lagi.

Di Desa Celuk, Travel lads bisa melihat secara langsung hasil kerajinan perak yang dipamerkan di art shop. Ada anting, cincin, gelang, dan masih banyak lagi yang lain. Penjaga art shop juga akan membantu Travel lads mendapatkan barang yang diinginkan dengan ramah. Tak usah khawatir soal harga, karena meski sudah diberi label, Travel lads juga masih bisa menawar perhiasan perak yang disuka. Pasti asik, deh, banyak oleh-oleh yang bisa dibawa pulang saat pulang ke rumah. Belanjaan jadi makin beragam :)

Desa Mas, Kintamani

patung pahatan (exfordy/flickr.com)

patung pahatan (exfordy/flickr.com)

 Setelah puas berbelanja kerajinan perak di Desa Celuk, Travel lads bisa mampir ke Desa Mas yang terkenal dengan tempat perajin seni patung. Ukiran patung di Desa Mas biasanya digunakan untuk ritual dan persembahan masyarakat Hindu, Bali. Ukiran patungnya pun sangat halus dan rapi, seperti dibuat dengan penuh rasa cinta. Oh ya, Desa Mas memang sudah terkenal sebagai tempatnya seniman-seniman patung Bali. Salah satu yang bermukim di sana adalah Ida Bagus Tilem. Keren, kan, kalau bisa membawa pulang patung yang diukir penuh rasa?

Tirta Empul

shutterstock_96374048 (1)
Tirta Empul (foto: shutterstok)

Nah, kalau sudah puas belanja dan cuci mata di desa wisata, Travel lads bisa membasuh diri di pemandian Tirta Empul. Dulunya, pemandian ini diciptakan oleh Batara Indra sebagai penawar racun yang dibuat Raja Mayadenawa. Sejarah Tirta Empul sendiri tak terlepas dari kisah Raja Mayadenawa yang bertabiat buruk.  Batara Indra berusaha untuk menghukum Mayadenawa namun bukannya tertangkap, Raja Mayadenawa justru berhasil melarikan diri dengan bersembunyi di hutan. Dalam pelariannya tersebut, beliau menciptakan mata air yang beracun sehingga banyak tentara Batara Indra yang tewas akibat meminum air itu. Akhirnya, Batara Indra menciptakan Tirta Empul (air suci) sebagai penawar.  Di pemandian Tirta Empul  terdapat 31 pancuran dan sebuah pura. Sedangkan untuk mandi dan bermain air, boleh kok bertelanjang dada, tapi itu khusus Travel lads yang laki-laki, ya. Untuk travel lads perempuan tetap harus memakai baju. Ada beberapa aturan juga yang harus diperhatikan bila ingin menceburkan diri di Pemandian Tirta Empul, misalnya, tidak boleh memakai sabun, sampo dan pasta gigi selama mandi. Saat berkunjung ke pura, Travel lads harus berpakaian sopan. Dengan berpakaian sopan berarti Travel lads menghargai  pura sebagai tempat suci dan juga menghargai kebudayaan masyarakat daerah setempat. Selalu be responsible Travel lads kemana pun Travel lads pergi! :)