Gunung Agung Bali mengalami beberapa erupsi kecil dengan ketinggian abu vulkanik sekitar 1.000 meter hingga 2.000 meter. Gunung dengan ketinggian 3.142 meter yang berada di atas permukaan laut. Gunung Agung mengalami erupsi dengan suara ledakan keras disertai lontaran lava pijar atau erupsi strombolian.

Akibatnya, sejumlah bandara yang kena dampak erupsi Gunung Agung terpaksa ditutup. Bandara Notohadinegoro Jember, misalnya. Hujan abu vulkanik mengguyur sekitar bandara sehingga mengganggu aktifitas bandara. Sejumlah kaca mobil yang terparkir di area bandara pun dipenuhi abu. Penutupan Bandara Notohadinegoro Jember pun diperpanjang hingga Selasa (3/7/2018), pukul 15.00 WIB.

“Kamis menerima notice to airmen (notam) dari Kantor Direktorat Navigasi Penerbangan untuk penutupan Bandara Notohadinegoro hari ini hingga 10.00 WIB, namun kemudian diperpanjang hingga pukul 15.00 WIB,” jelas Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Notohadinegoro, Edy Purnomo, seperti dilansir dari Antaranews.com, Selasa (3/7/2018).

Hingga kini, pihak bandara masih menunggu perkembangan erupsi Gunung Agung. Akibat penutupan bandara ini, dua pesawat komersil dibatalkan yakni, pesawat Garuda Indonesia dan Wings Air rute Jember-Surabaya (PP).