Home Blog Page 57

BANDARA INTERNASIONAL YOGYAKARTA, BANDARA TERBAIK DI INDONESIA

BANDARA INTERNASIONAL YOGYAKARTA, BANDARA TERBAIK DI INDONESIA

KULON RPGO – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, Jumat (28/8/2020) pagi. Peresmian YIA ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur D.I. Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi.

“Terima kasih kepada Angkasa Pura Airports dan PP yang pengerjaannya menurut saya ini terbaik di Indonesia untuk saat ini. Saya yakin bandara ini akan menjadi bandara yang paling ramai jika vaksin telah ditemukan,” ujar Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Bandara ini dikerjakan sangat cepat, hanya 20 bulan dan kalau kita bandingkan dengan Bandara Adisutjipto, panjang runway disana 2.200 meter, disini 3.250 meter dan mampu didarati oleh pesawat Airbus A380 dan Boeing 777,” kata Presiden Joko Widodo.

“Hadirnya YIA ini  merupakan bentuk kontribusi kami untuk menghadirkan layanan bandara berkelas dunia dengan mengutamakan aspek kenyamanan, keamanan, dan keselamatan bagi seluruh pengguna jasa bandara dan solusi atas permasalahan lack of capacity yang terjadi di Bandara Adisutjipto,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi.

YIA dibangun dengan investasi dana sebesar Rp11,3 triliun, di mana Rp7,1 triliun digunakan untuk pembangunan fisik dan Rp4,2 triliun untuk pembebasan lahan. Dengan luas terminal sebesar 219.000 meter persegi dan total luas area bandara mencapai 587 hektar, menjadikan YIA sebagai salah satu bandara terbesar di Indonesia dengan kapasitas saat ini dapat menampung hingga 20 juta penumpang per tahun atau 11 kali lebih besar dari Bandara Adisutjipto yang hanya dapat menampung 1,6 juta penumpang per tahun. Pada kapasitas ultimate , YIA nantinya dapat menampung hingga 24 juta orang per tahun.

Layanan dan Fasilitas Pendukung YIA

Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, YIA dilengkapi dengan 96 konter check-in, 12 konter imigrasi di area keberangkatan, 8 konter imigrasi di area kedatangan, 74 eskalator, 41 lift, 38 travelator, 60 toilet, 13 nursery room, 45 mushola, 2 kids zone,  4 unit x-ray cabin di screening check point (SCP) 1, 16 unit x-ray cabin dan 16 unit walk through metal detector (WTMD) di terminal domestik, 7 unit x-ray cabin dan 7 unit WTMD di terminal internasional screening sheck point (SCP) 2, baggage handling system, dan hold baggage screening (HBS) level 4. Tersedia pula gedung parkir yang dapat menampung hingga 4.900 kendaraan roda dua, 1.230 kendaraan roda empat, dan lahan parkir nongedung yang dapat menampung 61 bus dan 402 kendaraan roda empat.

Untuk fasilitas sisi udara YIA memiliki kapasitas 17 parking stand yang dapat menampung 5 pesawat wide body dan 12 pesawat narrow body atau 22 parking stand untuk pesawat narrow body serta dilengkapi dengan 10 aviobridge dan terminal kargo dengan kapasitas 500 ton/hari. Runway bandara ini memiliki dimensi 3.250 m x 45 m dengan nilai PCN 93 F/C/X/T hingga dapat melayani pesawat terberat seperti Boeing B-777 dan pesawat terbesar seperti Airbus A380.

YIA juga telah didukung oleh transportasi publik atau multimoda yang memadai seperti shuttle bus DAMRI dan SatelQu dengan beragam titik penjemputan di Bandara Adisutjipto dan Yogyakarta dengan keberangkatan setiap 30 menit, serta Kereta Api (KA) Bandara dari Stasiun Tugu dengan keberangkatan setiap jam. Aksesibilitas taksi reguler dan online pun juga secara mudah tersedia untuk penumpang.

Dilengkapi Sistem Terpadu Peringatan Bencana

YIA telah dilengkapi sistem terpadu peringatan dini potensi gempa dan  tsunami, serta cuaca ekstrem.  Sistem terpadu deteksi dini gempa dan tsunami ini menjadikan YIA sebagai bandara pertama yang memiliki mitigasi gempa dan tsunami.

“Sistem terpadu peringatan dini ini sekaligus melengkapi sistem evakuasi dan manajemen bencana yang telah kami rancang sejak tahap perencanaan. Desain dan struktur seluruh bangunan di area YIA telah siap untuk dijadikan tempat evakuasi sementara (TES) ketika terjadi gempa & tsunami,” kata Faik Fahmi.

Sejak tahap perencanaan, YIA memang telah memperhitungkan potensi risiko gempa dan tsunami sehingga YIA didesain untuk dapat memitigasi gempa hingga 8,8 magnitudo dan tinggi gelombang tsunami hingga 8-12,8 meter dari mean sea level.

Sistem peringatan atau deteksi dini gempa dan tsunami di YIA  dibangun berdasarkan perhitungan dan analisis matematis-fisik terhadap posisi dan kekuatan gempa bumi yang termonitor dari Kantor Pusat BMKG Kemayoran, Jakarta. Sistem terpadu deteksi dini gempa dan tsunami ini terdiri dari sistem monitoring atau observasi, sistem processing, sistem diseminasi, dan respons.

Konsep Modern, Kearifan Lokal dan Memberdayakan UMKM

YIA dirancang dengan arsitektur bergaya modern, namun secara eksterior dan interior tetap menggambarkan budaya Yogyakarta, baik itu melalui instalasi karya seni / Artwork yang melibatkan berbagai seniman lokal Yogyakarta, serta beragam area yang telah didesain secara khusus untuk menjadi etalase Yogyakarta, Kulon Progo dan sekitarnya.

“Kami juga telah menyiapkan area tenant untuk UMKM seluas 1.500 meter persegi di dalam terminal, yang dapat menampung 300 UMKM dan area seluas 880 meter persegi di Gedung Penghubung yang dapat mengakomodir 170 UMKM. Ini merupakan komitmen kami untuk terus membangkitkan produk UMKM agar mampu bersaing dengan produk-produk internasional khususnya di YIA,” jelas Faik Fahmi. [AD]

Angkasa Pura Airports Fasilitasi Layanan Rapid Test di Bandara

Angkasa Pura Airports Fasilitasi Layanan Rapid Test di Bandara

JAKARTA – Sebelas bandara yang dikelola Angkasa Pura Airports menyediakan layanan rapid test bagi para pengguna jasa bandara untuk memudahkan mereka dalam memenuhi kelengkapan dokumen persyaratan sebelum melakukan perjalanan udara sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 9 Tahun 2020. Layanan rapid test, yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum lainnya di sekitar bandara, mulai dibuka di bandara Angkasa Pura Airports sejak 22 Juli dan 27 Juli 2020.

Adapun 11 bandara tersebut yaitu:
1. Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
2. Bandara Juanda Surabaya.
3. Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
4. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
5. Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo (YIA).
6. Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.
7. Bandara Adi Soemarmo Solo.
8. Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.
9. Bandara Lombok Praya.
10. Bandara El Tari Kupang.
11. Bandara Sentani Jayapura.

“Untuk memudahkan calon penumpang untuk melakukan perjalanan udara pada masa pandemi ini, Angkasa Pura Airports  menyediakan layanan fasilitas rapid test di area bandara dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Dengan adanya layanan ini, diharapkan para calon penumpang pesawat udara dapat lebih percaya diri dan tetap merasa nyaman ketika ingin melakukan perjalanan udara,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura Airports  Faik Fahmi.

Penyelenggaraan layanan rapid test di 11 bandara tersebut dilakukan dengan melakukan kerja sama dengan masing-masing mitra klinik atau rumah sakit setempat di bawah koordinasi dan pengawasan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) setempat. Misalnya di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Angkasa Pura Airports bekerja sama dengan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan untuk menyediakan layanan rapid test dan PCR test. Sedangkan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Angkasa Pura Airports bekerja sama dengan anak perusahaan Angkasa Pura Supports dan Rumah Sakit Umum (RSU) Syifa Medika.

Biaya yang dikenakan yaitu Rp150.000 untuk satu kali tes dengan hasil pemeriksaan yang dapat langsung diketahui dalam rentang waktu sekitar 30 menit. Layanan rapid test ini dibuka setiap hari dengan waktu layanan beragam, antara pukul 07.00 – 15.00 waktu setempat dan 08.00 – 16.00 waktu setempat. Misalnya di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin waktu layanan rapid test ini dibuka sejak pukul 07.00 – 15.00 WITA dan layanan di Bandara I Gusti Ngurah Bali dibuka pukul 08.00 – 16.00 WITA.

Angkasa Pura Airports senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di lokasi pelayanan rapid test di tiap bandara ini. Para petugas diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum bertugas, menggunakan alat pelindung diri (APD) yang terdiri dari face shield, masker, sarung tangan, dan baju pelindung. Selain itu area layanan rapid test juga secara rutin dilakukan disinfeksi untuk memastikan kebersihannya.

Tidak hanya para petugas yang wajib menaati protokol kesehatan, begitu juga calon peserta rapid test. Para calon peserta diwajibkan untuk mencuci tangan dan melakukan pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki area pemeriksaan. Penggunaan masker dan penerapan physical distancing juga dilakukan di area ini.

Selanjutnya calon peserta melakukan registrasi dengan membawa kartu identitas dan mengisi formulir yang sudah disediakan. Setelah itu para peserta rapid test dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dengan dokter dan pengambilan sample darah. Setelah selesai menjalani tes, para peserta diharap tetap berada di ruang tunggu sampai hasil rapid test keluar.

Sebagai informasi, sejak 1 Juli hingga 25 Juli, jumlah trafik penumpang di 15 bandara Angkasa Pura I mencapai 1.068.390 orang, lebih tinggi dibanding trafik penumpang pada Juni 2020 yang hanya mencapai 648.567 orang.

Angkasa Pura II Perkenalkan Protokol Keamanan dan Kesehatan Bandara

Angkasa Pura II Perkenalkan Protokol Keamanan dan Kesehatan Bandara Sesuai Standar Global

Jakarta – PT Angkasa Pura II (Persero) bersama seluruh stakeholder penerbangan di tengah pandemi global COVID-19 ini memperkenalkan program Safe Travel Campaign untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat dalam bepergian dengan pesawat di periode adaptasi kebiasaan baru.

Program Safe Travel Campaign dijalankan di 19 bandara PT Angkasa Pura II, dan merujuk pada standar global salah satunya adalah protokol World Travel & Tourism Council (WTTC), yang merupakan lembaga global menaungi dunia usaha di sektor pariwisata (travel & tourism).

WTTC sendiri di dalam merilis protokol tersebut juga memasukkan prosedur yang sudah dibuat oleh Airport Council International (ACI).

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan protokol dijalankan dengan seluruh stakeholder di 19 bandara yang dikelola perseroan.

“Safe Travel Campaign ini kami harapkan dapat menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga sektor penerbangan nasional dapat kembali menjadi salah satu penggerak utama perekonomian dan pariwisata di periode adaptasi kebiasaan baru,” ujar Muhammad Awaluddin.

Muhammad Awaluddin menuturkan protokol Safe Travel Campaign PT Angkasa Pura II yang merujuk pada WTCC sekaligus ACI ini untuk memperkuat 3 pilar di tengah adaptasi kebiasaan baru, yaitu:

  1. Kesiapan Operasional dan Staf Bandara (Operational and Staff Preparedness)
  2. Memastikan terciptanya Passenger Experience yang Aman dari COVID-19 (Ensuring a Safe Experience)
  3. serta Membangun Kembali Kepercayaan dan Keyakinan (Rebuilding Trust and Confidence).

“Kuatnya tiga pilar tersebut dapat menciptakan bandara yang aman [Safe Airport], bandara yang sehat [Healthy Airport] dan bandara yang higienis [Hygiene Airport],” ujar Muhammad Awaluddin.

Perkuat Tiga Pilar

Director of Operation and Service PT Angkasa Pura II Muhammad Wasid menuturkan berbagai protokol sudah dijalankan untuk memperkuat tiga pilar tersebut.

“Untuk memperkuat pilar Operational and Staff Preparedness misalnya kami menyesuaikan pola kerja, mewajibkan penggunaan APD seperti masker dan sarung tangan, kemudian melakukan pengecekan kesehatan melalui pengecekan suhu tubuh setiap hari hingga tes, serta memantau kesehatan personel setiap hari. Kami juga telah menetapkan protokol bagi tenant agar selalu mengedepankan kebersihan dan higienitas.”

“Sementara itu guna memperkuat pilar Ensuring a Safe Experience, PT Angkasa Pura II dan stakeholder memiliki program disinfeksi seluruh area bandara, melakukan skrining terkait aspek kesehatan menggunakan berbagai fasilitas seperti thermo gun, thermal scanner dan pemeriksaan dokumen kesehatan,” ujar Muhamad Wasid.

Lebih lanjut, Muhamad Wasid mengatakan guna memperkuat pilar Rebuilding Trust & Confidence, PT Angkasa Pura II secara konsisten menginformasikan dan mengkomunikasikan berbagai protokol yang ditetapkan di sektor penerbangan salah satunya dengan menyediakan situs covid19.angkasapura2.co.id, serta membuat signage yang jelas di bandara terkait dengan pelaksanaan protokol.

Muhamad Wasid menambahkan PT Angkasa Pura II juga mengedepankan digitalisasi dalam menghadapi tantangan COVID-19, seperti misalnya penerapan touchless di sejumlah fasilitas seperti lift, hand sanitizer di seluruh titik terminal, penggunaan full body scanner, pemeriksaan dokumen melalui aplikasi Travelation.

“Sejumlah disinfeksi seperti di Bandara Soekarno-Hatta juga dilakukan menggunakan alat UV Sterilizer seperti di travelator, lalu untuk mensterilkan bagasi penumpang di X-ray pada pos pemeriksaan keamanan dan saat pengambilan bagasi di baggage claim area,” jelas Muhammad Wasid.

Bandara-bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II saat ini adalah Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Silangit (Tapanuli Utara).

Lalu, Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Supadio (Pontianak), Banyuwangi, Radin Inten II (Lampung), Husein Sastranegara (Bandung), Depati Amir (Pangkalpinang), Sultan Thaha (Jambi), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Tjilik Riwut (Palangkaraya) dan Kertajati (Majalengka), Fatmawati Soekarno (Bengkulu), Sultan Iskandar Muda (Aceh) dan Minangkabau (Padang).

Poultry Indonesia, Majalah Pertama Dengan Ulasan Khusus Perunggasan

majalah-poultry-indonesia

Poultry Indonesia merupakan media informasi peternakan yang didirikan pada tahun 1979 di Jakarta, dan menjadi majalah pertama dan tertua di Indonesia yang memiliki ulasan khusus mengenai perunggasan. Poultry Indonesia terbit setiap bulan dan memiliki dua belas edisi setiap tahunnya. Poultry Indonesia senantiasa selalu menyajikan informasi mengenai ekonomi, industri dan teknik perunggasan yang terpercaya untuk dibaca oleh masyarakat perunggasan.

Data Kredibel Dalam Dunia Perunggasan

Kami menyajikan informasi akurat, terbaru, dan topik tren dalam dunia perunggasan. Tim kami terjun langsung bergabung ke lapangan untuk bertemu dengan narasumber untuk mendapat¬kan informasi dan data yang kredibel. Menjadi majalah tertua di Indonesia, Poultry Indonesia memiliki sirkulasi 22.000 cetak dengan persebaran di seluruh wilayah Indonesia, seperti Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua. Pembaca majalah Poultry Indonesia terdiri dari kalangan peternak, pengusaha atau perusahaan, pemerintahan, akademisi, dan publik.

Referensi informasi yang tersaji dalam majalah Poultry Indonesia tidak hanya tercakup dalam negeri saja, Poultry Indonesia telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak luar negeri untuk menyajikan informasi terkait perkembangan perunggasan di luar Indonesia. Dengan mengintegrasikan informasi dari seluruh sektor unggas, kami memastikan untuk menerbitkan referensi unggas yang andal bagi pembaca kami.

Poultry Indonesia telah membangun kemitraan dengan penyelenggara pameran ternak internasional untuk menghasilkan dan bertukar informasi tentang berita terbaru, tren unggas di dalam dan di luar Indonesia. Berbagai kerja sama dan kolaborasi sudah dilakukan dengan perusahaan untuk mempromosikan produk guna bisnis yang berkelanjutan meliputi Event Organizer, Tour Organizer, Media Partnership, dan Publikasi.

APAC Data Innovation Summit 2020

The 2020 APAC edition of the Data Innovation Summit will start with two pre-event warm-up days where you as a delegate of the summit will have the chance to preview the exclusive content from the main Stockholm 2020 edition (20th & 21st of August). In the comfort of your home or office, through the Agorify platform you will have the opportunity to see more than 200 practical case studies presented by some of the most innovative companies in the world. https://apac.datainnovationsummit.com/



PERTENGAHAN JULI 2020, TRAFIK PENUMPANG DI BANDARA ANGKASA PURA AIRPORTS TERUS TUMBUH

PERTENGAHAN JULI 2020, TRAFIK PENUMPANG DI BANDARA ANGKASA PURA AIRPORTS TERUS TUMBUH

Jakarta, 23 Juli 2020 – Trafik penumpang di bandara Angkasa Pura Airports konsisten mengalami pertumbuhan sejak Mei hingga Juli 2020. Angkasa Pura Airports mencatat trafik penumpang pada periode 1-21 Juli 2020 mencapai 875.213 orang. Jumlah ini lebih tinggi dibanding trafik pada Juni 2020 yang hanya mencapai 648.567 orang dan Mei 2020 yang hanya 77.342 orang.

“Peningkatan ini membawa optimisme akan kebangkitan industri aviasi walau pertumbuhannya secara perlahan. Hal yang perlu dijaga adalah konsistensi dan kedisiplinan mengimplementasikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang ketat di tengah tren peningkatan jumlah penumpang agar kepercayaan diri masyarakat untuk melakukan perjalanan udara semakin meningkat,” kata Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi.

Adapun trafik penumpang tertinggi periode 1 – 21 Juli terjadi di Bandara Juanda Surabaya dengan trafik mencapai 212.374 orang. Sedangkan trafik penumpang tertinggi kedua terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan trafik sebanyak 204.603 orang dan trafik tertinggi ketiga terjadi di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dengan trafik mencapai 114.174 orang.

Sebagai informasi, sejak ditetapkannya masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 pada 6 Juni 2020 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor SE 13 tahun 2020 tentang Operasional Transportasi Udara dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman dari Covid-19 pada 8 Juni 2020 lalu, Angkasa Pura Airports langsung menerapkan Protokol New Normal perusahaan yang telah dipersiapkan sejak pertengahan Mei lalu secara konsisten.

Selain itu, seiring terjadi tren peningkatan trafik penumpang, Angkasa Pura Airports juga melakukan beberapa penyesuaian terkait operasional bandara. Salah satunya adalah penyesuaian jam operasional bandara. Adapun jam operasional masing-masing bandara saat ini yaitu:
1. Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali: 07.00 – 23.00 WITA.
2. Bandara Juanda Surabaya: 05.00 – 21.00 WIB.
3. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar: 04.00 – 21.00 WITA.
4. Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan: 06.00 – 18.00 WITA.
5. Bandara Adisutjipto Yogyakarta: 07.00 – 16.00 WIB.
6. Bandara Internasional Yogyakarta (YIA): 06.00 – 17.00 WIB.
7. Bandara Adi Soemarmo Solo: 08.00 – 16.00 WIB.
8. Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang: 06.00 -18.00 WIB.
9. Bandara Lombok Praya: 07.00 – 17.00 WITA.
10. Bandara El Tari Kupang: 06.00 – 16.00 WITA.
11. Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin: 08.00 – 17.00 WITA.
12. Bandara Sam Ratulangi Manado: 07.00 – 18.00 WITA.
13. Bandara Pattimura Ambon: 07.00 – 17.00 WIT.
14. Bandara Frans Kaisiepo Biak: 06.00 – 18.00 WIT.
15. Bandara Sentani Jayapura: 06.00 – 17.30 WIT.

Semester I 2020, Angkasa Pura Airports Catat Trafik Penumpang sebanyak 19,3 Juta Orang

Sementara itu, pada semester I 2020 Angkasa Pura Airports mencatat trafik penumpang sebanyak 19.376.918 orang, turun 49% dibanding trafik pada periode yang sama di 2019 yang sebanyak 37.899.691 orang.

Penurunan cukup tajam juga terjadi pada trafik pesawat pada semester I 2020 yang hanya mencapai 233.344 pergerakan, turun 31% dibanding trafik pada periode yang sama di 2019 yang mencapai 337.350 pergerakan.

Penurunan tipis terjadi pada trafik kargo yang pada semester I 2020 ini turun menjadi 204.528.816 kg dari 216.332.211 kg pada periode yang di 2019. Namun trafik kargo semester I 2020 justru tumbuh 4% dibanding dengan jumlah trafik yang terdapat rencana kerja dan anggaran (RKA) 2020 perusahaan di mana pada semester I 2020 ditargetkan mencapai 197.140.307 kg.

Seiring dengan penurunan trafik penumpang, pada semester I 2020 juga terjadi penurunan total pendapatan perusahaan yang turun sebesar 43,2% dari Rp4,19 triliun pada semester I 2019 menjadi Rp2,37 triliun pada semester I 2020 ini.

Terkait penurunan pendapatan ini, Angkasa Pura Airports telah melaksanakan program cost leadership dengan target penghematan beban operasional sebesar 50% dari RKA tahun ini. Berbagai pemangkasan biaya beban operasional telah dilakukan sebelumnya. Pada semester II 2020, perusahaan akan melakukan berbagai upaya untuk mencapai target penghematan tersebut.

Adapun berbagai upaya tersebut yaitu memanfaatkan green energy , meningkatkan kemitraan dengan pelaku industri di sektor nonaviasi untuk meningkatkan efektivitas pembelanjaan moda, pelelangan aktiva tetap tidak produktif seperti kendaraan bermotor, renegoisasi pembayaran dengan vendor (untuk barter antara pembayaran tepat waktu dengan diskon).

“Pandemi Covid-19 ini sangat menekan industri aviasi dan perekonomian secara umum akibat pembatasan pergerakan orang dan barang untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19. Namun seiring dengan kebijakan adaptasi kebiasaan baru yang diinisiasi oleh Pemerintah, kami optimis akan terjadi peningkatan trafik pada semester 2 2020 ini,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura Airports.

Angkasa Pura Airports, lanjut Fak Fahmi, berkomitmen untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 secara disiplin dan konsisten. Hal dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan menimbulkan kenyamanan bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan udara.

Penerbangan Berangsur Pulih di Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II Optimalkan Kapasitas Terminal 2 dan Terminal 3

Penerbangan Berangsur Pulih di Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II Optimalkan Kapasitas Terminal 2 dan Terminal 3

Jakarta – Lalu lintas penerbangan berangsur pulih di bandara-bandara PT Angkasa Pura II (Persero) termasuk pintu gerbang utama Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pada bulan ini, rata-rata jumlah penerbangan di Soekarno-Hatta berkisar 400-430 penerbangan/hari atau meningkat cukup signifikan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya sekitar 200 penerbangan/hari. Jumlah traffic ini memang masih jauh dari angka di periode normal sebelum pandemi COVID-19, namun dalam beberapa waktu terakhir tren lalu lintas penerbangan semakin menguat.

Adapun utilisasi slot time juga semakin meningkat di mana pada 1 – 20 Juli 2020 sudah mencapai sekitar 34% dari sebelumnya hanya sekitar 10%.

Director of Operation & Service PT Angkasa Pura II (Persero) Muhamad Wasid mengatakan meningkatnya lalu lintas penerbangan dan meningkatnya utilisasi slot time juga diikuti peningkatan utilisasi kapasitas penumpang di Terminal 2 Soekarno-Hatta.

“Di tengah COVID-19 ini Soekarno-Hatta beroperasi dengan Terminal 2 dan Terminal 3. Pada bulan ini, lalu lintas penerbangan mulai berangsur pulih dan Terminal 2 melayani hingga 70% total penumpang di Soekarno-Hatta, sementara 30% dilayani melalui Terminal 3.”

“Melihat kondisi ini, kami akan melakukan penyeimbangan agar Terminal 2 dan Terminal 3 masing-masing terminal bisa melayani 50% dari total penumpang di Soekarno-Hatta,” ujar Muhamad Wasid.

Lebih lanjut, Muhammad Wasid menuturkan penyeimbangan utilisasi kapasitas terminal itu dilakukan dengan memindahkan penerbangan Citilink dari Terminal 2D ke Terminal 3, dan sebagian penerbangan di Terminal 2E ke 2D mulai 23 Juli 2020

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan mulai 23 Juli 2020 seluruh penumpang Citilink akan memproses keberangkatan dan ketibaan di Terminal 3 Soekarno-Hatta.

“Koordinasi dan persiapan telah dilakukan oleh PT Angkasa Pura II dan Citilink agar perpindahan operasional ke Terminal 3 mulai 23 Juli 2020 berjalan lancar. Melalui kebijakan ini maka Soekarno-Hatta dapat beroperasi lebih baik dalam melayani penumpang pesawat,” jelas Agus Haryadi.

Dengan demikian, ujar Agus Harydi, nantinya di Terminal 3 akan dilayani penerbangan rute domestik dari Garuda Indonesia dan Citilink.  Di Terminal 3 saat ini juga dilayani penerbangan rute internasional yang dioperasikan oleh maskapai nasional dan maskapai asing.

Bandara yang aman, sehat dan higienis
Seiring dengan semakin pulihnya lalu lintas penerbangan, PT Angkasa Pura II pun semakin memperketat protokol kesehatan dan kebersihan untuk menciptakan bandara yang aman (Safe Airport), bandara yang sehat (Healthy Airport) dan bandara yang higienis (Hygiene Airport).

Peningkatan jumlah penumpang harus selalu diikuti kesiapan dan kesigapan personel PT Angkasa Pura II dan stakeholder lainnya di bandara dalam melakukan pengawasan dan mengawal jalannya protokol di tengah pandemi COVID-19.

“Tujuan utama PT Angkasa Pura II bersama stakeholder lain adalah mewujudkan Safe Airport, Healthy Airport dan Hygiene Airport guna menjaga kepercayaan masyarakat pada transportasi udara,” ujar Muhamad Wasid.

Adapun Safe Airport, Healthy Airport dan Hygiene Airport antara lain dicapai antara lain melalui berbagai fasilitas tambahan seperti pedal tombol lift, tersebarnya hand sanitizer dan wastafel, UV Sterilizer di berbagai titik, penyemprotan disinfektan di seluruh area secara rutin, kewajiban penggunaan masker, sirkulasi udara yang baik di terminal, di samping juga pemenuhan berbagai protokol sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

International Aviation Expo Vietnam | 14-16 October 2020

International Aviation Expo Vietnam 2020

As the pioneering event company for Vietnam’s first aviation trade show, Phoenix Expo Asia is proud to announce the 2nd annual International Aviation Expo Vietnam – IAE Vietnam on the 14 – 16 October 2020 at Ho Chi Minh City.

IAE Vietnam is the one-stop solutions for Vietnam’s Aviation & Aerospace community. Our event aims to showcase the latest technologies on the industry, offering a holistic business experience by combining exhibition, conferences and seminars, and a host of networking sessions that connects quality buyers to Aviation & Aerospace supplies.

IAE Vietnam 2020 is focused on connecting relevant industries with the right people, we pride ourselves in providing value to our customers who exhibit at our show, and this will be a chance to all the aviation enterprises finding opportunities to co-operate with a lot of both local and international organizations reliably.

IAE Vietnam 2020 will bring for audiences the new technology, new products and materials which meet the demand of improving the aviation industry to Vietnam market.



Customer Service Virtual Angkasa Pura Airports di 12 Bandara

https://ap1.co.id/id/information/news/detail/minimalisir-penyebaran-covid-19-angkasa-pura-airports-terapkan-layanan-custumer-service-virtual-di-12-bandara

JAKARTA – Angkasa Pura Airports menerapkan layanan customer service virtual di 12 bandaranya sejak 20 Maret. Hal ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di bandara, sekaligus memberikan layanan yang optimal melalui kenyamanan berinteraksi dengan petugas customer service di tengah masa pandemi Covid-19 ini.

Layanan customer service virtual yang dimaksud adalah layanan petugas customer service yang tidak berhadapan langsung secara fisik dengan pengguna jasa bandara, namun melalui perangkat layar monitor. Petugas customer service yang semula bertugas memberikan layanan informasi kepada pengguna jasa bandara di gerai customer service, kini ditempatkan secara terpusat di Airport Operation Control Center (AOCC) dengan fasilitas layanan menggunakan teknologi tele-conference.

“Layanan customer service virtual ini merupakan salah satu wujud penerapan physical distancing di bandara, selain pengaturan jarak minimal satu sampai dua meter di area publik bandara, sehingga dapat meminimalisir penyebaran Covid-19. Peluncuran layanan ini juga bentuk upaya perusahaan untuk membuat pengguna jasa bandara tetap merasa nyaman ketika berinteraksi dengan petugas bandara di tengah situasi pandemi seperti ini,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi.

Interaksi antara pengguna jasa dengan petugas customer service dilakukan melalui layar monitor yang disediakan. Untuk membantu memberikan kemudahan bagi para penumpang dalam menggunakan layanan ini, telah disediakan panduan penggunaan layanan pada layar monitor TV yang berada di gerai customer service. Penerapan layanan ini dilakukan selama masa tangap darurat Covid-19 berlangsung.

Untuk jumlah titik lokasi layanan customer service virtual berbeda di masing-masing bandara, bergantung pada luasan dan kepadatan bandara tersebut. Di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, terdapat 5 titik layanan customer service virtual di terminal penumpang yaitu lobi terminal keberangkatan internasional, lobi terminal kedatangan internasional, ruang tunggu terminal keberangkatan internasional, area konter check-in terminal keberangkatan domestik, dan ruang tunggu terminal keberangkatan domestik.

“Dengan dihadirkannya layanan customer service virtual ini, kami berharap pengguna jasa bandara dapat terlayani dengan nyaman dan tanpa rasa khawatir ketika berhadapan dengan petugas customer service kami. Kami juga mengimbau kepada pengguna jasa bandara agar mengikuti imbauan dan aturan terkait pencegahan penyebaran Covid-19, seperti menjaga jarak minimal dengan orang lain di area bandara, rajin menggunakan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer demi kenyamanan dan kesehatan bersama,” tambah Faik Fahmi.

Adapun 12 bandara yang diterapkan layanan customer service virtual ini yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara El Tari Kupang, Bandara Lombok Praya, dan Bandara Pattimura Ambon. [DR]

Angkasa Pura II Sediakan Fasilitas Walk Through Disinfection

PT Angkasa Pura II Sediakan Fasilitas Walk Through Disinfection Bagi Penumpang Pesawat dan Pekerja di Bandara

Jakarta – PT Angkasa Pura II (Persero) menyediakan fasilitas walk through disinfection (WTD) di bandara-bandara yang dikelola perseroan guna meminimalisir penyebaran COVID-19.

Fasilitas WTD tersebut bekerja menyemprotkan cairan disinfektan ke penumpang pesawat dan pekerja bandara ketika mereka berjalan masuk ke dalam fasilitas tersebut.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengharapkan fasilitas tersebut dapat membuat penumpang pesawat, pengunjung dan pekerja di bandara bisa bebas dari virus yang bisa saja melekat di pakaian atau media lainnya.

“Fasilitas WTD ini merupakan salah satu upaya kami dalam menangkal penyebaran virus yang menyebabkan COVID-19 melalui penyemprotan cairan disinfektan ke penumpang pesawat atau pengunjung bandara. Kami berharap fasilitas ini juga bisa menghadirkan ketenangan bagi penumpang pesawat, pengunjung bandara dan para pekerja di bandara.”

Fasilitas WTD tersedia di bandara PT Angkasa Pura II di mana per hari ini, Kamis 26 Maret 2020, sudah ada di 16 bandara yang dikelola perseroan yaitu Soekarno-Hatta (Banten), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Supadio (Pontianak), Banyuwangi, Radin Inten II (Lampung), Husein Sastranegara (Bandung), Depati Amir (Pangkalpinang), Sultan Thaha (Jambi), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Tjilik Riwut (Palangkaraya) dan Kertajati (Majalengka).

Sementara itu menyusul dalam waktu dekat akan ada di 3 bandara lain yaitu Fatmawati Soekarno (Bengkulu), Sultan Iskandar Muda (Aceh) dan Minangkabau (Padang).

Dimensi dan sistem fasilitas WTD di setiap bandara disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bandara. Misalnya di Radin Inten II (Lampung), fasilitas WTD di sana berukuran 220 x 150 cm dengan menggunakan sistem sensor motion detection di mana penyemprotan dilakukan secara elektrik dan otomatis.

“Fasilitas WTD di bandara PT Angkasa Pura II terletak di Terminal Penumpang di Area Kedatangan dan Area Keberangkatan, serta tidak menutup kemugkinan ada di titik lainnya,” ujar Muhammad Awaluddin.

Adapun beberapa bandara di bawah PT Angkasa Pura II juga memiliki fasilitas WTD yang didedikasikan khusus bagi para personil yang bertugas di bandara, seperti yang ada di Bandara Soekarno-Hatta.

“Bandara yang memiliki personil atau pekerja cukup banyak seperti Soekarno-Hatta memiliki fasilitas WTD khusus bagi personil. Kami sangat berharap bahwa fasilitas ini dapat melindungi para personil di bandara yang harus tetap siaga di tengah periode penuh tantangan ini,” ujar Muhammad Awaluddin.

Kemarin, PT Angkasa Pura II juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara serentak dan masal di Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia. Penyemprotan di lakukan di area publik di Terminal 1, Terminal 2, Terminal 3 dan Terminal Kargo.

Adapun setiap harinya di Soekarno-Hatta juga dilakukan penyemprotan disinfektan di area Terminal 1, Terminal 2, Terminal 3 dan Terminal Kargo.

Tips Mudah Traveling Tanpa Harus Mengeluarkan Banyak Uang

Tips Mudah Traveling Tanpa Harus Mengeluarkan Banyak Uang

Kamu ingin melakukan traveling namun hanya memiliki budget minimalis? Tak perlu ragu. Sebab ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menghemat pengeluaran kamu. Sehingga meski dengan budget minimalis pun, kamu tetap bisa melakukan traveling dengan mudah tanpa merasa tersiksa. Lalu, apa saja tips untuk menghemat pengeluaran dalam traveling yang mudah dan sederhana? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak beberapa tips mudah traveling tanpa harus mengeluarkan banyak uang yang tertuang dalam beberapa penjelasan singkat berikut ini.

1Pilih Perjalanan Darat atau Cari Promo

Umumnya Salah satu hal yang cukup banyak memakan budget dalam perjalanan wisata adalah biaya untuk transportasi. Oleh karenanya, bila kamu bisa menggunakan transportasi darat alangkah baiknya kamu menggunakan transportasi jenis ini. Hal ini dikarenakan biasanya biaya moda transportasi darat (seperti halnya kereta api) memiliki biaya perjalanan paling murah dan terjangkau. Namun tentunya dengan catatan bila kamu tidak akan tertarik untuk membeli hal-hal atau benda-benda lain di dalam perjalanan. Bahkan penggunaan transportasi umum layaknya bus atau kereta terkadang lebih menguntungkan bagi kamu ketimbang harus menggunakan kendaraan pribadi.

Namun sayangnya, bila kamu memilih perjalanan via jalur darat umumnya kamu akan memakan waktu perjalanan yang lebih lama dibandingkan bila kamu menggunakan jalur udara. Sehingga kamu juga harus memiliki tenaga dan stamina ekstra. tentunya ini cukup sebanding dengan pemangkasan biaya transportasi yang bisa mencapai lebih dari 50% jika dibandingkan dengan biaya transportasi melalui jalur udara.

Akan tetapi, bila kamu dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk menggunakan transportasi darat kamu tetap bisa menggunakan transportasi udara dengan budget yang minim. Caranya pun mudah. Kamu hanya perlu pesan tiket citilink via Traveloka. Hal ini dikarenakan di Traveloka sering ada promosi dan penawaran menarik yang bisa membantu kamu memperoleh tiket pesawat dengan harga yang cukup terjangkau.

2Pilih Penginapan Murah

Tips traveling tanpa perlu mengeluarkan banyak uang yang berikutnya adalah dengan tidur di tempat penginapan yang nyaman, aman dan pastinya murah. Terlebih bila kamu ingin traveling dalam waktu yang lama. Penginapan murah pastinya dapat menghemat banyak biaya.

Selain itu, bila kamu memiliki teman di daerah yang akan kamu tuju untuk traveling maka kamu bisa menginap di rumah temanmu selama beberapa hari. Bahkan jika beruntung, temanmu bisa mengantarkan kamu keliling kota tersebut. Jika demikian, kamu pun bisa menghemat akomodasi penginapan sekaligus transportasi selama di daerah tempat kamu traveling. Bagaimana tips yang cukup menarik, bukan?

3Berangkat di Malam Hari

Untuk menghemat biaya penginapan yang memakan banyak budget untuk pengeluaran (kedua setelah transportasi) maka kamu juga bisa menyiasati waktu keberangkatan dengan berangkat traveling di malam hari. Hal ini dikarenakan kamu bisa tidur di dalam perjalanan. Sehingga kamu pun akan menghemat biaya penginapan selama satu malam. Selain itu, kamu jadi terhindar dari keinginan-keinginan ngemil atau jajan. Sebab di malam hari biasanya tubuh telah diatur dalam mode untuk istirahat. Jadi kamu bisa memanfaatkan siklus yang secara biologis ini, untuk melakukan penghematan biaya traveling.

4Membawa Barang Secukupnya

Ketika kamu akan melakukan perjalanan traveling sebaiknya kamu hanya membawa barang-barang penting yang sangat kamu butuhkan. Hal ini disebabkan, selain mempermudah kamu dalam membawa barang bawaan dalam perjalanan wisata kamu juga bisa menghemat biaya transportasi. Sebab kamu tak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk bagasi dalam pesawat. Bahkan kamu juga bisa memiliki ruang lebih yang bisa dimanfaatkan untuk tempat oleh-oleh, bila kamu kembali dari traveling.

5Wisata Kuliner Hanya di Malam Hari

Biaya untuk makan biasanya adalah salah satu faktor yang menyebabkan pembengkakan pengeluaran, bila kamu selalu wisata kuliner setiap saat. Oleh karenanya, kamu harus bisa mengatur saatnya untuk hunting atau melakukan wisata kuliner. Misalnya di pagi dan siang hari kamu bisa menghemat biaya makan dengan hanya memakan roti isi ataupun pergi ke warteg yang menawarkan harga makanan murah. Sedangkan bila kamu ingin memakan makanan khas dari daerah yang kamu kunjungi, kamu bisa menjajalnya dengan makan malam.

Tempat Yang Ideal Untuk Tinggal di Jogjakarta

tinggal di Jogjakarta 01

University hotel adalah tempat yang ideal untuk tinggal di Jogjakarta. Terletak di area persawahan hijau, memiliki suasana nyaman jauh dari keramaian kota, namun dekat dengan bandara internasional Adi Sucipto.

Lokasi yang unik ini tidak hanya menyuguhkan lingkungan yang segar dan damai, tetapi juga kenyamanan berkendara dari bandara internasional Yogyakarta. Arsitekturnya mempunyai keunikan tersendiri, menggabungkan filosofi Jawa kuno dengan kehidupan modern.

Hotel ini dibangun dengan tujuan untuk menyediakan tempat yang ideal untuk tinggal dan mengadakan rapat atau konferensi dengan harga yang sangat terjangkau untuk masyarakat luas. Bangunan empat lantai ini menampung 79 kamar, terdiri dari kamar superior dan deluxe dilengkapi dengan ruang tamu yang terpisah,  ruang pertemuan dirancang untuk memenuhi segala kebutuhan meeting. Gedung bertingkat 3 merupakan gedung khusus untuk ruang pertemuan dapat disewa secara terpisah atau secara keseluruhan. Sebuah ballroom dapat menampung hingga 400 orang. Dengan total 11 (sebelas) ruang pertemuan. Tersedia dalam berbagai ukuran dan kapasitas.

Hotel university adalah tempat yang sempurna untuk memenuhi berbagai kebutuhan Anda. untuk pertemuan, konvensi, insentif atau bahkan pameran dan Acara Khusus.

Untuk menyegarkan kunjungan Anda setelah pertemuan yang berat dan untuk memberi Anda sedikit rasa suasana Jawa, Yogyakarta memiliki banyak hal untukdi tawarkan, wisata budaya ke desa-desa kuno abad ke-abad atau mengunjungi desa-desa, jalan malioboro dan kerajinan tangan untuk sekadar mendapatkan kenangan untuk dibawa pulang. Tidak jauh dari hotel terdapat candi sambisari, candi di bawah permukaan tanah yang berasal dari abad ke-12 yang baru digali pada abad terakhir.

LOKASI

University hotel terletak di Jl Adi Sucipto Km. 10 ( jl. Anggrek 137 D ) Sambilegi, Maguwo Yogyakarta. Di area timur propinsi Yogyakarta. Hanya 5 menit dari bandara internasional Adi Sucipto Yogyakarta.

  • 500 meter dari bandara internasional adisucipto
  • 2 kilometer dari candi sambisari
  • 3 kilometer dari candi kalasan
  • 7 kilometer dari candi prambanan dan candi book
  • 2 kilometer dari transmart
  • 8 kilometer dari malioboro

FASILITAS HOTEL

  • Antar jemput tamu di bandara internasional adisucipto
  • Rental mobil untuk tamu
  • Sambilegi resto
  • Fitness room
  • 79 rooms
  • 11 ruang meeting

FASILITAS MEETING DAN BANQUET

UNIVERSITY HOTEL YOGYAKARTA

Cuaca

Bali
broken clouds
25.2 ° C
25.2 °
25.2 °
93 %
2.3kmh
56 %
Sat
25 °
Sun
30 °
Mon
28 °
Tue
31 °
Wed
26 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,089.3
AUD
11,977.9
EUR
19,956.1
CNY
2,502.8
JPY
107.1
SGD
13,382.0