Fasilitasi Perkembangan Industri Waralaba dan Lisensi Melalui IFRA Virtual Platform

2005
Fasilitasi Perkembangan Industri Waralaba dan Lisensi Melalui IFRA Virtual Platform 1

Jakarta, 19 November 2021 – Gelaran pameran waralaba dan lisensi IFRA Hybrid Business Expo in conjunction with Indonesia Licensing Expo (ILE) 2021, yang dilakukan secara offline pada 12-14 November 2021 di Jakarta Convention Center telah selesai diselenggarakan. Pameran selama 3 hari tersebut, disambut baik oleh antusiasme masyarakat yang ingin mencari peluang usaha pada industri waralaba dan lisensi.

“Kehadiran pameran secara offline di tengah pandemi merupakan tantangan sekaligus kesempatan bagi Dyandra Promosindo untuk melakukan pengembangan bisnis sesuai dengan kebutuhan terkini. Melalui penyelenggaraan IFRA Hybrid Business Expo in conjunction with ILE 2021 menghadirkan 15.907 pengunjung baik secara offline dan online selama 3 hari penyelenggaraanya,” ujar Raenita Pristiani Aktuariana selaku Project Manager IFRA Hybrid Business Expo 2021.

Dyandra Promosindo bersama dengan Asosiasi Franchise (AFI) dan Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI), telah menghadirkan rangkaian program pendukung seperti Business Presentation dari beragam brand yang bertujuan untuk memudahkan para franchisor mempresentasikan mengenai skema bisnis yang dijalani kepada para calon franchisee. Serta adanya Celebpreneur Talkshow, menampilkan para selebritis muda sebagai inspirasi bagaimana mereka tetap aktif dalam dunia entertainment serta dapat menjalankan dan mengembangkan bisnis tersebut. Selain itu, terdapat acara ‘The Best 5 Franchise Brands Award’ yang dimenangkan oleh Apotek K 24, JNE Express, Alfamidi, Biru dan Indomaret.

Pada hari terakhir penyelenggaraan IFRA Hybrid Business Expo in conjunction with ILE 2021 secara offline (14/11), ditutup dengan Exhibitor Gathering & Awarding. Kategori penghargaan yang diberikan antara lain pemenang The 5th IFBCC yang merupakan kegiatan kompetisi pengembangan strategi ide bisnis untuk kalangan mahasiswa, Exhibitor Best Booth, Exhibitor Best Deal dan Exhibitor Best Advertising.

Untuk kategori The 5th IFBCC, juara 1 dimenangkan oleh Kausa Indonesia, juara 2 diraih oleh Kemiri Indonesia dan juara 3 dimenangkan oleh Vegan Galore. Pada kategori Exhibitor Best Booth dimenangkan oleh FORE, Exhibitor Best Deal dimenangkan oleh Foodpedia, dan Exhibitor Best Advertising diraih oleh Raja Sei. Pemberian IFRA Awards ini merupakan bentuk apresiasi kepada para peserta pameran yang telah mendukung dan berpartisipasi penyelenggaraan IFRA.

Anang Sukandar selaku Ketua Asosiasi Franchise Indonesia menerangkan bahwa dengan adanya IFRA Hybrid Business Expo in conjunction with ILE 2021, akan menciptakan sinergi antara masyarakat dengan para pelaku usaha untuk dapat berpartisipasi dalam bisnis waralaba demi mendorong pemulihan pertumbuhan perekonomian nasional. “Kami juga mendorong pelaku-pelaku bisnis waralaba untuk semakin mengembangkan bisnisnya agar dapat bersaing di pasar lokal maupun global,” jelasnya.

Kemudahan Mengakses IFRA Virtual Platform dengan Fitur-fitur Pendukung

Fasilitasi Perkembangan Industri Waralaba dan Lisensi Melalui IFRA Virtual Platform 2Melihat animo dan antusiasme pengunjung dalam mencari peluang bisnis serta untuk mengakomodir kebutuhan pengunjung dan peserta pameran dalam bertransaksi, IFRA Hybrid Business Expo in conjunction with ILE 2021 tetap hadir secara online pada 12 – 30 November 2021 melalui https://www.ifra-virtualexpo.com/. Pada pameran virtual ini, pengunjung tetap dapat berinteraksi dan bertransaksi dengan peserta pameran melalui platform yang telah disediakan.

Dengan adanya gelaran IFRA Hybrid Business Expo in conjunction with ILE 2021 hingga akhir bulan ini dapat memberikan waktu yang lebih panjang bagi para calon franchisee dan licensee yang ingin mengetahui skema hingga melakukan dealing dengan para franchisor dan licensor. Untuk mengakses pameran virtual ini tanpa biaya masuk, atau hanya melakukan registrasi bagi pengunjung agar dapat mengakses fitur-fitur yang disediakan seperti business presentation, exhibition halls, business matching, virtual booth, classroom, meet the experts, retiree’s seminar dan webinar series.

Pada fitur Main Stage pengunjung dapat menyimak rekaman business presentation dari masing-masing peserta pameran. Selain itu, pengunjung pameran dapat memanfaatkan fitur live chat di exhibition halls untuk menanyakan lebih lanjut paket investasi yang ditawarkan. Apabila ingin membahas lebih lanjut, maka dapat dijadwalkan business matching untuk dapat berbincang melalui Zoom. Para peserta pameran ini menampilkan brochure, company info, investment package, foto dan video di masing-masing virtual booth. Pengunjung juga bisa mengunduh paket investasi yang ditawarkan.

Sementara itu, fitur Classroom menampilkan seminar dengan topik-topik menarik mengenai tips dan trik dunia usaha dari para konsultan bisnis. Seminar tersebut mempunyai empat topik berbeda yaitu “Branding for Franchise Success” dari DK Consulting, “Ekspansi Bisnis dengan Franchise dan Lisensi” dari Sarosa Consulting, “Bagaimana Mengelola Jaringan Franchise Besar Agar Tetap Terkendali” dari Ben Warg Consultant dan “Integritas, Kedewasaan, Kompetensi dan Kepandaian: Empat Jurus Sukses Franchisor” dari Indonesia Franchise Magazine.

Tersedia juga fitur Meet The Experts yang memfasilitasi pengunjung untuk bertanya dan berkonsultasi langsung dengan para ahli dan konsultan bisnis, dengan melakukan chat via website atau Whatsapp. Tidak hanya sampai di situ, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang mendukung pameran ini juga hadir di exhibition halls dengan booth Klinik Bisnis Kemendag yang merupakan forum bagi pengunjung atau peserta pameran untuk menanyakan kebijakan waralaba. Pengunjung dapat mengunduh infografis peraturan waralaba untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kebijakan waralaba.

Lebih lanjut, untuk fitur retiree’s seminar menghadirkan topik “Kiat Memilih Waralaba yang Menguntungkan” dari FT Consulting. Sedangkan fitur webinar series mempunyai beberapa topik menarik diantaranya “Looking for A Business Idea? Let’s Start with Define Your Purpose”, “Tua Tua Keladi, Makin Tua Makin Profit” dan “Waralaba Menjadi Mesin Passive Income Pekerja”.

Menurut Susanty Widjaya selaku Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia, pameran IFRA Hybrid Business Expo in conjunction with ILE 2021 ini merupakan platform yang efektif dan efisien bagi para pelaku usaha. Dipameran virtual ini pengunjung dapat mengakses pameran IFRA dengan waktu dan tempat yang fleksibel, bahkan dapat juga diakses melalui smartphone.

“Kami tetap hadir mengadakan pameran secara virtual untuk membantu para pelaku usaha, franchisor, franchisee agar bisa bertahan dalam menjalani usahanya. Di IFRA Hybrid Business Expo in conjunction with ILE 2021 ini kami sediakan wadahnya sebagai market place dan juga business matching agar para pelaku usaha dapat tetap berbisnis sehingga diharapkan hal ini menjadi momentum roda perekonomian nasional dapat berputar seperti sedia kala,” tambahnya.

Untuk hadir dan mendapatkan tiket masuk ke pameran IFRA Hybrid Business Expo in conjunction with Indonesia Licensing Expo (ILE) 2021 pengunjung cukup melakukan registrasi melalui laman https://bit.ly/IFRA21-VisitorRegistration dan pameran ini tidak dikenakan biaya atau gratis. Untuk mengetahui informasi terkini seputar IFRA Hybrid Expo silakan follow IG IFRA @ifra_expo atau kunjungi websitenya www.ifra-indonesia.com

***

Tentang Dyandra Promosindo

Dyandra Promosindo adalah Professional Exhibition/Event Organizer (PEO) di Indonesia yang merupakan sub-holding company dari PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN). Sejak berdiri pada tahun 1994, Dyandra Promosindo berhasil mencetak rekam jejak pameran yang mengesankan di seluruh Indonesia.

Dyandra Promosindo telah menggelar lebih dari 1.100 pameran di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan dan berbagai kota besar lain di Indonesia.

Hingga saat ini Dyandra Promosindo tercatat membawahi 16 anak perusahaan yang bergerak pada bidang event/exhibition organizer, concert promotor dan juga digital agency.

Dengan lebih dari 1.000 peserta pameran setiap tahun, termasuk peserta dari luar negeri, Dyandra Promosindo telah membuktikan diri sebagai rekan bisnis terpercaya sambil terus meningkatkan diri menuju budaya pameran yang lebih baik di Indonesia. Berbagai event yang telah diselenggarakan antara lain pameran B2B, pameran B2C, konser musik dan festival, konferensi dan summit.

Dyandra Promosindo telah menjadi PEO pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi ISO 9001:2008 untuk sistem kualitas manajemen. Pameran yang diselenggarakan antara lain: Indonesia International Motor Show, Indonesia International Furniture Expo, Indonesian Petroleum Association Convex, International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference, dan lain-lain.

Tentang Tentang Asosiasi Franchise Indonesia (AFI)

Dilandasi oleh kesadaran dan tugas serta tanggung jawab bersama, berniat mempersatukan diri dalam satu-satunya wadah organisasi pada tingkat Nasional serta merupakan forum kerjasama demi meningkatkan dan mengembangkan potensi dalam menjadikan dirinya sebagai mitra Pemerintah, maupun sektor swasta lain maka sejumlah Pengusaha Perusahaan Franchise (Franchisor) yaitu PT. Trim’s Mustika Citra, Es Teler 77, Widyaloka, Nilasari dan Homes 21 mewakili Franchisor di Indonesia pada tanggal 22 November 1991 telah bersepakat mendirikan satu-satunya wadah Organisasi Perusahaan Franchise (Franchisor) di Indonesia yang diberi nama Asosiasi Franchise Indonesia (AFI).

Sebelum didirikannya AFI, para pencetus ide ini telah melakukan koordinasi dengan Departemen Perindustrian Dan Perdagangan Republik Indonesia, ILO (International Labour Organization), dan Lembaga Manajemen IPPM. AFI juga didirikan bertujuan untuk mendorong UMKM menjadi usaha unggulan.

Tentang Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI)

ASENSI (Asosiasi Lisensi Indonesia) adalah organisasi independen non-partisan para pemegang lisensi dan para pemegang hak kekayaan intelektual (HKI) di berbagai bidang usaha. ASENSI hadir untuk mengembangkan, menumbuhkan dan melindungi para pemegang lisensi dan hak kekayaan intelektual agar dapat memberikan manfaat kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

ASENSI yakin bahwa ketika para pemegang lisensi dan hak kekayaan intelektual berkumpul, dilindungi dan berada pada asosiasi yang legal dan profesional maka akan mempercepat proses kreativitas anak bangsa. Kreativitas yang luas dan dilindungi akan berdampak signifikan terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Semua kegiatan ASENSI bertujuan untuk berkontribusi mewujudkan Indonesia yang lebih baik, maju dan sejahtera.

ASENSI adalah sebuah wadah organisasi pertama di Indonesia yang bertujuan memberdayakan momentum lisensi bagi para anggotanya di tingkat nasional maupun internasional.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Rini Ayu – Public Relations, Dyandra Promosindo
Email: rini@dyandra.com | press.id@dyandra.com
Website: www.ifra-indonesia.com | www.dyandra.com
Instagram: @ifra_expo

Previous articleResmi Dibuka Hari ini, IFRA Hybrid Business Expo 2021 Turut Memajukan Industri Waralaba, Lisensi dan UMKM di Indonesia
Next articlePenting! 3 Tips Pilih Asuransi Kendaraan yang Tepat Untuk Kamu