Ingin Tidur Nyenyak di Pesawat ? Hindari 8 Hal Ini!

18
Tidur nyenyak di pesawat tidak selamanya mudah. Ini 8 hal yang harus di hindari

Tidur nyenyak di pesawat tidak selamanya mudah. Saat naik pesawat, Anda sebaiknya menggunakan waktu senggang untuk menutupi kebutuhan tidur Anda. Dengan seperti itu, Anda akan mendarat di daerah tujuan dengan mata dan tubuh yang segar. Anda ingin tidur nyenyak dan menghilangkan lelah saat di pesawat? Berikut 8 hal yang harus dihindari:

1. Memandang Layar
Terjebak pada layar gedget merupakan kesalahan kecil yang sering dilakukan. Layar smartphone, tablet dan laptop memancarkan cahya biru yang mengganggu hormon tidur tubuh.

“Sejatinya, cahaya biru mengganggu produksi melatonin di otak kita,” kata Director of Behavioral Sleep Medicine di New York’s Montefiore Health System, Shelby Harris.

“Melatonin membuat kita mengantuk, tapi perlu situasi gelap agar berfungsi. Dan cahaya biru mengurangi melatonin lebih kuat dari cahaya putih biasa,” tambahnya.

Jika Anda tak bisa menenangkan pikiran Anda, cobalah membaca buku.

“Membaca saat terbang adalah salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan agar bisa tidur,” kata Pengarang Clinical Psychologist and Wellness, Ben Michaelis.

2. Minum Alkohol
Banyak penelitian menyatakan segala bentuk alkohol yang dikonsumsi satu jam sebelum tidur akan membuat Anda dehidrasi, membuat Anda pusing saat bangun. Minuman keras pasti mengganggu ritme biologis tubuh. Anda tidak akan bisa tidur selama yang dibutuhkan dan tidak akan mendapat istirahat yang cukup dari tidur Anda.

3. Minum Kopi
Saat pramugari menanyakan pesanan minum Anda, godaan menggiurkan untuk memesan segelas kopi datang. Apalagi saat aroma kopi tercium ke seluruh kabin, tolak godaan ini jika Anda ingin tidur. Fakta bahwa kopi membuat Anda terjaga sudah tak diragukan lagi (satu gelas bisa mengandung 95 miligram kafein) tetapi sangat mengherankan berapa banyak penumpang yang memesannya bahkan saat mereka ingin tidur. Jangan lakukan ini. Pesanlah air bersuhu normal, teh herbal, atau susu hangat. Hati-hati dengan tawaran teh celup karena bisa mengandung 55 miligram kafein. Hindari juga minuman bersoda dan cokelat yang akan mencekoki Anda dengan kafein dan gula.

4. Memilih Tempat Duduk yang Salah
Posisi paling enak untuk tidur selalu ada di dekat jendela. Anda akan mendapat dinding untuk bersandar, jendela yang dapat ditutup, dan kemewahan dari kesendirian. Pesan kursi dekat jendela saat Anda membeli tiket. Faktor lain terkait tempat duduk, pendiri Triphackr.com, Clint Johnston menyarankan tempat duduk yang jauh dari toilet dan dapur adalah keharusan. Akhirnya, dimana pun Anda duduk gunakan sabuk pengaman di atas selimut atau jaket agar pramugari tak perlu membangunkan Anda untuk memastikan Anda sudah aman.

5. Datang Tanpa Perlengkapan
“Sebelum terbang, bawa seperangkat alat tidur kecil dan masukkan dalam tas punggung Anda,” rekomendasi Pakar Tidur Bersertifikasi dan Pendiri Situs Good Night Sleep, Alanna McGinn
“Penutup telinga dan penutup mata bisa membantu mengurangi gangguan,” tambahnya.

6. Tidak Melakukan Persiapan di Bandara
Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebelum terbang yang akan membuat waktu Anda di tempat duduk lebih damai. Pertama, pergi ke toilet sebelum terbang. Kemudian, makan makanan dengan porsi normal (tidak terlalu banyak atau sedikit) dan tiba di bandara dengan waktu yang cukup untuk melewati setiap pemeriksaan keamanan sehingga Anda tidak tiba di gerbang penerbangan dalam kondisi stress. Saat masih terhubung dengan Wi-Fi, sebelum Anda memasuki mode terbang, unduh beberapa musik dan apps penenang.

7. Terbang dengan Kelas Ekonomi
Jika Anda memiliki uang untuk bisa duduk di depan (kelas selain kelas ekonomi), gunakanlah. Agar kesempatannya lebih tinggi, tibalah di gerbang penerbangan lebih awal, gunakan pakaian baik, dan pinta baik-baik. Hal terburuk yang akan mereka katakan adalah “tidak”.

8. Ngobrol dengan Tetangga
Saat menyapa teman sebangku Anda, tetap tenang dan sopan, lalu segera pasang penutup telinga atau penutup mata. Untuk meningkatkan keheningan, katakan sesuatu seperti “Hei, jika pramugari datang menanyakan minum, bisakah kau katakan aku tak ingin diganggu?” Ini akan menegaskan pesan yang jelas bahwa Anda tidak siap untuk ngobrol.