Langkah cepat dilakukan Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin guna meningkatkan dan memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasa penerbangan. Dari blusukan, hingga menyamar sebagai Airport Helper tak segan dilakukan.

Hasilnya, penggunaan Teknologi Informasi langsung didorong untuk membantu dan memperkuat layanan Angkasa Pura II. Ini semakin meyakinkan, bahwa airport helper  itu bukan sekedar program temporary. Bukan didesain sementara, tapi konsisten dan serius diterapkan.

PT Angkasa Pura II (Persero) tengah menyiapkan sistem teknologi informasi yang dapat memantau langsung pergerakan personil  airport helper.  Aplikasi ini disiapkan untuk memaksimalkan layanan penyedia troli dan pengangkut barang bawaan penumpang gratis di Bandara Soekarno-Hatta.

“Saat ini tinggal tahap penyempurnaan, secara sistem sudah siap,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II, Agus Haryadi .

Menurut Agus, tidak hanya untuk kepentingan internal Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta, tapi juga menguntungkan sekaligus melibatkan langsung pengguna jasa bandara atau penumpang pesawat.

“Berbagai menu tersedia, pengguna jasa bandara bisa memesan airport helper  sebelum penerbangan atau memberikan penilaian atas jasa mereka,” kata Agus.

Bukan tanpa alasan Awaluddin melakukan hal tersebut. Beberapa hari sebelumnya, beredar video di media sosial yang menayangkan petugas “Airport Helper” tidak seperti namanya. Mereka tidak membantu penumpang, melainkan hanya berdiri di pojokan sambil santai. Awaluddin pun langsung blusukan ke lapangan.

Seluruh esensi dalam layanan direkam semua. Gambaran kebutuhan penumpang di lapangan dimasukkan ke memori. Begitu juga hambatan-hambatan yang bisa didapati petugas saat bekerja. Ini penting untuk dipetakan mengingat jumlah Airport Helper dan penumpang Bandara Soekarno Hatta tak sebanding. Saat ini, jumlah Airport Helper bandara masih sebanyak 805 orang dan jumlah penumpang di Bandara Soekarno Hatta mencapai 60 juta per tahun.

“Kesempatan itu benar-benar saya gunakan untuk mencari dan menggali fakta lapangan sebagai dasar pembuatan kebijakan baru atau new policy untuk SOP (standard operating procedure) airport helper,” kata Awaluddin.

Dari pantauan langsungn di lapangan, Awaluddin menyebutkan, ia mendapatkan fakta bahwa tidak semua airport helper bekerja seperti dalam video yang viral beberapa hari sebelumnya.”Petugas yang rajin lebih banyak,” ujar Awaluddin.

Hal tersebut tentunya menjadi masukan bagi AP II terkait layanan Airport Helper ini. “Kita akan kawal terus untuk lebih baik. Kami berterima kasih atas banyaknya masukan dari pengguna jasa bandara terkait Airport Helper ini,” tambahnya.