Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Kembangan RET Untuk Kecepatan Pergerakan Pesawat

156

Untuk mengakomodasi lebih banyak pergerakan pesawat di bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (LPPNP) atau AirNav Indonesia cabang Denpasar Bali berencana mengembangkan Rapid Exit Taxiway (RET).

RET adalah jalan penghubung landas pacu dengan rancangan sudut yang tajam. itu akan membuat pesawat yang mendarat dapat segera keluar dari landasan pacu pada tingkat kecepatan yang masih cukup tinggi untuk masuk ke apron atau pelataran parkir pesawat.

Saat ini, dua RET yang ada bisa melayani 27 pergerakan pesawat terbang selama satu jam. Jika ditambah, maka paling tidak 30 pergerakan pesawat terbang sejam bisa terjadi.

Pada angka 27 pergerakan pesawat terbang sejam saja, menjadikan Bandara Internasional Ngurah Rai sebagai bandara komersial tersibuk di Indonesia. Hampir tiap dua menit ada pesawat terbang yang mendarat atau lepas landas di landasan pacu berazimuth 270-90 itu.

General Manajer LPPNP Indonesia Cabang Denpasar Bali, Maskon Humawan mengatakan RET akan dikembangkan untuk mendukung target Kemenpar yang kekurangan 2 juta seat tahun ini.

“RET ini dibuat khusus agar pesawat keluar dari landasan secara cepat. Begitu mendarat dengan kecepatan tinggi, pesawat terbang masih bisa keluar. Kalau sekarang, berhenti pelan-pelan,” katanya.

Dengan masuk ke apron pesawat secara pelan-pelan itu, lanjut dia, maka membuat pergerakan pesawat terbang di landas pacu terbatas. Sedangkan pesawat terbang yang akan mendarat dan tinggal landas cukup banyak.

Baca juga:  Bandara Internasional Lombok Gelar Penanggulangan Keadaan Darurat
Previous articleTertibkan Sinar Laser PT Angkasa Pura Lakukan Aksi Simpatik
Next articleAkibat Cuaca Buruk Pesawat AMA Ditemukan Hancur