Pilot China Harus Bisa Mendarat di Beijing dalam Kabut Tebal

174

BEIJING, KOMPAS.com – Para pilot China yang sering terbang melintasi udara berkabut di Beijing harus mampu mendarat dengan kondisi pandangan jarak rendah. Demikian otorita penerbangan China, Kamis (12/12/2013).

Mulai Januari tahun depan, kapten pilot yang melayani penerbangan ke 10 bandara tersibuk China -termasuk Guangzhou, Shanghai, Chengdu- harus mampu mendarat di ibu kota Beijing saat jarak pandang hanya sekitar 400 meter.

Saat ini, sebagian besar pesawat yang akan mendarat di Beijing dialihkan ke bandara lain bila udara berkabut.

Bandara internasional Beijing baru-baru ini disebut sebagai bandara terburuk di dunia karena seringnya terjadi penundaan penerbangan.

Saat ini tercatat hanya sekitar 18 persen penerbangan dari Beijing yang berangkat tepat waktu, menurut perusahaan yang mengawasi penerbangan FlightStats.

Banyak pesawat yang ditunda atau dibatalkan karena kabut, akibat tingginya  polusi udara di ibu kota China itu. Namun para pejabat China sering menyebut penundaan itu akibat cuaca dan bukannya polusi.

Sudah tersedia alat pendaratan yang memungkinkan pesawat mendarat secara otomatis dengan panduan pilot. Para pakar mengatakan teknologi itu dapat membantu keselamatan penerbangan namun memerlukan pelatihan tambahan bagi para pilot.

Baca juga:  Rusia Akan Gunakan Pesawat Bomber Supersonic
Previous articleKiat Mengurus Sendiri Visa Amerika Serikat
Next articleApp Garuda All New 777