Jepang Gunakan Drone Untuk Kontrol Karyawan Yang Lebay

93
ilustrasi: Drone yang sedang terbang di dalam ruangan kantor

Saat ini, drone digunakan banyak perusahaan untuk berbagai kebutuhan. Banyak hal bisa dilakukan drone seperti mengambil gambar sampai antar barang. Seperti di Jepang, negara ini memanfaatkan alat terbang ini untuk mengawasi karyawannya.

Hal ini dilakukan bukan untuk mengawasi kinerja karyawannya, tapi untuk mengawasi karyawan yang bekerja terlalu berlebihan atau lebur tak kenal waktu. Budaya lembur memang menjadi budaya di Jepang, kebutuhan hidup yang tinggi membuat siapapun yang tinggal di negara ini membutuhkan biaya hidup yang tinggi pula.

Kasus kematian karena bekerja dengan waktu yang berlebihan menjadi pertimbangan perusahaan di Jepang untuk menggunakan teknologi drone. Untuk mendukung perusahaan dalam memantau karyawannya, perusahaan telekomunikasi NTT membantu mewujudkan layanan drone ini.

Bekerjasama dengan T-Frend yang merupakan produsen drone yang bermarkas di Tokyo dan tidak lupa menggandeng Blue Innovation dan Taisei yang bergerak sebagai manajemen gedung.

Cara kerjanya yaitu, penerbangan dan waktu drone disetel secara otomatis, tidak memerlukan data operator dan GPS, karena drone ini bernavigasi dengan menggunakan kamera onboard. Setelah drone berangkat, drone akan merekam apa yang mereka lihat dan mengunggahnya di cloud pengguna, menggunakan teknologi NTT.

T-Frend rencananya akan mulai diuji coba pada musim semi atau sekitar bulan Maret sampai Mei. Baru nantinya akan dirilis secara resmi pada bulan Oktober 2018.

Baca juga:  Angkasa Pura II Dapat Pinjaman Rp 2,1 Triliun dari Tiga Bank BUMN
Previous articleKelas Bisnis Turkish Airlines Buat Penerbangan Makin Nyaman
Next articleKini Bahasa Indonesia Ada Di Korea Selatan