Jika di Sulawesi Selatan, anda sudah mengenal Tongkonan, rumah adat suku Toraja. Maka di Sulawesi Tengah, ada Sou Raja atau Banua Mbaso, rumah adat tradisional masyarakat setempat yang merupakan warisan para raja Suku Kaili. Seperti apa bangunannya, yuk kita lihat.

Banua Mbaso atau lazim dikenal dengan Sou Raja artinya adalah rumah besar atau rumah raja. Rumah jenis ini pertama kali dibangun oleh Raja Palu, Jodjokodi, pada tahun 1892. Awalnya rumah ini dibuat sebagai tempat tinggal tidak resmi bagi raja beserta keluarganya, terutama yang tinggal di daerah pantai dan kota.

Banua Mbaso yang dibangun oleh Raja Palu yang usianya ratusan tahun tersebut, masih terawat dengan baik hingga kini. Travelers bisa menemukannya di beberapa daerah di Sulteng. Salah satunya ada di Kelurahan Lere atau lebih dikenal dengan Kampung Lere. Nah, Kampung Lere ini merupakan pusat Kerajaan Palu sekitar abad 17. Selain di Kota Palu, rumah tradisional ini bisa dijumpai juga di Kecamatan Sigi Biromaru dan Tawaeili (Kabupaten Donggala) dan Kabupaten Parigi.

Keistimewaan bangunan ini ada di arsitekturnya yang cukup unik dan artistik. Mirip seperti Tongkonan, rumah ini pun berbentuk panggung yang merupakan perpaduan arsitektur rumah adat di Sulawesi Selatan dan rumah adat di Kalimantan Selatan.

Dari luar bisa terlihat bangunan ini ditopang oleh sejumlah tiang kayu balok persegi empat dari kayu-kayu pilihan berkualitas tinggi sehingga bangunan ini bisa bertahan hingga ratusan tahun. Atap bangunan ini berbentuk piramida segitiga yang dihiasi dengan ukiran-ukiran yang disebut dengan panapiri. Menariknya lagi, pada ujung bubungan bagian depan dan belakang diletakkan mahkota berukir yang disebut bangko-bangko.

Selain itu, tampilan bangunan Banua Mbaso ini semakin artistik, karena hampir semua bagian bangunan ini diberi hiasan berupa kaligrafi Arab dan ukiran dengan motif bunga dan daun. Anda bisa mendapati hiasan-hiasan tersebut pada pintu, jendela, dinding, loteng dan lain-lainnya. Semua hiasan tersebut melambangkan kesuburan, kemuliaan, keramah-tamahan dan kesejahteraan bagi penghuninya.

Nah, untuk bertandang ke Kampung Lere ini tidak lah sulit, karena kampung ini termasuk ke dalam wilayah Kota Palu. Anda bisa menggunakan angkutan umum yang setiap hari ada di Kota Palu. Sementara untuk mencapai Kabupaten Donggala yang berjarak sekitar 15 km di sebelah timur Kota Palu, dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat selama 30-40 menit.