Anak Tidak Tenang Saat Terbang? Begini Tipsnya!

71

Kapan saat tepat untuk berlibur dan mengajak anak naik pesawat? Ternyata, usia bayi di atas tiga bulan sudah dianggap aman untuk bepergian menggunakan pesawat. Pasalnya, di usia tersebut, kondisi fisiologis bayi sudah bisa menyesuaikan ketika harus berhadapan dengan segala kondisi perubahan lingkungan. Misalnya, hawa dingin, tekanan udara, serta risiko paparan bakteri dan kuman di dalam ruangan tertutup seperti kabin pesawat.

Untuk kenyamanan anak dan keamanan saat terjadi turbulensi, meski masih berusia di bawah 2 tahun, lebih baik anak dipesankan tempat duduk tambahan jika posturnya sudah terlalu besar untuk terus dipangku orangtua.
Berikut “ritual” ampuh yang perlu dilakukan sebelum memulai penerbangan perdana bersama Si Kecil.

Kondisi Kesehatan
Sebelum membawa anak bepergian dengan pesawat, akan lebih aman jika Anda konsultasikan dulu kondisi kesehatannya ke dokter. Terlebih jika Anda berencana menempuh penerbangan jauh. Jika kondisi anak dinyatakan kurang fit, lebih baik tunda keberangkatan.

Pakaian Nyaman
Suhu udara di pesawat adalah antara 20 -24 derajat Celcius. Pilih bahan pakaian yang lembut, hangat, dan nyaman. Jangan terlalu tipis atau terlalu tebal agar tak mengganggu geraknya. Jika perlu, tambahkan sweater , selimut, sarung tangan, atau kaus kaki. Saat tidur, mintalah bantal tambahan agar lebih nyaman.

Obat-obatan Wajib
Jangan lupa untuk membawa obat-obatan “wajib” Si Kecil, seperti obat penurun panas atau minyak kayu putih. Jika harus membawa obat-obatan tertentu yang memerlukan resep dokter, jangan lupa membawa resep aslinya.

Jam Tidur Sesuai
Salah satu trik yang banyak dilakukan orangtua adalah membuat anak sibuk sebelum penerbangan sehingga di udara anak merasa lelah dan tertidur. Cara lain, sesuaikan jam perjalanan dengan jam tidur anak. Misalnya, saat akan melakukan perjalanan panjang, pilihlah pesawat malam agar anak langsung terlelap sepanjang perjalanan dan merasa lebih segar di kota tujuan. Sementara untuk perjalanan pendek, pilihlah terbang pada jam tidur siang Si Kecil.

Baca juga:  Bulan Januari Merupakan Bulan Terbaik Untuk Beli Tiket Liburan

Trik Saat Take Off
Agar anak tak rewel saat pesawat take-off atau landing, o rangtua harus tenang agar tidak diserang rasa panik yang dapat menular kepada anak. Jika masih menyusui, segera berikan ASI (Air Susu Ibu) pada anak. Jika tidak, berikanlah dot, permen, atau makanan ringan. Gerakan mengisap atau mengunyah makanan berguna untuk mengurangi tekanan udara membuat telinga tak nyaman. Memberi minum sesering mungkin juga dapat menghindarkan anak dari dehidrasi karena udara dalam kabin pesawat yang kering.

Layanan Khusus
Setiap maskapai memiliki layanan khusus untuk anak, seperti menu makanan khusus anak, snack, goodie bag , baby bassinet , serta sabuk pengaman tambahan. Tujuannya, agar anak tenang di dalam pesawat . Setiap maskapai memiliki aturan berbeda mengenai perizinan membawastroller dan car seat ke kabin atau tidak. Selain itu, keluarga biasanya mendapat prioritas saat boarding dan turun pesawat. Tempat duduk pun diberikan posisi depan agar bisa menempatkan baby bassinet . Nah, pastikan Anda memanfaatkan layanan ini dengan memberikan informasi lengkap pada saat memesan tiket pesawat atau paling lambat saat melakukan check in lebih awal.

Tas Serbaguna
Bawalah sebuah tas yang khusus berisi perlengkapan penting anak ke dalam kabin. Beberapa helai pakaian ganti, kaus kaki, penutup telinga, selimut, topi, obat-obatan, popok, tisu basah, makanan, susu, botol, dot, kain gendongan, kain penutup menyusui, serta mainan favorit anak.
Jika membawa makanan atau minuman dalam bentuk cair, tempatkan dalam wadah-wadah bening yang ukurannya sesuai ketentuan yang berlaku agar Anda tak perlu berurusan dengan pihak berwajib saat di bandara.

Dokumen Penting
Untuk anak di bawah usia 2 tahun, bawalah dokumen penting anak berupa fotokopi akta kelahiran jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Baca juga:  Tips Belanja Bulanan Agar Tidak Over Budget

Pengalih Perhatian
Khawatir anak rewel karena bosan? Bawalah gadget , mainan, buku gambar, pensil warna, buku cerita, serta camilan kesukaan anak. Untuk mengusir rasa bosan dan pegal, sesekali ajak anak berjalan-jalan di koridor pesawat. Kesibukan dan perut yang kenyang akan membuat anak lebih tenang.

Cerita Pengalaman
Pengalaman “terbang” perdana bisa membuat anak sangat excited atau justru khawatir. Maka sebelum berangkat, sebaiknya luangkan waktu untuk mengobrol dengan anak sambil bercerita tentang rencana perjalanan menggunakan pesawat, hal-hal apa saja yang bisa dilakukan sepanjang perjalanan, dan sebagainya. Lakukan dengan cara menyenangkan, misalnya sambil browsing gambar atau video tentang pesawat.

 

Sumber

Previous article3 Tips Mengatasi “Claustrophobia” saat Naik Pesawat Terbang
Next article15 Tempat Wisata Kuliner di Bandung yang Wajib Dikunjungi